BPBD Kabupaten Malang Distribusikan 84.300 Liter Air ke Desa Kekeringan

Bima Yoga

October 19, 2026

3
Min Read
BPBD Kabupaten Malang Distribusikan 84.300 Liter Air ke Desa Kekeringan

sekitarmalangraya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menyalurkan 84.300 liter air bersih ke sejumlah lokasi yang terdampak kekeringan selama musim kemarau 2026.

Bantuan tersebut dikirim ke desa dan fasilitas layanan kesehatan di empat kecamatan, berdasarkan laporan kebutuhan warga yang ditindaklanjuti melalui asesmen petugas di lapangan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan distribusi dilakukan dengan mempertimbangkan laporan desa serta hasil pemantauan petugas.

“Per hari ini distribusi bantuan air bersih mencapai 84.300 liter, proses pengirimannya sesuai laporan dari desa yang ditindaklanjuti asesmen lapangan oleh petugas,” kata Sadono, Minggu (18/10/2026).

Penyaluran ini menjadi salah satu langkah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air sehari-hari ketika sumber air di wilayahnya terdampak kekeringan.

Pengiriman dilakukan secara terukur agar bantuan diarahkan ke lokasi yang membutuhkan, bukan semata-mata berdasarkan perkiraan.

BPBD Salurkan Air ke Empat Kecamatan

Rincian distribusi yang dilaporkan BPBD mencakup beberapa titik di Kabupaten Malang.

Di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, bantuan diberikan kepada Desa Sumberagung sebanyak 15.000 liter, Desa Sitiarjo 20.000 liter, serta Puskesmas Sitiarjo 5.000 liter.

Di Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, bantuan yang dikirim mencapai 15.300 liter.

Baca Juga: Polres Malang Dorong Kebangkitan Usaha Aremania lewat Bantuan Modal

Sementara itu, wilayah Kecamatan Kalipare menerima distribusi untuk Desa Kalirejo sebanyak 4.000 liter, Desa Sumberpetung 15.000 liter, dan Desa Arjosari 5.000 liter.

Desa Pagak di Kecamatan Pagak memperoleh 5.000 liter air bersih.

Menurut Sadono, pengiriman bantuan tersebut menggunakan lima armada dengan total 18 ritase.

Penggunaan armada dan pengaturan ritase menjadi bagian dari upaya mendistribusikan air ke beberapa titik sesuai kebutuhan yang sudah diperiksa petugas.

BPBD menyatakan distribusi dilakukan berdasarkan laporan dari desa, kemudian ditindaklanjuti dengan asesmen lapangan.

Mekanisme tersebut penting untuk memastikan penyaluran mengikuti kondisi terkini dan kebutuhan warga di lokasi terdampak.

Data yang disampaikan BPBD menunjukkan dampak kekeringan lebih luas daripada titik yang menerima pengiriman pada hari tersebut.

Secara keseluruhan, terdapat 15 lokasi terdampak yang tersebar di tujuh kecamatan, dengan 19.013 jiwa atau 5.967 kepala keluarga tercatat terdampak.

Lokasi yang masuk dalam pendataan mencakup wilayah Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Sumberpucung, Donomulyo, Kalipare, Pagak, dan Bantur.

Di antara desa yang disebutkan dalam data tersebut ialah Sumberagung, Sitiarjo, Kedungbanteng, Tumpakrejo, Sidodadi, Karangkates, Sumberoto, Tulungrejo, Kalirejo, Putukrejo, Sumberpetung, Arjosari, Sumberejo, Pagak, dan Bandungrejo.

BPBD juga mencatat bahwa total distribusi air bersih sejak 8 Agustus hingga 18 Oktober 2026 telah mencapai 5.084.100 liter.

Angka kumulatif tersebut berbeda dari 84.300 liter yang menjadi jumlah bantuan dalam penyaluran yang dilaporkan pada 18 Oktober.

BPBD Kabupaten Malang menyesuaikan distribusi dengan hasil asesmen dan laporan kebutuhan yang masuk.

Baca Juga: Pengelolaan Sampah Pemkot Malang, Langkah Nyata Menuju Masa Depan Hijau

Warga yang mengalami kekurangan air dapat menyampaikan kondisi kepada perangkat desa agar informasi tersebut.

Leave a Comment

Related Post