Trans Jatim Koridor II Segera Hadir, Wisata Malang Selatan Ikut Bersiap

Mazaya Farandy

October 2, 2026

4
Min Read
Trans Jatim Koridor II segera hadir di Kabupaten Malang dengan rute Malang-Kepanjen, dan rencana tersebut turut membuka pembahasan baru mengenai konektivitas menuju kawasan wisata Malang Selatan. Layanan transportasi ini dijadwalkan mulai beroperasi pada 29 Oktober 2026 dengan nama Kanjuruhan.

sekitarmalangraya – Trans Jatim Koridor II segera hadir di Kabupaten Malang dengan rute Malang-Kepanjen, dan rencana tersebut turut membuka pembahasan baru mengenai konektivitas menuju kawasan wisata Malang Selatan. Layanan transportasi ini dijadwalkan mulai beroperasi pada 29 Oktober 2026 dengan nama Kanjuruhan.

Rencana Trans Jatim Koridor II tersebut disampaikan setelah Bupati Malang M Sanusi menerima kunjungan Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono beserta jajaran di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu, 30 September 2026.

Pertemuan itu membahas persiapan pengoperasian koridor baru sekaligus konektivitas transportasi di wilayah Malang Raya.

Menurut laporan Pemerintah Kabupaten Malang, Trans Jatim Koridor II akan memiliki 15 armada, terdiri atas 14 bus operasional dan satu bus cadangan.

Rutenya membentang sekitar 49 kilometer, menghubungkan Terminal Arjosari dan Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang dengan Terminal Gondanglegi hingga Terminal Talangagung di Kepanjen.

Layanan Trans Jatim ini dirancang untuk memberikan pilihan transportasi yang dapat digunakan masyarakat dalam mobilitas sehari-hari, termasuk pelajar.

Bupati Malang M Sanusi menyebut pengoperasian Trans Jatim Koridor II tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama pelajar.

Baca Juga : Pemprov Jatim Bebaskan Pajak Progresif dan Tunggakan Kendaraan Selama Dua Bulan

Trans Jatim Koridor II Buka Akses Menuju Malang Selatan

Selain layanan Malang-Kepanjen, pemerintah daerah juga membahas pengembangan angkutan yang dapat mendukung perjalanan wisata setelah koridor kedua mulai berjalan.

Sanusi mengatakan kendaraan umum penunjang pariwisata akan disiapkan dari wilayah Kepanjen dan Gondanglegi menuju pantai-pantai di Malang Selatan.

Radar Malang melaporkan, rencana angkutan wisata tersebut diarahkan menuju sejumlah destinasi pantai, antara lain Ngliyep di Donomulyo, Balekambang di Bantur, dan Sendang Biru di Sumbermanjing Wetan.

Angkutan itu direncanakan disediakan oleh Dinas Perhubungan Jawa Timur dan berbentuk bus. Sementara skema tarif serta integrasinya masih dalam tahap perumusan.

Rencana tersebut menjadi perhatian karena akses transportasi penting dalam perjalanan wisata. Kehadiran layanan penghubung dari kawasan perkotaan dan pusat pemerintahan Kabupaten Malang menuju wilayah selatan dapat memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat.

Namun, efektivitasnya nantinya tetap bergantung pada jadwal, titik pemberhentian, tarif, serta keterhubungan dengan moda transportasi lainnya.

Metro TV juga melaporkan bahwa Trans Jatim Koridor II dirancang terhubung dengan Koridor I. Penumpang yang berpindah koridor dalam waktu kurang dari dua jam tidak dikenakan biaya perjalanan tambahan.

Trans Jatim Koridor II dijadwalkan beroperasi setiap hari pukul 05.00 hingga 21.00 WIB, dengan tarif Rp5.000 untuk penumpang umum dan Rp2.500 bagi pelajar, santri, serta mahasiswa.

Konektivitas tersebut berpotensi membuat perjalanan antarkawasan di Malang Raya menjadi lebih terhubung. Meski demikian, rencana angkutan wisata menuju Malang Selatan masih perlu menunggu ketentuan teknis dari Dinas Perhubungan Jawa Timur, terutama mengenai tarif dan pola integrasinya.

Pemerintah juga memperhatikan keberadaan angkutan lokal yang telah lebih dahulu melayani masyarakat.

Dalam persiapan koridor baru, pemerintah menyebut adanya upaya mengakomodasi pengemudi angkutan lokal yang terdampak untuk menjadi bagian dari operasional, termasuk sebagai pengemudi maupun tenaga kebersihan bus.

Bagi sektor pariwisata, rencana tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperluas akses menuju destinasi di Malang Selatan.

Kawasan tersebut memiliki sejumlah pantai yang tersebar di beberapa kecamatan sehingga perjalanan menuju lokasi wisata membutuhkan koneksi transportasi.

Namun, pengoperasian Trans Jatim Koridor II tidak secara otomatis membuat seluruh destinasi wisata menjadi mudah dijangkau.

Ketersediaan angkutan lanjutan, informasi rute, kapasitas kendaraan, kondisi jalan, serta koordinasi antarpengelola transportasi tetap menjadi faktor yang menentukan.

Bagi masyarakat, kepastian jadwal dan informasi halte akan menjadi bagian penting ketika layanan mulai digunakan.

Pemerintah juga perlu memastikan informasi mengenai perjalanan dapat diakses dengan mudah agar calon penumpang dapat merencanakan perjalanan sejak awal.

Hal ini relevan bagi wisatawan yang melanjutkan perjalanan dari Kepanjen atau Gondanglegi menuju kawasan pantai.

Dengan demikian, kehadiran layanan Trans Jatim Koridor II bukan hanya berkaitan dengan rute Malang-Kepanjen.

Persiapan angkutan wisata menunjukkan adanya rencana untuk menghubungkan layanan transportasi publik dengan kebutuhan perjalanan menuju kawasan wisata Malang Selatan. Implementasinya masih akan berkembang mengikuti kebijakan dan kesiapan teknis pemerintah provinsi.

Baca Juga : 4 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Arema FC dan Aremania Gelar Doa Bersama 1 Oktober

One response to “Trans Jatim Koridor II Segera Hadir, Wisata Malang Selatan Ikut Bersiap”

  1. […] Baca Juga: Trans Jatim Koridor II Segera Hadir, Wisata Malang Selatan Ikut Bersiap […]

Leave a Comment

Related Post