Harga Bahan Pangan Naik, Petani Kanada Gagas Program Belanja Bersama

Mazaya Farandy

September 24, 2026

5
Min Read
Harga bahan pangan yang terus menjadi perhatian konsumen mendorong seorang petani di Abbotsford, Kanada, mencoba cara berbeda untuk membantu masyarakat mendapatkan buah dan sayuran dengan harga lebih terjangkau.

sekitarmalangraya – Harga bahan pangan yang terus menjadi perhatian konsumen mendorong seorang petani di Abbotsford, Kanada, mencoba cara berbeda untuk membantu masyarakat mendapatkan buah dan sayuran dengan harga lebih terjangkau.

Gagan Singh, petani generasi kedua, menggagas program community group buy yang mempertemukan konsumen dengan hasil pertanian lokal melalui pembelian dalam jumlah besar.

Program tersebut hadir ketika biaya belanja kebutuhan sehari-hari dirasakan semakin berat oleh sebagian keluarga.

Alih-alih membuat konsumen membeli sendiri dalam jumlah kecil melalui toko ritel, Singh mengumpulkan kontribusi peserta untuk melakukan pembelian langsung dari petani. Gagasan ini sekaligus mencoba memperpendek rantai antara produsen dan konsumen.

Petani Kanada Gagas Community Group Buy

Singh mengembangkan program tersebut di Abbotsford, wilayah yang berada di Fraser Valley dan memiliki banyak aktivitas pertanian.

Menurut laporan CityNews Vancouver, Singh melihat persoalan harga bahan pangan dari sisi konsumen sekaligus produsen.

Ia kemudian mengusulkan pembelian bersama agar masyarakat dapat memperoleh produk segar dengan harga grosir.

Mekanismenya relatif sederhana. Setiap keluarga peserta memberikan kontribusi 100 dolar Kanada per bulan.

Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk membeli hasil pertanian secara grosir langsung dari petani lokal.

Setelah produk dikumpulkan, hasil pembelian dibawa ke titik pengambilan agar peserta dapat mengambil pesanannya.

Laporan CityNews pada 10 September 2026 menyebut sudah ada 160 keluarga yang mendaftar dalam tahap pilot tersebut.

Karena masih merupakan uji coba selama tiga bulan, program ini belum dapat dianggap sebagai solusi yang telah terbukti untuk mengatasi persoalan harga bahan pangan secara luas.

Baca Juga : Program Magang Diserbu 350 Ribu Pelamar, 40 Ribu Lolos

160 Keluarga Ikut Pembelian Pangan Bersama

Konsep pembelian bersama membuat keluarga peserta menjadi bagian dari satu kelompok pembeli. Uang yang dikumpulkan secara kolektif memberikan daya tawar yang berbeda dibandingkan pembelian satu keluarga dalam jumlah kecil.

Konsumen juga tidak harus datang sendiri ke setiap kebun. Peserta dari berbagai wilayah Lower Mainland membentuk kelompok berdasarkan lokasi agar pengambilan barang dapat dilakukan bersama.

Pola tersebut membuat program tidak hanya berkaitan dengan harga bahan pangan, tetapi juga membangun interaksi antarwarga.

Singh mengatakan mekanisme itu dapat membuat masyarakat kembali mengandalkan jaringan komunitas.

Pengalaman peserta yang juga menunjukkan bahwa pembelian bersama membuat beberapa keluarga dapat memperoleh buah yang sebelumnya dianggap terlalu mahal untuk dibeli secara rutin.

Namun, besarnya manfaat bagi setiap keluarga tentu bergantung pada produk yang tersedia, jumlah pembelian, biaya logistik, dan mekanisme program.

Karena itu, angka penghematan yang disebut dalam laporan sebaiknya dipahami sebagai contoh harga pada program tersebut, bukan gambaran harga bahan pangan di seluruh Kanada.

Harga Buah dan Sayuran Dibeli Secara Grosir

Salah satu alasan program tersebut menarik perhatian adalah perbedaan harga yang disampaikan Singh.

