Stok BBM Bali Aman 15 Hari, Pertamina Tambah Kapal Distribusi

Bima Yoga

October 20, 2026

3
Min Read
Stok BBM Bali Aman 15 Hari, Pertamina Tambah Kapal Distribusi
Menyusul antrean panjang yang sempat terjadi di sejumlah SPBU Bali dalam sepekan terakhir, pemerintah mengambil langkah cepat untuk memperkuat pasokan bahan bakar minyak di Pulau Dewata. (Arsip Pertamina).

sekitarmalangraya – Menyusul antrean panjang yang sempat terjadi di sejumlah SPBU Bali dalam sepekan terakhir, pemerintah mengambil langkah cepat untuk memperkuat pasokan bahan bakar minyak di Pulau Dewata.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menaikkan cadangan BBM Bali dari semula 11 hari menjadi 15 hari, dengan mengerahkan tujuh kapal pengangkut guna mempercepat pemulihan pasokan.

Keputusan tersebut diambil Bahlil usai memimpin rapat koordinasi di Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, Senin, 19 Oktober 2026.

Rapat itu dihadiri Gubernur Bali, Kapolda Bali, Kasdam IX/Udayana, Direktur Utama Pertamina, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, serta Kepala BPH Migas.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menegaskan bahwa kebijakan yang diambilnya justru menambah kuota BBM untuk Bali, bukan memangkasnya seperti yang sempat beredar di tengah masyarakat.

“Saya malah hari ini baru memerintahkan, memutuskan lewat Dirjen Migas dan BPH Migas, untuk menaikkan kuota yang tadinya 11 hari, saya naikin menjadi 15 hari. Jadi bukan mengurangi, menambah,” ujar Bahlil.

Baca Juga: Empat Kawasan Pegunungan di Jawa Timur Masih Dilanda Karhutla

Keterlambatan Kapal Jadi Penyebab Utama Antrean BBM

Bahlil menjelaskan bahwa penyebab utama antrean yang terjadi sepekan terakhir adalah keterlambatan kapal pengangkut BBM dari Jawa, yang sempat membuat cadangan di Bali turun hingga sekitar tiga sampai empat hari saja.

Kini, menurutnya, cadangan rata-rata sudah kembali ke kisaran 11 sampai 12 hari seiring kedatangan tambahan pasokan.

“Jadi alhamdulillah, puji Tuhan, untuk di sini sudah bisa teratasi,” katanya.

Tambahan pasokan BBM dijadwalkan kembali tiba di Fuel Terminal Sanggaran dan Terminal Manggis melalui sejumlah kapal pengangkut yang dikerahkan Pertamina Patra Niaga, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketersediaan BBM sekaligus menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat Bali.

Di lapangan, Pertamina Patra Niaga tercatat menyalurkan sekitar 3 juta liter BBM per hari ke Bali, jauh di atas konsumsi normal Pertalite yang berkisar 2,2 juta liter per hari.

Sebanyak 66 SPBU di wilayah Denpasar dan Badung kini beroperasi selama 24 jam penuh, didukung tambahan 16 unit mobil tangki serta 100 personel TNI yang membantu kelancaran distribusi di lapangan.

Gubernur Bali menyebut skema pembelian ganjil-genap yang diterapkan sejak Sabtu, 17 Oktober 2026, terbukti efektif mengurai antrean panjang di sejumlah SPBU, sehingga kebijakan tersebut diperpanjang hingga Jumat, 23 Oktober 2026.

Bahlil turut menjelaskan bahwa istilah cadangan 15 hari tidak berarti stok akan habis setelah 15 hari berlalu, mengingat pasokan terus mengalir dan diisi ulang secara berkelanjutan.

“Bukan berarti 15 hari itu habis. Enggak. Dia bergulir terus, datang terus,” ujarnya, mengibaratkan kondisi tersebut seperti bak air di rumah yang terus-menerus diisi ulang.

Antrean BBM di Bali sendiri muncul sejak pekan lalu akibat beberapa faktor, mulai dari kendala proses bongkar muat kapal tanker, gelombang laut yang tinggi, hingga lonjakan pembelian masyarakat.

Pemerintah turut mengevaluasi kondisi distribusi di sejumlah wilayah lain seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera, di mana pendangkalan sungai membuat sebagian pengiriman BBM harus dialihkan melalui jalur darat.

Secara nasional, Bahlil memastikan cadangan Pertalite berada pada kisaran 16 sampai 18 hari, sementara jenis BBM lainnya tercatat di atas 20 hari, sehingga fokus pemerintah saat ini diarahkan pada percepatan distribusi di daerah yang sempat mengalami kendala.

“Sekarang distribusinya yang kita perlancar,” katanya.

Direktur Utama Pertamina turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali atas kendala distribusi yang terjadi, sekaligus berkomitmen agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Pemerintah, Pertamina, dan Pemerintah Provinsi Bali akan terus mengevaluasi kondisi distribusi BBM setiap hari, guna memastikan layanan kembali normal dan mendukung kelancaran aktivitas warga maupun sektor pariwisata di Pulau Dewata.

Baca Juga: Pendidikan Merata Bukan Sekadar Janji, Pembiayaan Adil Jadi Kunci

Informasi lebih lanjut mengenai kebijakan energi nasional dapat diakses melalui laman resmi Kementerian ESDM di esdm.go.id.

One response to “Stok BBM Bali Aman 15 Hari, Pertamina Tambah Kapal Distribusi”

  1. […] Baca Juga: Stok BBM Bali Aman 15 Hari, Pertamina Tambah Kapal Distribusi […]

Leave a Comment

Related Post