sekitarmalangraya – Suasana dini hari yang biasanya sepi di kawasan Jalan Bondowoso, Kota Malang, mendadak diwarnai kepanikan setelah sebuah ruko dilalap api.
Kebakaran melanda ruko furnitur dan elektronik bernama Toko Ogan di Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Kamis (1/10) dini hari.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun seorang penjaga malam sempat terjebak di dalam bangunan hingga mengalami luka bakar.
Petugas UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang menerima laporan kejadian pada pukul 02.55 WIB. Sebanyak 13 personel dengan empat unit mobil pemadam diterjunkan ke lokasi untuk menangani kebakaran tersebut.
Kepala UPT Damkar Kota Malang Pandu Rizki Darmawan mengatakan, petugas bergerak hanya dua menit setelah laporan diterima dan tiba di lokasi sekitar pukul 03.05 WIB.
“Petugas tiba di lokasi, kemudian melakukan size up dan mencari akses untuk menyelamatkan korban yang terjebak,” ujar Pandu, Kamis (1/10).
Baca Juga: Gaji di Bawah Rp10 Juta Dapat Keringanan Pajak Mulai 2027
Proses Evakuasi Jadi Prioritas Utama Petugas
Dalam kejadian tersebut, seorang penjaga malam bernama Farid Efendi (20) dilaporkan terjebak di dalam ruko. Pemuda asal Tirtoyudo, Kabupaten Malang, itu mengalami luka bakar akibat insiden tersebut.
Setelah berhasil dievakuasi petugas, Farid langsung dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Pandu menegaskan, penanganan di lokasi kejadian tidak hanya difokuskan pada upaya pemadaman api, tetapi juga memastikan keselamatan korban yang masih berada di dalam bangunan terlebih dahulu.
“Prioritas pertama petugas adalah mencari akses untuk menyelamatkan korban yang terjebak. Setelah korban berhasil dievakuasi, pemadaman dan pendinginan dilanjutkan sampai lokasi dipastikan aman,” ucapnya.
“Setelah korban berhasil dievakuasi, petugas melakukan pemadaman dan pendinginan hingga dipastikan lokasi sudah aman,” terangnya.
Petugas mulai melakukan operasi pemadaman sekitar pukul 03.06 WIB. Proses penanganan berlangsung sekitar 90 menit, hingga api dinyatakan berhasil ditangani sepenuhnya pada pukul 04.36 WIB.
Tim Damkar kemudian meninggalkan lokasi pada pukul 04.50 WIB dan tiba kembali di markas pada pukul 05.00 WIB, menandai berakhirnya seluruh rangkaian penanganan kebakaran yang berlangsung sejak dini hari tersebut.
Berdasarkan laporan awal, kebakaran mengakibatkan area seluas sekitar 90 meter persegi terdampak, dengan total air yang digunakan selama proses pemadaman dan pendinginan mencapai sekitar 18.000 liter.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Namun demikian, penyebab pasti serta nilai kerugian material akibat insiden ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, Damkar Kota Malang mengerahkan empat unit kendaraan, yakni Ayaxx09, Matra, Trembelo, dan Tangki 04.
Petugas juga mendapat dukungan dari Polresta Malang Kota, Bhabinkamtibmas, relawan pemadam kebakaran atau Redkar, serta sejumlah unit ambulans yang turut siaga di lokasi kejadian untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya korban selama proses evakuasi dan pemadaman berlangsung.
Kejadian ini kembali menjadi pengingat bagi pemilik maupun penjaga ruko untuk lebih waspada terhadap potensi korsleting listrik, terutama pada bangunan yang menyimpan barang dagangan mudah terbakar seperti furnitur dan perangkat elektronik.
Baca Juga: HKP 2026 Makin Semarak, Disperpusip Jatim Hadirkan Pameran hingga Bedah Buku
Pemeriksaan berkala terhadap instalasi kelistrikan, termasuk kondisi kabel dan sambungan daya pada perangkat elektronik yang dipajang di toko, dapat membantu mencegah risiko kebakaran serupa di kemudian hari.
Ketersediaan alat pemadam api ringan di area ruko juga disarankan sebagai langkah antisipasi awal sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.









Leave a Comment