Ia mencontohkan buah persik yang menurutnya dijual sekitar 5 dolar Kanada per pon di tingkat toko, sementara melalui pembelian program diperoleh sekitar 1,50 dolar per pon. Ia juga menyebut wortel yang biasanya sekitar 4 dolar per ikat dapat diperoleh sekitar 1,25 dolar.

Perbandingan itu menunjukkan bagaimana pembelian langsung dalam jumlah besar berpotensi mengurangi selisih harga antara produsen dan konsumen.

Akan tetapi, angka tersebut merupakan contoh yang disampaikan Singh kepada CityNews, bukan hasil survei harga pasar yang mencakup seluruh toko atau wilayah Kanada.

Dalam sistem yang sedang dikembangkan Singh, konsumen melakukan satu pesanan untuk produk dari beberapa pertanian.

Situs Community Delivery Program miliknya menjelaskan bahwa peserta dapat membeli dari beberapa pertanian lokal, melakukan pembayaran, kemudian mengambil pesanan di hub yang ditentukan.

Sistem tersebut juga mencantumkan biaya partisipasi dan biaya pengiriman sebagai bagian dari mekanisme operasional.

Artinya, harga bahan pangan yang dibayar konsumen tidak hanya dipengaruhi oleh harga dari petani, tetapi juga oleh mekanisme distribusi dan biaya operasional program.

Bukan Hanya Konsumen, Petani Juga Mendapat Manfaat

Pembelian langsung dalam jumlah besar juga dirancang agar petani memperoleh pasar yang lebih pasti.

Singh menjelaskan kepada CityNews bahwa ia melakukan negosiasi berdasarkan jumlah produk yang akan dibeli dan harga terbaik yang dapat diberikan petani.

Dalam contoh yang disampaikannya, petani yang biasanya menjual dengan harga 1 dolar dapat memperoleh 1,50 dolar melalui skema pembelian tersebut.

Pernyataan itu menunjukkan tujuan program bukan sekadar menekan harga bahan pangan bagi konsumen, tetapi juga mencari titik temu agar petani tetap memperoleh nilai dari hasil panennya.

Situs program Singh menyebut sistem tersebut dirancang agar petani menerima nilai penuh dari penjualan produknya, sementara sebagian biaya digunakan untuk kebutuhan staf dan logistik.

Program juga mencantumkan skema subsidi hingga 10 dolar untuk pesanan keluarga yang memenuhi persyaratan.

Dengan demikian, model ini mencoba mengubah hubungan antara petani dan pembeli. Konsumen mendapatkan akses langsung terhadap produk pertanian, sedangkan petani memperoleh saluran penjualan tanpa sepenuhnya bergantung pada toko ritel.

Baca Juga : Klasemen Medali Asian Games 2026 Hari Ini 23 September

Gagan Singh Ingin Perluas Program

Tahap awal program masih berfokus pada buah dan sayuran. Singh memiliki rencana untuk memperluas skema tersebut ke produk daging dan susu apabila pengembangannya berlanjut.

Gagasan tersebut sejalan dengan aktivitas Singh sebelumnya yang juga berfokus pada pembangunan komunitas.

Fraser Valley Today melaporkan pada Mei 2026 bahwa Singh mengadakan kegiatan komunitas terbuka di Singh Farms dan melihat kegiatan tersebut sebagai cara untuk memperkuat hubungan antarwarga.

Meski demikian, program pembelian bersama masih berada pada tahap pilot. Keberlanjutannya akan bergantung pada kemampuan mengelola pasokan, distribusi, partisipasi konsumen, serta hubungan dengan para petani.

Di tengah perhatian terhadap harga bahan pangan, langkah Singh memperlihatkan salah satu pendekatan alternatif yang sedang diuji di tingkat komunitas.

Model tersebut belum dapat disebut sebagai jawaban tunggal atas persoalan harga, tetapi memberikan contoh bagaimana pembelian kolektif dapat digunakan untuk mencoba memperpendek jarak antara petani dan konsumen.

One response to “Harga Bahan Pangan Naik, Petani Kanada Gagas Program Belanja Bersama”

  1. […] Baca Juga: Harga Bahan Pangan Naik, Petani Kanada Gagas Program Belanja Bersama […]

Leave a Comment

Related Post