sekitarmalangraya – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Malang tetap aman setelah pasokan harian ditingkatkan menjadi 407 kiloliter (KL).
Pernyataan tersebut disampaikan saat Pemerintah Kota Malang bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memantau penyaluran BBM di SPBU Mergan, Jumat, 16 Oktober 2026.
Pemantauan dilakukan di tengah antrean kendaraan yang meningkat, terutama untuk mendapatkan Pertalite.
Pemerintah daerah dan Pertamina Patra Niaga mengecek kondisi pasokan sekaligus memastikan distribusi berjalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Penambahan suplai dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya permintaan, bukan sebagai pengumuman perubahan harga BBM.
Wahyu menyampaikan bahwa hasil pemantauan bersama menunjukkan stok Pertalite masih tersedia. Antrean di sejumlah SPBU, menurut keterangan yang diberitakan, berkaitan dengan meningkatnya permintaan terhadap jenis BBM bersubsidi tersebut.
Pemerintah mengimbau warga tetap tenang dan tidak menyimpulkan terjadi kelangkaan hanya karena antrean terlihat panjang di lokasi tertentu.
Pasokan Harian Dinaikkan untuk Mengantisipasi Permintaan
Pertamina Patra Niaga meningkatkan pasokan harian BBM untuk Kota Malang menjadi 407 KL, dari rata-rata sekitar 340 KL sebelumnya.
Sales Area Manager Retail Malang, Angga Yodi Winata Putra, mengatakan penyesuaian itu dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan permintaan sekitar 7–8%.
“Stok untuk Kota Malang sudah kita tingkatkan dari rata-rata 340 kL per hari, kini naik menjadi 407 kL per hari. Itu sebagai antisipasi kita karena demand-nya naik 7–8%,” ujar Angga, sebagaimana dikutip Ketik.com pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Peningkatan tersebut ditujukan untuk menjaga ketersediaan di SPBU ketika kebutuhan masyarakat berubah. Pertamina menyatakan tetap berupaya mengisi kembali stok di SPBU yang mengalami kekosongan sementara.
Angga menjelaskan, dalam kondisi tertentu, BBM yang kosong dapat sedang dalam perjalanan menuju lokasi penyaluran.
Karena itu, kondisi satu SPBU pada satu waktu tidak serta-merta menggambarkan keseluruhan pasokan di Kota Malang.
Keterangan mengenai peningkatan pasokan ini juga disampaikan dalam laporan ANTARA News Jawa Timur, yang menyebut Wali Kota Malang dan TPID melakukan inspeksi di SPBU Mergan ketika antrean Pertalite meningkat.
Baca Juga : Kapolri Ungkap Dugaan Keterlibatan Asing dalam Kasus Karhutla di Indonesia
Peralihan Konsumen Memengaruhi Antrean
Pertamina menilai salah satu faktor yang memengaruhi antrean adalah peralihan sebagian konsumen dari Pertamax ke Pertalite.
Perbedaan harga antara BBM nonsubsidi dan BBM bersubsidi dapat mendorong perubahan pilihan pembelian.
Ketika lebih banyak pengendara memilih Pertalite, permintaan pada produk tersebut dapat meningkat meskipun jenis BBM lain tersedia.
Situasi itu perlu dipahami secara cermat. Antrean panjang dapat menimbulkan kesan bahwa semua BBM sulit diperoleh, padahal kondisi pasokan dan permintaan bisa berbeda antarproduk maupun antar-SPBU.
Pemerintah dan Pertamina menyatakan pemantauan dilakukan agar penyaluran bisa disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Pemkot Malang sebelumnya juga menyampaikan hasil pemantauan TPID di SPBU Ciliwung pada 8 September 2026. Dalam keterangan resminya, pemerintah menyebut stok tersedia dan distribusi berjalan, sembari menyoroti meningkatnya pilihan masyarakat terhadap Pertalite.
Informasi itu menjadi konteks bahwa perubahan pola konsumsi telah menjadi perhatian sebelum inspeksi di SPBU Mergan.
Baca Juga : Stok BBM Bali Aman 15 Hari, Pertamina Tambah Kapal Distribusi
Imbauan Tidak Membeli Berlebihan
Di tengah antrean, Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan menghindari panic buying.
Pembelian secara berlebihan dapat menambah tekanan pada layanan SPBU dan menyulitkan pengendara lain yang membutuhkan bahan bakar untuk aktivitas harian.
Warga juga diharapkan tidak menyebarkan kabar kelangkaan tanpa memeriksa informasi dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pemerintah daerah bersama TPID dan Pertamina perlu terus memantau ketersediaan, pola konsumsi, serta kelancaran distribusi.
Jika terjadi kekosongan di SPBU tertentu, masyarakat dapat mencari informasi melalui kanal resmi penyedia BBM atau pemerintah, sambil tetap mengikuti arahan petugas di lokasi. Informasi yang akurat membantu warga mengambil keputusan tanpa menimbulkan kepanikan.
Pasokan 407 KL per hari merupakan langkah antisipasi yang disampaikan Pertamina untuk menghadapi peningkatan permintaan di Kota Malang.
Pemerintah memastikan pemantauan dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terlayani. Meski demikian, kondisi di lapangan dapat berubah mengikuti permintaan dan proses pengiriman. Karena itu, koordinasi dan pembaruan informasi tetap diperlukan untuk menjaga distribusi berjalan lancar.









Leave a Comment