sekitarmalangraya – Di tengah kekhawatiran publik terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan yang masih melanda sejumlah wilayah Kalimantan, Otorita Ibu Kota Nusantara memastikan proyek pembangunan di IKN tetap berjalan sesuai target.
Kabut asap yang sempat menyelimuti kawasan inti pusat pemerintahan dipastikan tidak menghambat aktivitas konstruksi di lapangan.
Direktur Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Otorita IKN, Lazuardi Nasution, menegaskan bahwa seluruh pekerjaan pembangunan masih berlangsung normal meski kualitas udara di sekitar kawasan sempat memburuk akibat karhutla.
“Sejauh ini pembangunan di IKN terus berlanjut,” ujar Lazuardi, Kamis, 29 Oktober 2026.
ISPU Sempat Tembus 115, Kini Kembali di Bawah 100
Lazuardi memaparkan bahwa Otorita IKN terus memantau Indeks Standar Pencemaran Udara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan.
Berdasarkan pemantauan terbaru, ISPU di kawasan tersebut saat ini berada pada kisaran 75 hingga 90, meski sempat menembus angka 100 sampai 115 pada beberapa waktu sebelumnya akibat sebaran asap karhutla.
“Memang pada saat kejadian beberapa waktu sempat meningkat. Namun, kondisi kabut asap kaitannya ISPU di KIPP saat ini di bawah 100,” kata Lazuardi.
Di tengah kondisi tersebut, Lazuardi menjelaskan bahwa aktivitas para pekerja di lapangan masih berlangsung seperti biasa, dengan fokus pembangunan saat ini tertuju pada penyelesaian gedung legislatif dan yudikatif di kawasan inti IKN.
“Masih melaksanakan pekerjaan seperti biasa. Pembangunan yang saat ini sedang difokuskan khususnya gedung legislatif dan yudikatif,” ucapnya.
Baca Juga: Polisi Tetapkan 12 Tersangka dalam Dugaan Rencana Aksi Kerusuhan di Malang
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada progres pembangunan yang mengalami keterlambatan akibat kondisi kabut asap tersebut, mengingat seluruh tahapan proyek masih mengikuti jadwal dan target yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Tidak ada lambatan, masih terus berlanjut, progres masih berjalan, dan juga masih mengikuti sesuai waktu dan target yang ditetapkan,” imbuhnya.
Meski demikian, Lazuardi menegaskan bahwa penanganan karhutla di sekitar kawasan IKN tetap menjadi prioritas dan terus dilakukan secara berkelanjutan, sebagai bagian dari antisipasi dampak kebakaran selama musim kemarau yang turut dipengaruhi fenomena El Nino tahun ini.
“Kami melihat karhutla ini memang perlu diantisipasi dan ditangani. Untuk itu, penanganan terus kami lakukan seiring dengan musim kemarau dan El Nino,” ucap Lazuardi.
Sebagai langkah antisipasi bagi kesehatan masyarakat di sekitar kawasan, Otorita IKN turut mengimbau warga untuk menggunakan masker selama kualitas udara belum sepenuhnya membaik.
Kelompok rentan seperti lanjut usia dan anak-anak diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan guna menghindari paparan asap yang berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan.
“Kami selalu mengimbau masyarakat agar menggunakan masker dengan kualitas udara seperti saat ini. Khususnya bagi manula, lansia, dan juga anak-anak untuk mengurangi aktivitas di luar rumah,” pungkasnya.
Pernyataan Otorita IKN ini menyusul laporan sebelumnya yang menyebutkan bahwa luasan area terdampak karhutla di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN telah mencapai sekitar 92 hektare.
Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak terkait untuk terus memperkuat koordinasi penanganan, baik dari sisi pemadaman di lapangan maupun pemantauan kualitas udara secara berkala.
Karhutla memang masih menjadi tantangan besar bagi sejumlah wilayah di Kalimantan sepanjang musim kemarau tahun ini, mulai dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Barat, dengan dampak kabut asap yang turut dirasakan hingga ke kawasan IKN di Kalimantan Timur.
Baca Juga: BKAD Kota Malang Pacu Sertifikasi 160 Aset hingga Akhir 2026
Dengan kepastian bahwa progres pembangunan tetap berjalan sesuai target, publik berharap penanganan karhutla di sekitar kawasan IKN dapat terus diperkuat, sehingga dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat maupun kualitas udara di Ibu Kota Nusantara dapat segera ditekan secara signifikan.









Leave a Comment