sekitarmalangraya – Rusia berjanji akan membalas usai ibu kota Moskow dan wilayah sekitarnya diserang oleh ratusan drone Ukraina yang menewaskan sedikitnya dua orang.
Serangan tersebut disebut sebagai salah satu serangan drone terbesar yang menyasar Moskow sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai pada 2022.
Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan lebih dari 1.600 drone berhasil dicegat dan ditembak jatuh, dengan sekitar 450 drone di antaranya diarahkan langsung ke ibu kota Rusia.
Ia menuduh Ukraina sengaja melancarkan serangan itu untuk mengganggu jalannya pemilihan umum parlemen yang tengah berlangsung selama tiga hari.
“Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini jelas direncanakan dengan tujuan mengganggu jalannya pemilu. Musuh gagal melakukannya,” ujar Sobyanin melalui Telegram.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memuji hasil serangan dan menyebut dampaknya sangat signifikan bagi Rusia.
Ia menegaskan bahwa target serangan menyasar fasilitas industri minyak utama Rusia serta fasilitas logistik yang menopang pembiayaan perang.
“Respons jarak jauh kami memberikan dampak yang sangat signifikan di wilayah Moskow tadi malam. Salah satu fasilitas industri minyak utama Rusia dan fasilitas logistik pihak agresor terkena serangan. Ini melibatkan miliaran dolar yang menopang mesin perang mereka,” kata Zelensky.
Baca Juga: Dinkes Malang Catat 15 Kasus Influenza, 10 di Antaranya H3N2
Dua Korban Jiwa Akibat Serangan Drone
Gubernur wilayah Moskow, Andrey Vorobyov, menyampaikan bahwa sedikitnya dua orang tewas akibat insiden tersebut, yaitu seorang wanita berusia 44 tahun dan seorang pria lanjut usia yang meninggal di dua lokasi berbeda.
Serangan itu turut memicu kebakaran setelah sebuah drone jatuh mengenai gedung berlantai 21, yang memaksa sekitar 400 orang dievakuasi dari lokasi kejadian.
Sobyanin belum merinci lebih lanjut asal-usul drone yang menghantam gedung tersebut.
Selain di Moskow, serangan drone Ukraina juga menghantam sebuah bus di wilayah Kherson, Ukraina selatan yang diduduki Rusia, dan menewaskan dua orang, termasuk seorang anggota komisi pemilihan umum setempat.
Serangan drone tersebut turut menyasar area kilang minyak di Moskow, yang sebelumnya beberapa kali menjadi target serangan Ukraina dalam beberapa bulan terakhir.
Sobyanin menyebutkan sebuah fasilitas di kawasan kilang minyak Moskow mengalami kerusakan, meskipun sejauh ini belum ada laporan korban jiwa di lokasi tersebut.
Serangan ini terjadi tidak lama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Ukraina dan Rusia telah sepakat untuk tidak saling menargetkan fasilitas energi masing-masing.
Peristiwa ini juga bertepatan dengan berlangsungnya pemilihan umum parlemen pertama di Rusia sejak pengiriman pasukan ke Ukraina pada Februari 2022, yang memicu konflik dan menelan ratusan ribu korban jiwa.
Kementerian Pertahanan Rusia menuduh Ukraina berupaya mengganggu kehendak demokratis warga Rusia melalui rangkaian serangan tersebut.
Kementerian itu menegaskan bahwa militer Rusia akan segera membalas melalui serangan berpresisi tinggi.
“Sebagai respons terhadap serangan rezim Kyiv terhadap target sipil di wilayah Rusia, tentara Rusia akan melanjutkan dan mengintensifkan serangan berpresisi tinggi terhadap target militer di Kyiv,” demikian pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Rusia.
Baca Juga: Pendapatan Daerah Rp26,4 Triliun, Banggar Jatim Nyatakan Raperda APBD 2027 Layak Dibahas
Hanya partai-partai pendukung Presiden Vladimir Putin dan kampanye militer Kremlin yang diizinkan mengikuti pemilihan umum tersebut, termasuk pemungutan suara yang turut digelar di sejumlah wilayah Ukraina yang diduduki Rusia.
Meski partai Rusia Bersatu pimpinan Putin diperkirakan kembali meraih kemenangan mudah, pemilu ini dinilai menjadi tolok ukur dukungan publik terhadap kelanjutan perang.
Sejumlah gambar yang beredar dari lokasi kejadian menunjukkan kerusakan berupa lubang besar pada gedung apartemen bertingkat di kawasan pinggiran Moskow.
Gambar lainnya memperlihatkan asap hitam membubung tinggi dari lokasi yang diduga fasilitas pengolahan minyak yang terkena dampak serangan.
Konflik antara Rusia dan Ukraina yang telah memasuki tahun kelima ini terus diwarnai eskalasi serangan lintas wilayah, khususnya yang menyasar infrastruktur energi sebagai sumber pendapatan vital bagi kedua belah pihak dalam mendanai upaya perang mereka.
Kampanye serangan drone jarak jauh yang dilancarkan Kyiv dalam beberapa bulan terakhir turut menyasar fasilitas penting yang dinilai berkontribusi terhadap kelanjutan operasi militer Rusia.









Leave a Comment