China Kembali Gunakan Diplomasi Panda dalam Hubungan dengan AS

Bima Yoga

September 28, 2026

3
Min Read
China Kembali Gunakan Diplomasi Panda dalam Hubungan dengan AS
China kembali memakai salah satu alat diplomasi lunaknya yang paling dikenal dalam hubungan dengan Amerika Serikat.

sekitarmalangraya – China kembali memakai salah satu alat diplomasi lunaknya yang paling dikenal dalam hubungan dengan Amerika Serikat.

Presiden Xi Jinping mengumumkan bahwa Beijing akan mengirim dua panda raksasa ke Kebun Binatang Atlanta, sebuah langkah yang menurut Axios dapat menjadi sinyal upaya meredakan ketegangan kedua negara.

Pengumuman itu disampaikan Xi pada Kamis (24/9) saat kunjungan tiga hari ke Washington DC bersama Presiden Donald Trump.

Xi menyebut kedua panda tersebut sebagai utusan persahabatan atau “envoy of friendship”. Kunjungan ini dijadwalkan membahas kecerdasan buatan, hubungan ekonomi, dan mineral kritis sebelum jamuan makan malam kenegaraan.

Trump menyambut Xi langsung di landasan Pangkalan Gabungan Andrews, perlakuan yang jarang diberikan kepada kepala negara yang berkunjung ke Amerika Serikat.

Dalam sambutannya, Trump menyebut hubungan keduanya sebagai persahabatan yang sangat baik.

Baca Juga: Indonesia Ajukan Pencalonan Anggota Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Dua Panda dari Chengdu untuk Atlanta

Pihak Kebun Binatang Atlanta mengonfirmasi kepada Axios bahwa pasangan panda yang dimaksud Xi adalah yang telah diumumkan pada April oleh kebun binatang tersebut bersama Asosiasi Konservasi Satwa Liar China.

Keduanya adalah Ping Ping, panda jantan, dan Fu Shuang, panda betina, yang berasal dari Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding.

Jika tiba, kedua panda itu akan menjadi penghuni pertama Kebun Binatang Atlanta sejak panda sebelumnya dikembalikan ke China pada 2024.

China lazimnya meminjamkan panda ke luar negeri untuk jangka waktu tertentu sebagai tanda niat baik, karena panda liar hanya berasal dari China, sehingga negara lain yang ingin memeliharanya biasanya harus menerimanya dari Beijing.

Diplomasi panda tidak selalu berarti hadiah. Axios mencatat bahwa China juga pernah memanfaatkan panda sebagai alat tekan ketika hubungan dengan negara lain memburuk.

Panda di Kebun Binatang Nasional Washington, misalnya, dikembalikan ke China pada 2023 saat perjanjian mereka berakhir, di tengah ketegangan kedua negara soal keamanan, ekonomi, dan isu kemanusiaan. Kesepakatan baru kemudian dicapai sekitar setahun setelahnya.

Tradisi ini punya akar sejarah panjang dalam hubungan kedua negara. Panda pertama untuk Kebun Binatang Nasional tiba setelah kunjungan bersejarah Presiden Richard Nixon dan Ibu Negara Pat Nixon ke China pada 1972 yang membuka babak baru hubungan kedua negara.

Dalam sebuah jamuan makan malam di Beijing, Pat Nixon mengaku jatuh hati pada panda, dan Perdana Menteri Zhou Enlai menjawab akan memberikan beberapa ekor.

Baca Juga: Sungai Brantas Malang Berwarna Ungu Gelap, Perum Jasa Tirta Lakukan Pengecekan

Dua bulan kemudian, Ling-Ling dan Hsing-Hsing tiba di Washington dan menjadi daya tarik utama kebun binatang hingga keduanya mati pada 1990-an.

Kini, lebih dari lima dekade kemudian, panda kembali muncul di tengah pembicaraan tingkat tinggi Washington dan Beijing, dengan agenda yang mencakup kecerdasan buatan, ekonomi, dan mineral kritis. Informasi tentang program panda raksasa dapat dilihat melalui laman resmi Kebun Binatang Nasional Smithsonian.

One response to “China Kembali Gunakan Diplomasi Panda dalam Hubungan dengan AS”

  1. […] Baca Juga: China Kembali Gunakan Diplomasi Panda dalam Hubungan dengan AS […]

Leave a Comment

Related Post