sekitarmalangraya – Kebakaran melanda lahan makam di Jalan Manyar, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, pada Rabu malam, 16 September 2026.
Api yang muncul di area pemakaman tersebut membakar lahan seluas sekitar 100 meter persegi sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.
Informasi mengenai kejadian tersebut mula-mula diterima oleh Unit Pelaksana Teknis Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja Kota Malang dari laporan seorang warga sekitar.
Menindaklanjuti laporan itu, petugas segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan lebih lanjut.
Sebanyak 10 personel pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam.
Setibanya di tempat kejadian, petugas langsung melakukan upaya pemadaman guna mencegah api semakin meluas ke area lain di sekitar lahan makam tersebut.
Baca Juga: 3.480 Pencari Kerja Ramaikan Hari Pertama Job Fair di GOR Ken Arok
Petugas Gunakan 4.000 Liter Air untuk Padamkan Api
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, menjelaskan bahwa proses pemadaman dilakukan secara intensif dengan fokus mencegah api merambat lebih jauh.
“Tim melakukan pemadaman dan pembasahan area agar kebakaran tidak meluas,” kata Pandu.
Dalam penanganan tersebut, petugas menggunakan sekitar 4.000 liter air untuk memastikan api benar-benar padam.
Setelah kobaran api berhasil dikendalikan dan lokasi dinyatakan aman, petugas kemudian menyelesaikan seluruh rangkaian operasi penanganan kebakaran di lahan makam tersebut.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan dalam peristiwa ini.
Petugas hingga saat ini juga belum mencatat adanya kerugian material akibat kebakaran tersebut, mengingat lahan yang terdampak merupakan area pemakaman tanpa bangunan maupun aset bernilai ekonomi yang signifikan.
Sementara itu, penyebab pasti munculnya kobaran api di lahan makam tersebut hingga kini masih belum diketahui secara jelas.
Penanganan yang dilakukan petugas lebih difokuskan pada upaya pemadaman serta pembasahan menyeluruh, guna mencegah kemungkinan api kembali menyala maupun meluas ke area sekitarnya.
Baca Juga: 3.480 Pencari Kerja Ramaikan Hari Pertama Job Fair di GOR Ken Arok
Menyikapi kejadian tersebut, Pandu turut mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah, terutama di area yang terdapat tumpukan material mudah terbakar seperti rerumputan kering atau ranting pohon.
Ia menjelaskan bahwa percikan api kecil yang tidak terpantau dapat dengan cepat meluas apabila berada di sekitar material yang mudah tersulut, sebagaimana yang diduga terjadi pada sejumlah kasus kebakaran lahan serupa belakangan ini.
Kejadian kebakaran lahan seperti ini memang kerap terjadi di berbagai wilayah Kota Malang selama musim kemarau, mengingat kondisi vegetasi kering yang mudah tersulut api, baik akibat kelalaian manusia maupun faktor cuaca.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka, guna mempercepat proses penanganan sebelum api meluas lebih jauh.
Kesigapan petugas pemadam kebakaran dalam merespons laporan warga menjadi kunci penting dalam meminimalkan dampak kebakaran lahan semacam ini, sekaligus mencegah kerugian yang lebih besar baik dari sisi material maupun risiko terhadap keselamatan warga sekitar.
Informasi lebih lanjut mengenai layanan dan edukasi pencegahan kebakaran dapat diakses melalui laman resmi Pemerintah Kota Malang.
Dengan penanganan cepat yang dilakukan tim pemadam kebakaran, kebakaran lahan makam di Sukun ini berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan korban maupun kerugian material yang signifikan, sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk senantiasa berhati-hati dalam beraktivitas di sekitar lahan yang rawan terbakar selama musim kemarau berlangsung.









Leave a Comment