Densus 88 Tangkap 11 Terduga Terorisme, Operasi Menjangkau 6 Provinsi

Bima Yoga

October 5, 2026

3
Min Read
Densus 88 Tangkap 11 Terduga Terorisme, Operasi Menjangkau 6 Provinsi
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali membongkar jaringan terduga terorisme di sejumlah wilayah Indonesia dalam operasi berskala besar yang digelar secara serentak akhir pekan lalu.

sekitarmalangraya – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali membongkar jaringan terduga terorisme di sejumlah wilayah Indonesia dalam operasi berskala besar yang digelar secara serentak akhir pekan lalu.

Sebanyak 11 tersangka tindak pidana terorisme berhasil diamankan dalam operasi yang menjangkau enam provinsi sekaligus, mulai dari Sumatra hingga wilayah timur Indonesia.

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Mayndra Eka Wardhana mengatakan, penegakan hukum tersebut dilakukan secara serentak sejak Jumat (2/10) di enam wilayah, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Riau, dan Maluku Utara.

“Penegakan hukum dilakukan serentak di enam Provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Riau, dan Maluku Utara,” kata Mayndra kepada wartawan, Minggu (4/10).

Adapun 11 tersangka yang diamankan yaitu HN (43), SM alias NM (52), HA (45), YDKAP (22), Y (36), S (49), A (32), CG (29), MF (37), AF (26), dan MW (42).

Para tersangka diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan yang terafiliasi paham Daulah Islamiyah, serta jaringan terorisme lainnya.

Baca Juga: Gempa M4,0 dan M4,6 Guncang Sukabumi-Malang, Ini Data Terbarunya

Densus 88 Menemukan Jejak Latihan Fisik dan Menembak

Mayndra menjelaskan, hasil penyelidikan sementara menemukan adanya keterhubungan antartersangka di lintas wilayah, khususnya melalui kegiatan pertemuan yang dilakukan secara daring.

“Khususnya melalui kegiatan pertemuan secara daring, dari indoktrinasi, konsolidasi jaringan dan aktivitas pembinaan. Salah satu pola yang ditemukan adalah penyelenggaraan pertemuan secara daring yang menghubungkan sejumlah pendukung Daulah Islamiyah dari beberapa daerah secara virtual,” bebernya.

Selain pola komunikasi daring, dalam rangkaian penyidikan, Densus 88 juga menemukan dugaan kegiatan pelatihan yang dilakukan oleh sebagian tersangka, mulai dari latihan fisik hingga latihan menembak.

“Dalam kegiatan penyidikan juga ditemukan dugaan adanya kegiatan pelatihan pada sebagian tersangka. Dari latihan fisik, menembak, serta kegiatan pelatihan lainnya yang terkait dengan aktivitas militansi terorisme,” ujar Mayndra.

Setelah melakukan penangkapan, Densus 88 melanjutkan proses penyidikan dengan sejumlah tindakan lanjutan terhadap para tersangka maupun barang bukti yang berhasil diamankan dari lokasi penggeledahan.

“Setelah melaksanakan penangkapan, Densus 88 AT Polri melakukan rangkaian tindakan penyidikan, termasuk penggeledahan, penyitaan dan pemeriksaan barang bukti, pemeriksaan saksi dan tersangka, berdasarkan SOP yang ada,” jelasnya.

Mayndra menegaskan, proses penyidikan terhadap 11 tersangka tersebut hingga kini masih terus berlangsung.

Penyidik masih mendalami lebih jauh barang bukti yang ditemukan, termasuk keterhubungan masing-masing tersangka dengan individu maupun jaringan terorisme lain yang mungkin belum terungkap.

“Densus 88 AT Polri menegaskan bahwa proses penyidikan masih terus berlangsung. Penyidik akan mendalami barang bukti yang ditemukan serta keterhubungan masing-masing tersangka dengan individu maupun jaringan lain,” pungkasnya.

Penangkapan 11 tersangka di enam provinsi ini menjadi salah satu operasi besar Densus 88 sepanjang tahun ini, mengingat cakupan wilayahnya yang membentang dari Sumatra, Jawa, hingga Sulawesi dan Maluku Utara.

Luasnya jangkauan operasi tersebut mengindikasikan bahwa jaringan yang diduga terafiliasi paham Daulah Islamiyah ini telah menyebar di berbagai daerah.

Temuan dugaan pelatihan fisik dan menembak dalam kasus ini turut menjadi perhatian serius, mengingat hal tersebut berpotensi mengarah pada persiapan aksi kekerasan yang lebih terorganisasi.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi aktivitas mencurigakan yang mengarah pada paham radikalisme maupun terorisme di lingkungan sekitar.

Operasi lintas provinsi semacam ini juga menunjukkan kompleksitas kerja aparat dalam menangani jaringan terorisme yang kian adaptif memanfaatkan ruang digital untuk melakukan indoktrinasi dan konsolidasi tanpa harus bertatap muka secara langsung.

Kepolisian menegaskan komitmennya untuk terus memberantas jaringan terorisme hingga ke akar-akarnya, sekaligus mencegah potensi aksi kekerasan yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat luas di Indonesia.

Baca Juga: ISPA Meningkat di Jatim, Kelompok Rentan Perlu Lebih Waspada

Masyarakat juga diharapkan berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing dari potensi penyebaran paham radikal, termasuk dengan tidak mudah terpengaruh ajakan maupun konten yang mengarah pada kekerasan atas nama ideologi tertentu.

Informasi lebih lanjut mengenai penanggulangan terorisme dapat diakses melalui laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.

One response to “Densus 88 Tangkap 11 Terduga Terorisme, Operasi Menjangkau 6 Provinsi”

  1. […] Baca Juga: Densus 88 Tangkap 11 Terduga Terorisme, Operasi Menjangkau 6 Provinsi […]

Leave a Comment

Related Post