Lewat POLIRAN, Polresta Malang Kota Dorong Pengangguran Bangkit

Mazaya Farandy

October 23, 2026

3
Min Read
Melalui program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN), Polresta Malang Kota mendorong warga yang belum memiliki pekerjaan tetap agar tetap produktif.

sekitarmalangraya – Melalui program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN), Polresta Malang Kota mendorong warga yang belum memiliki pekerjaan tetap agar tetap produktif.

Program ini dijalankan Bhabinkamtibmas di wilayah lima Polsek jajaran, yakni Sukun, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Blimbing, melalui sambang serta sosialisasi langsung kepada masyarakat pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo PS mengatakan, program tersebut merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap warga yang menghadapi tantangan memperoleh pekerjaan.

Pendekatan ini diarahkan untuk memberikan motivasi, mengenali kebutuhan warga, serta mendorong mereka mengembangkan keterampilan dan peluang usaha sesuai kemampuan masing-masing.

“Dengan sambang POLIRAN, kami ingin merangkul masyarakat yang belum memiliki pekerjaan tetap agar tetap produktif dan memiliki kegiatan yang bermanfaat untuk lingkungannya,” ujar Danang, sebagaimana dikutip dalam keterangan resmi Polresta Malang Kota.

Program ini menyasar berbagai kelompok, termasuk pekerja dengan penghasilan tidak menentu, lulusan sekolah yang belum memperoleh pekerjaan, serta mahasiswa yang baru menyelesaikan pendidikan dan masih mencari peluang kerja.

Melalui pendekatan langsung, polisi berupaya memahami kondisi warga sekaligus membuka ruang pendampingan agar mereka dapat menemukan kegiatan yang sesuai dengan minat dan potensi.

Baca Juga : Pemerintah Sanksi 32 Perusahaan yang Diduga Terkait Karhutla

POLIRAN Dorong Keterampilan dan Peluang Usaha

Danang menegaskan bahwa peran anggota kepolisian di tengah masyarakat tidak terbatas pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Anggota juga diharapkan mampu memberikan motivasi, mendampingi warga, dan membantu mencari solusi sesuai kebutuhan serta kemampuan yang tersedia.

“Anggota Polri yang sudah aktif dengan masyarakat, tidak hanya menjaga kamtibmas, namun juga bisa memberikan motivasi, mendampingi, serta membantu mencari solusi sesuai kemampuan dan potensi masing-masing warga,” kata Danang.

Dalam pelaksanaannya, Bhabinkamtibmas mendorong warga mengikuti pelatihan keterampilan, mencoba berwirausaha, berdagang, atau menjalankan kegiatan produktif lain.

Pilihan kegiatan disesuaikan dengan kemampuan, minat, dan peluang yang dapat dijangkau warga. Kepolisian juga mendorong anggota untuk membantu mengidentifikasi kesempatan kerja yang relevan dengan keterampilan masyarakat.

Menurut Danang, Bhabinkamtibmas yang bertugas di 57 kelurahan di Kota Malang perlu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

Kedekatan dengan warga dinilai penting agar petugas dapat memahami persoalan yang dihadapi dan mengarahkan mereka pada pilihan yang realistis.

“Jangan sampai waktu yang dimiliki terbuang tanpa kegiatan yang bermanfaat. Kami mendorong warga untuk terus belajar, mengasah keterampilan, dan berani memulai usaha sesuai kemampuannya,” ujarnya.

Polresta Malang Kota berharap POLIRAN tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi berkembang menjadi pintu masuk pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan.

Pendampingan berkelanjutan diharapkan membantu warga meningkatkan kepercayaan diri, mengembangkan kemampuan, dan menemukan alternatif penghasilan yang lebih stabil.

Program tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang agar usaha yang dirintis warga dapat berkembang dan, jika memungkinkan, menciptakan kesempatan kerja bagi orang lain.

Namun, hasilnya bergantung pada kebutuhan masyarakat, keterampilan yang dimiliki, serta ketersediaan peluang usaha dan pekerjaan di lingkungan sekitar.

“Harapannya, dengan berkarya bisa menjadi peluang usaha yang lebih besar, secara tidak langsung turut juga menyumbang pemeliharaan kamtibmas,” tutur Danang.

POLIRAN merupakan bagian dari pendekatan humanis Polresta Malang Kota untuk memperkuat hubungan kepolisian dengan masyarakat.

Melalui sambang dan pembinaan, petugas berupaya membuka akses informasi sekaligus mendorong warga memanfaatkan waktu untuk kegiatan bernilai ekonomi.

Pelaksanaan program ini berlangsung di tengah tantangan ketenagakerjaan yang perlu ditangani melalui beragam upaya.

Sebagai konteks, tabel Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 5,69% pada 2025.

Angka ini merujuk pada periode tersebut, bukan ukuran langsung dampak POLIRAN, dan tidak dengan sendirinya menjelaskan kondisi setiap warga yang belum bekerja.

Polresta Malang Kota menyatakan akan mendorong Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) untuk terus hadir di tengah masyarakat. Melalui POLIRAN, warga yang belum bekerja diharapkan memperoleh dorongan untuk belajar, mengembangkan potensi, serta mencari jalan menuju kemandirian ekonomi secara lebih terarah tanpa kehilangan dukungan lingkungan.

Baca Juga : Demo di Malang, Mahasiswa dan Warga Desak Evaluasi Pemerintahan Prabowo-Gibran

One response to “Lewat POLIRAN, Polresta Malang Kota Dorong Pengangguran Bangkit”

  1. […] Baca Juga: Lewat POLIRAN, Polresta Malang Kota Dorong Pengangguran Bangkit […]

Leave a Comment

Related Post