Gempa M5,2 Guncang Malang, Getaran Terasa di Sejumlah Wilayah

Bima Yoga

September 14, 2026

3
Min Read
Gempa M5,2 Guncang Malang, Getaran Terasa di Sejumlah Wilayah
Gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,2 mengguncang wilayah pesisir selatan Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Senin pagi, 14 September 2026, pukul 08.42 WIB.

sekitarmalangraya – Gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,2 mengguncang wilayah pesisir selatan Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Senin pagi, 14 September 2026, pukul 08.42 WIB.

Guncangan tersebut dilaporkan merambat cukup luas dan dirasakan di sejumlah wilayah lain di Jawa Timur.

Berdasarkan pemutakhiran data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, pusat gempa berlokasi di laut pada koordinat 9,52 Lintang Selatan dan 112,85 Bujur Timur.

Episenter gempa berada sekitar 156 kilometer arah tenggara Kabupaten Malang, dengan kedalaman tergolong dangkal, yakni 10 kilometer.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Malang, Ricko Kardoso, menjelaskan bahwa sebaran guncangan gempa mencakup wilayah pesisir selatan hingga kawasan tapal kuda Jawa Timur.

Berdasarkan peta tingkat guncangan, gempa dirasakan di Pacitan, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, Kediri, Bondowoso, hingga Kota Batu.

Getaran Level II-III MMI, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

“Skala intensitas guncangan di wilayah-wilayah tersebut tercatat pada level II-III MMI,” kata Ricko, Senin, 14 September 2026.

Ricko menjelaskan bahwa pada skala tersebut, getaran umumnya dirasakan cukup nyata di dalam rumah, layaknya sensasi ada truk besar yang sedang melintas, dengan sejumlah benda ringan yang digantung turut terpantau bergoyang.

Baca Juga: BPBD Malang Pastikan Api di Jemplang Bromo Telah Padam

Meski guncangan dirasakan hingga sembilan kabupaten dan kota, Ricko memastikan tidak ada ancaman bahaya tsunami bagi kawasan pesisir yang terdampak.

“Hasil pemodelan dan analisis kami menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegasnya.

Pihak BMKG turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu maupun informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Masyarakat diminta memastikan setiap informasi yang diterima bersumber dari kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi oleh BMKG, guna menghindari kesimpangsiuran yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Hingga informasi ini dihimpun, belum ada laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten terkait adanya kerusakan bangunan akibat guncangan gempa tersebut.

BMKG bersama pemerintah daerah terkait tetap melakukan pemantauan lanjutan guna memastikan tidak ada dampak susulan yang perlu diwaspadai masyarakat.

Wilayah selatan Jawa Timur, termasuk perairan di sekitar Kabupaten Malang, memang dikenal sebagai kawasan yang cukup aktif secara seismik, mengingat posisinya yang berhadapan langsung dengan zona subduksi Lempeng Indo-Australia di selatan Pulau Jawa.

Kondisi geologis tersebut membuat wilayah ini kerap menjadi lokasi episenter berbagai gempa bumi dengan kekuatan bervariasi sepanjang tahun.

BMKG menegaskan pentingnya masyarakat memahami langkah-langkah mitigasi dasar dalam menghadapi potensi gempa bumi, seperti mengenali titik evakuasi aman, memastikan kondisi bangunan tempat tinggal cukup kokoh, serta tidak panik saat terjadi guncangan agar proses penyelamatan diri dapat berjalan lebih tertib dan terarah.

Kejadian gempa magnitudo 5,2 di Malang ini menambah rentetan aktivitas kegempaan yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia belakangan ini, sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir selatan Jawa untuk senantiasa waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana kegempaan di masa mendatang.

Dengan tidak adanya potensi tsunami yang dikonfirmasi BMKG, masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk kembali beraktivitas seperti biasa, sembari tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan berkekuatan lebih kecil yang lazim terjadi setelah gempa utama, serta terus memantau perkembangan informasi resmi dari otoritas berwenang.

Baca juga: Tiga Kali Erupsi, Gunung Semeru Semburkan Abu hingga 1.000 Meter

Rangkaian kejadian ini menegaskan bahwa kawasan selatan Jawa memang perlu terus mendapat perhatian dari sisi mitigasi bencana, mengingat karakteristik zona subduksi yang membentang di sepanjang pesisir selatan pulau tersebut.

Pemerintah daerah di wilayah-wilayah yang merasakan guncangan turut diimbau untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi infrastruktur publik, seperti sekolah, fasilitas kesehatan, dan bangunan pemerintahan, guna memastikan tidak ada kerusakan tersembunyi yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat meski secara kasat mata belum ditemukan laporan kerusakan signifikan pascagempa.

One response to “Gempa M5,2 Guncang Malang, Getaran Terasa di Sejumlah Wilayah”

  1. […] Baca Juga: Gempa M5,2 Guncang Malang, Getaran Terasa di Sejumlah Wilayah […]

Leave a Comment

Related Post