BPBD Malang Bergerak Cepat Tangani Banjir dan Longsor

Mazaya Farandy

November 3, 2026

4
Min Read
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang bergerak menangani banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah kecamatan setelah hujan berintensitas sedang hingga deras mengguyur wilayah tersebut sejak Senin dini hari, 2 November 2026.

sekitarmalangraya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang bergerak menangani banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah kecamatan setelah hujan berintensitas sedang hingga deras mengguyur wilayah tersebut sejak Senin dini hari, 2 November 2026.

Petugas gabungan diterjunkan ke lokasi terdampak untuk melakukan penanganan, pemantauan, serta pembersihan material yang mengganggu akses warga.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa hujan memicu longsor di Kecamatan Dampit, Ampelgading, Tirtoyudo, dan Bantur.

Pada saat bersamaan, debit air di wilayah Sumbermanjing Wetan mengalami kenaikan. “Setiap kejadian terus dilakukan upaya penanganan,” kata Sadono, sebagaimana diberitakan ANTARA pada Senin (2/11/2026).

Peristiwa tersebut berdampak pada akses penghubung antarwilayah dan permukiman. Di Desa Klepu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, jalan poros Gunung Gatel yang menghubungkan wilayah Dampit dengan lokasi terdampak sempat terputus. Kondisi itu menghambat mobilitas warga dan akses menuju kawasan yang terdampak bencana.

Sementara itu, longsor di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Ampelgading, menutup jalur provinsi akibat material tanah yang menimbun jalan.

BPBD juga mencatat banjir di Desa Lebakharjo, Ampelgading, setelah debit Sungai Kedung Ondo meningkat sejak Minggu sore, 31 Oktober 2026.

Meski demikian, jalur dari Lebakharjo melalui Sonowangi telah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Pembersihan sisa material masih berlangsung.

Banjir di Desa Bantur, Kecamatan Bantur, dilaporkan mulai surut. Adapun longsor terjadi pula di Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Desa Watsuko dan Polaman di Kecamatan Dampit, serta Desa Sumberbening di Kecamatan Bantur. Rangkaian kejadian tersebut membuat penanganan perlu dilakukan di beberapa titik secara bersamaan.

Baca Juga : Bukan Sekadar Pengemudi, Ojol Malang Diajak Jadi Pelopor Keselamatan

BPBD Malang Tangani Banjir dan Longsor di Sejumlah Titik

Untuk mempercepat penanganan, BPBD membagi petugas ke dalam beberapa tim sesuai lokasi terdampak. Operasi lapangan melibatkan unsur gabungan, termasuk TNI dan masyarakat setempat.

Dukungan alat berat juga dikerahkan untuk membantu penanganan material longsor, terutama di wilayah Ampelgading dan Tirtoyudo.

“Tim ekskavator melakukan penanganan dan monitoring wilayah Ampelgading serta Tirtoyudo,” ujar Sadono. Pemantauan diperlukan untuk melihat kondisi lokasi sekaligus mendukung proses pembersihan.

Namun, kondisi setiap titik dapat berbeda sehingga warga tetap perlu memperhatikan arahan petugas dan perkembangan informasi dari pihak berwenang.

BPBD Kabupaten Malang memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian banjir dan tanah longsor tersebut. Meski demikian, nilai kerugian materiil masih dalam proses pendataan dan penghitungan. Karena itu, angka kerusakan maupun total kerugian belum dapat disampaikan sebagai data final.

Penanganan bencana tidak berhenti pada pembukaan akses jalan. Pemeriksaan kondisi lingkungan, pemantauan aliran air, dan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan tetap menjadi hal penting, terutama ketika hujan masih berpeluang terjadi.

Warga yang berada di sekitar lereng, tebing, maupun bantaran sungai sebaiknya menghindari area rawan saat hujan deras dan segera mengikuti instruksi petugas apabila diminta menjauh.

Informasi cuaca dan peringatan dini dapat dipantau melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Masyarakat juga diharapkan melaporkan kondisi darurat kepada aparat desa atau petugas kebencanaan setempat agar informasi dapat diteruskan untuk penanganan.

Melalui pengerahan tim gabungan, BPBD Kabupaten Malang berupaya menangani dampak bencana di berbagai wilayah.

Pemerintah daerah masih melakukan pendataan, sementara masyarakat diminta menjaga keselamatan dan tidak memaksakan perjalanan melewati jalur yang belum dinyatakan aman. Perkembangan penanganan perlu terus dipantau hingga akses dan kondisi lingkungan benar-benar terkendali.

Koordinasi antarpihak menjadi penting agar kebutuhan penanganan di setiap lokasi dapat dipetakan. Petugas perlu memastikan informasi mengenai kondisi jalan, aliran sungai, serta titik longsor diterima secara jelas.

Dengan begitu, personel dan peralatan dapat diarahkan sesuai keadaan di lapangan, tanpa mengabaikan keselamatan petugas maupun warga.

Warga yang hendak melintas perlu memastikan jalur telah dibuka dan aman digunakan. Jika menemukan retakan tanah, pohon miring, kenaikan air secara cepat, atau material yang bergerak, masyarakat sebaiknya menjauh dan melaporkannya kepada petugas.

Langkah ini membantu mengurangi risiko ketika cuaca belum stabil setempat serta mengikuti pembaruan dari kanal resmi pemerintah daerah.

Baca Juga : Bawa Bom Molotov saat Demo, 12 Pria di Malang Resmi Jadi Tersangka

Leave a Comment

Related Post