Pemerintah Gunakan Dry Ice untuk Atasi Kabut Asap Karhutla di Sumatra-Kalimantan

Bima Yoga

October 21, 2026

3
Min Read
Pemerintah Gunakan Dry Ice untuk Atasi Kabut Asap Karhutla di Sumatra-Kalimantan
Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan mendorong pemerintah mengambil langkah tidak biasa. (Foto:BMKG)

sekitarmalangraya – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan mendorong pemerintah mengambil langkah tidak biasa.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika bersama sejumlah instansi kini menerapkan penyemaian dry ice atau es kering melalui Operasi Modifikasi Cuaca guna membantu mengurai asap yang terperangkap di lapisan atmosfer.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa dalam kondisi tertentu, asap karhutla dapat terjebak di lapisan atmosfer dekat permukaan hingga ketinggian 6.000 sampai 7.000 kaki, bahkan lebih tinggi lagi.

Kondisi tersebut membuat asap sulit menyebar dan terurai secara alami, sehingga kabut tebal terus bertahan di area permukiman maupun jalur penerbangan.

“Penyemaian dry ice menjadi salah satu langkah taktis untuk mengatasi kondisi atmosfer yang menghambat penyebaran asap,” kata Teuku Faisal dalam keterangan resminya, Selasa, 20 Oktober 2026.

Baca Juga: Wali Kota Malang Pastikan BBM Aman, Pasokan Capai 407 KL

Dry Ice Disemai di Atas Lapisan Inversi, Beda dari Pemicu Hujan

Untuk mengatasi kondisi tersebut, petugas menyemai dry ice dari pesawat pada lapisan atmosfer di atas lapisan inversi, yakni lapisan udara yang menahan asap agar tidak naik dan menyebar ke tempat lain.

Proses sublimasi dry ice memicu pendinginan mendadak yang diharapkan dapat mengubah kestabilan atmosfer sekaligus membantu membuka kembali aliran konveksi udara.

Faisal menegaskan bahwa penggunaan dry ice dalam operasi ini memiliki tujuan yang berbeda dari penyemaian awan untuk memicu hujan.

BMKG menargetkan lapisan inversi yang menahan asap serta mengintervensi lapisan isoterm guna mengubah kestabilan udara di atmosfer bagian atas, bukan untuk membentuk awan hujan seperti pada operasi modifikasi cuaca pada umumnya.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menambahkan bahwa teknik ini dipilih sebagai alternatif ketika kondisi awan potensial untuk disemai menjadi hujan relatif terbatas, sehingga pendekatan lain diperlukan guna membantu mengurai kabut asap yang sudah mengganggu aktivitas masyarakat.

BMKG mengevaluasi efektivitas intervensi dry ice ini melalui sejumlah indikator terukur, terutama perubahan jarak pandang di permukaan serta penurunan konsentrasi partikel polutan halus PM2.5 di udara.

Berdasarkan pemantauan awal, hasilnya menunjukkan perkembangan yang cukup menjanjikan.

“Astungkara, dalam beberapa hari pelaksanaan, intervensi dry ice menunjukkan indikasi dampak yang cukup baik,” ujar Teuku Faisal.

Salah satu lokasi yang menjadi fokus penanganan adalah Palembang, Sumatra Selatan, dengan jarak pandang di sekitar bandara yang dilaporkan mulai membaik seiring berjalannya operasi tersebut.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana tercatat telah mengerahkan pesawat untuk operasi modifikasi cuaca di Sumatra Selatan pada 15 hingga 16 Oktober 2026.

Total penyemaian mencapai 2,4 ton dry ice, guna membantu memperbaiki jarak pandang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang yang sempat terganggu akibat kabut asap.

Operasi ini melibatkan sinergi lintas kementerian dan lembaga, mulai dari BMKG, TNI, BNPB, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertahanan, hingga Badan Riset dan Inovasi Nasional yang turut mengkaji efektivitas teknologi tersebut.

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa penyemaian dry ice bukanlah satu-satunya solusi untuk mengatasi karhutla maupun dampak kabut asapnya, melainkan salah satu bagian dari rangkaian penanganan yang lebih luas.

Baca Juga: Kapolri Ungkap Dugaan Keterlibatan Asing dalam Kasus Karhutla di Indonesia

Dengan kombinasi upaya pemadaman di darat dan intervensi atmosfer melalui penyemaian dry ice ini, pemerintah berharap dampak kabut asap karhutla terhadap masyarakat, aktivitas transportasi udara, serta kesehatan warga di Sumatra dan Kalimantan dapat segera ditekan secara signifikan dalam waktu dekat.

One response to “Pemerintah Gunakan Dry Ice untuk Atasi Kabut Asap Karhutla di Sumatra-Kalimantan”

  1. […] Baca Juga: Pemerintah Gunakan Dry Ice untuk Atasi Kabut Asap Karhutla di Sumatra-Kalimantan […]

Leave a Comment

Related Post