sekitarmalangraya – Pemeliharaan 13 titik Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) oleh Perumda Air Minum Tugu Tirta membuat pelanggan air minum di Kota Malang diminta mengantisipasi kemungkinan perubahan pasokan.
Pekerjaan yang dijadwalkan berlangsung bertahap mulai November 2026 hingga Januari 2027 tersebut berpotensi menyebabkan tekanan air menurun, bahkan aliran terhenti sementara di sejumlah wilayah. Perusahaan menyiapkan langkah mitigasi, termasuk layanan tangki air gratis bagi pelanggan yang terdampak.
Pemeliharaan dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan infrastruktur dan meningkatkan kualitas pelayanan.
Sejumlah unit pompa yang menjadi bagian dari sistem distribusi disebut telah berusia lebih dari 10 tahun sehingga membutuhkan peremajaan.
Pekerjaan tidak dilakukan serentak pada seluruh titik, melainkan mengikuti jadwal yang telah disusun agar dampaknya dapat dikelola.
Pemeliharaan 13 Titik SPAM Tugu Tirta Dilakukan Bertahap
Direktur Utama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas kemungkinan gangguan selama proses pemeliharaan.
Perusahaan juga mengimbau masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak untuk menampung air secukupnya sebelum pekerjaan dimulai.
Berdasarkan informasi jadwal yang diberitakan Ketik.com, pekerjaan pertama direncanakan berlangsung di Sumur Tidar 1 pada 5 November 2026 mulai pukul 16.00 WIB. Tahapan berikutnya mencakup Joyoagung 1 pada 16 November, Tidar 2 pada 19 November, serta Joyoagung 2 pada 26 November 2026.
Pada Desember, pemeliharaan dijadwalkan di Tidar 4 pada 3 Desember, Bandulan pada 21 Desember, dan Supiturang 2 pada 22 Desember.
Memasuki Januari 2027, pekerjaan direncanakan berlangsung di Dieng 2 pada 4 Januari, Mulyorejo 2 pada 7 Januari, serta Bulutangkis pada 12 Januari.
Sementara itu, tiga titik lainnya, yakni Juwet 1, Juwet 2, dan Dieng 1, belum memiliki jadwal pelaksanaan yang diumumkan.
Pelanggan di sekitar jaringan tersebut diharapkan mengikuti informasi resmi perusahaan untuk mengetahui perkembangan jadwal berikutnya.
Baca Juga : Teknologi PDAM Malang Jadi Inspirasi Modernisasi Barito Utara
Durasi Pekerjaan dan Potensi Gangguan Pasokan Air
Setiap titik pemeliharaan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 29 jam. Setelah pekerjaan teknis selesai, jaringan masih memerlukan proses normalisasi sedikitnya lima jam.
Dengan demikian, pelanggan perlu memperhitungkan bahwa pemulihan aliran tidak selalu terjadi tepat ketika pekerjaan utama dinyatakan selesai.
Selama proses berlangsung, dampak yang mungkin dirasakan pelanggan dapat berbeda-beda, bergantung pada lokasi dan kondisi jaringan.
Sebagian wilayah berpotensi mengalami penurunan tekanan, sedangkan wilayah lain dapat mengalami penghentian aliran sementara.
Karena itu, masyarakat disarankan tidak menunggu sampai pasokan terganggu untuk menyiapkan kebutuhan air sehari-hari.
Tugu Tirta menyiapkan layanan bantuan air menggunakan tangki gratis bagi pelanggan yang terdampak. Layanan tersebut menjadi salah satu langkah antisipasi agar kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat dipenuhi selama proses pemeliharaan.
Pelanggan yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi saluran layanan pelanggan perusahaan untuk memperoleh informasi dan pengaturan distribusi tangki.
Masyarakat juga dianjurkan menyiapkan tempat penampungan yang bersih dan tertutup, serta menggunakan persediaan air secara bijak.
Prioritaskan kebutuhan penting seperti minum, memasak, kebersihan diri, dan sanitasi. Penampungan sebaiknya tidak berlebihan agar kualitas air tetap terjaga dan tidak menjadi tempat berkembangnya serangga.
Pemeliharaan infrastruktur merupakan bagian penting dari pengelolaan layanan air minum. Pompa dan jaringan distribusi yang terawat membantu menjaga kinerja sistem, tetapi pekerjaan teknis dapat menimbulkan dampak sementara bagi pelanggan.
Oleh sebab itu, penyampaian jadwal, informasi wilayah terdampak, dan respons pengaduan perlu berjalan beriringan.
Tugu Tirta diharapkan terus menyampaikan pembaruan apabila terdapat perubahan jadwal maupun wilayah yang mengalami gangguan.
Pelanggan sebaiknya memantau pengumuman perusahaan dan memastikan nomor layanan yang digunakan berasal dari kanal resmi. Langkah ini penting agar permintaan bantuan dapat ditangani melalui petugas yang berwenang.
Melalui pemeliharaan bertahap tersebut, perusahaan berupaya menjaga keandalan sistem penyediaan air minum di Kota Malang.
Dukungan pelanggan dengan menyiapkan cadangan air dan mengikuti informasi resmi diharapkan membantu mengurangi kesulitan selama pekerjaan berlangsung.
Masyarakat tetap perlu memperhatikan perkembangan pelaksanaan hingga seluruh titik selesai ditangani. Informasi SPAM perlu disampaikan berkala melalui kanal resmi agar pelanggan dapat mengatur kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Baca Juga : BPBD Malang Bergerak Cepat Tangani Banjir dan Longsor









Leave a Comment