sekitarmalangraya – Kontingen Indonesia menutup perjuangan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan catatan yang melampaui sasaran awal.
Tim Merah Putih membawa pulang 39 medali, terdiri atas lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu, sekaligus menempati posisi ke-16 klasemen akhir.
Hasil tersebut menjadi capaian penting karena Indonesia sebelumnya memasang target empat medali emas untuk ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.
Tambahan satu emas membuat target itu terlampaui ketika seluruh pertandingan berakhir pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Berdasarkan data resmi yang dihimpun pada hari terakhir kompetisi, lima emas Indonesia berasal dari empat cabang olahraga.
Bulu tangkis menjadi penyumbang dua emas melalui nomor beregu putra serta ganda putra Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin.
Tiga emas lainnya dipersembahkan Rahmat Erwin Abdullah dari angkat besi, Desak Made Rita Kusuma Dewi dari panjat tebing, serta Nurisa Dian Ashrifah dari panahan.
Baca Juga: TNI Rayakan HUT ke-81 Hari Ini, Prabowo Akan Resmikan Satuan Baru
Lima Emas Indonesia dan Capaian 39 Medali
Perjalanan menuju target empat emas sebenarnya sudah terpenuhi sebelum Asian Games berakhir. Desak Made Rita meraih emas keempat Indonesia melalui nomor speed putri panjat tebing pada 30 September.
Capaian itu sekaligus disertai rekor Asian Games dan rekor Asia dengan waktu 6,062 detik.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir ketika itu menyampaikan apresiasi atas perjuangan Desak Made. “Alhamdulillah, Indonesia kembali meraih emas. Ini menjadi emas keempat Indonesia di Asian Games kali ini, sekaligus memenuhi target empat emas yang kita tetapkan,” ujar Erick.
Namun, pencapaian kontingen belum berhenti setelah target terpenuhi. Indonesia masih memiliki peluang menambah medali hingga pertandingan terakhir.
Pada akhirnya, satu emas tambahan membuat total raihan menjadi lima emas dan membawa jumlah keseluruhan medali mencapai 39.
Selain lima emas, Indonesia mengumpulkan 11 medali perak dari sejumlah cabang olahraga. Perolehan tersebut antara lain berasal dari bulu tangkis, voli pantai, esports, padel, dayung, sepak takraw, menembak, selancar, dan teqball.
Sementara itu, 23 medali perunggu datang dari berbagai cabang, termasuk bulu tangkis, kano sprint, BMX Racing, mountain bike, karate, MMA, padel, sepak takraw, menembak, soft tennis, teqball, angkat besi, dan wushu.
Pencapaian Indonesia juga diwarnai sejumlah catatan khusus. Tim bulu tangkis putra mengakhiri penantian 28 tahun untuk kembali meraih medali emas Asian Games.
Rahmat Erwin mencatat rekor dunia pada kelas 75 kilogram angkat besi, sedangkan Desak Made menorehkan rekor Asia.
Nurisa Dian Ashrifah turut mencatat sejarah dengan mempersembahkan emas pertama Indonesia dari cabang panahan dalam ajang Asian Games.
Hasil akhir menempatkan Indonesia di peringkat ke-16 klasemen medali. China menjadi juara umum dengan 169 emas, disusul Jepang dengan 83 emas dan Korea Selatan dengan 39 emas.
Perbandingan tersebut menunjukkan ketatnya persaingan antarkontingen di Asian Games Aichi-Nagoya.
Pemerintah juga menjadikan hasil ini sebagai bahan evaluasi pembinaan olahraga nasional.
Baca Juga: Densus 88 Tangkap 11 Terduga Terorisme, Operasi Menjangkau 6 Provinsi
Capaian lima emas memang melampaui target, tetapi komposisi keseluruhan medali dan posisi akhir klasemen tetap menjadi bahan pertimbangan untuk menyiapkan strategi menghadapi kompetisi multievent berikutnya.
Informasi resmi mengenai hasil Asian Games 2026 dan kebijakan pembinaan olahraga dapat dipantau melalui informasi resmi pemerintah.
Dengan total 39 medali, kontingen Indonesia menutup kompetisi dengan capaian yang melebihi target emas, sekaligus membawa sejumlah prestasi individual dan tim yang menjadi catatan penting bagi perjalanan olahraga nasional.









Leave a Comment