sekitarmalangraya – Teknologi pengelolaan air bersih yang diterapkan PDAM Kota Malang menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Barito Utara saat berkunjung ke Perumda Air Minum Tugu Tirta.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari inovasi dan sistem operasional perusahaan daerah yang dinilai dapat menjadi referensi dalam membenahi pelayanan air minum di Barito Utara.
Pemerintah daerah menargetkan pembenahan layanan perusahaan umum daerah air minum setempat mulai direalisasikan pada 2027.
Bupati Barito Utara Shalahuddin memimpin rombongan dalam kegiatan kaji tiru tersebut. Agenda ini diarahkan untuk memperoleh gambaran mengenai penerapan teknologi modern, digitalisasi, serta tata kelola pengelolaan air bersih.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara berharap pengalaman yang diperoleh dari Kota Malang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun langkah peningkatan layanan kepada masyarakat.
Baca Juga : Bukan Sekadar Pengemudi, Ojol Malang Diajak Jadi Pelopor Keselamatan
Teknologi PDAM Tugu Tirta Jadi Bahan Pembelajaran Barito Utara
Direktur Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo, menyampaikan kesiapan pihaknya untuk berbagi pengalaman mengenai digitalisasi dan tata kelola perusahaan.
Pengalaman tersebut mencakup pemanfaatan teknologi dalam mendukung kegiatan operasional serta pengelolaan layanan air minum.
Dalam kaji tiru itu, rombongan Barito Utara mempelajari sejumlah sistem yang diterapkan Tugu Tirta. Laporan media lokal menyebut perhatian rombongan tertuju pada penggunaan sensor, panel kontrol, dan sistem digital untuk memantau operasional serta distribusi air.
Rombongan juga meninjau fasilitas pengendalian dan instalasi pengolahan air sebagai bagian dari proses memahami sistem pelayanan secara menyeluruh.
Pemanfaatan perangkat pemantauan dapat membantu pengelola memperoleh informasi kondisi operasional dengan lebih cepat. Informasi tersebut berpotensi mendukung identifikasi gangguan, pemantauan distribusi, dan koordinasi petugas.
Meski demikian, keberhasilan penerapan teknologi tetap bergantung pada kesiapan sumber daya manusia, pemeliharaan perangkat, serta kesesuaian sistem dengan kondisi jaringan air di daerah masing-masing.
Informasi mengenai kunjungan dan tujuan kaji tiru ini juga diberitakan oleh ANTARA Kalimantan Tengah. Pemberitaan tersebut menyebut Bupati Shalahuddin memimpin kunjungan ke Perumda Tugu Tirta untuk mempelajari teknologi modern dan inovasi pengelolaan air bersih.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara menargetkan pembenahan pelayanan PDAM setempat mulai direalisasikan pada 2027.
Rencana tersebut menjadi tindak lanjut yang diharapkan muncul dari proses pembelajaran dan pertukaran pengalaman dengan pengelola air minum di Kota Malang. Hasil kajian perlu diterjemahkan menjadi program kerja terukur.
Perusahaan daerah yang mengelola layanan air minum di Barito Utara dikenal sebagai PDAM Tirta Mulia. Pembenahan yang direncanakan perlu memperhatikan kebutuhan masyarakat, kondisi infrastruktur, kemampuan pembiayaan, serta kapasitas pengelola.
Karena itu, hasil kunjungan tidak serta-merta berarti seluruh teknologi Tugu Tirta akan diterapkan dengan bentuk dan skala yang sama.
Pemerintah daerah perlu menentukan prioritas berdasarkan persoalan layanan yang paling mendesak. Penguatan pemantauan jaringan, peningkatan efisiensi operasional, pengendalian kualitas air, dan perbaikan respons terhadap keluhan pelanggan dapat menjadi bagian dari evaluasi.
Setiap langkah tetap membutuhkan kajian teknis dan perencanaan anggaran agar penerapannya dapat berjalan berkelanjutan.
Modernisasi layanan air minum membutuhkan pengelolaan sumber air, proses pengolahan, dan distribusi yang terencana.
Teknologi hanya menjadi alat pendukung; mutu layanan tetap bergantung pada tata kelola, petugas, dan pemeliharaan infrastruktur.
Kunjungan ke Malang membuka kesempatan bagi Barito Utara untuk mempelajari praktik pengelolaan yang telah berjalan, sekaligus menilai aspek yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan daerah.
Pertukaran pengalaman antara pemerintah daerah dan perusahaan air minum dapat membantu memperkaya pilihan kebijakan, selama disertai evaluasi terhadap kondisi setempat.
Target pembenahan pada 2027 kini menjadi hal yang perlu dikawal melalui perencanaan dan pelaksanaan yang terukur.
Masyarakat pada akhirnya membutuhkan peningkatan yang dapat dirasakan, seperti layanan lebih responsif, distribusi yang dikelola dengan baik, dan pengelolaan air yang semakin andal.
Teknologi dapat mendukung tujuan tersebut, tetapi manfaatnya akan ditentukan oleh konsistensi pengelolaan dan keberpihakan pelayanan kepada pelanggan.
Bagi Barito Utara, kaji tiru di Kota Malang bukan akhir dari proses modernisasi. Kegiatan itu menjadi tahap pembelajaran untuk mengenali pilihan teknologi dan tata kelola yang berpotensi diterapkan.
Dengan perencanaan yang matang, pembenahan PDAM diharapkan dapat memperkuat kualitas pelayanan air minum bagi masyarakat.
Baca Juga : BPBD Malang Bergerak Cepat Tangani Banjir dan Longsor









Leave a Comment