sekitarmalangraya – Kejadian yang mengagetkan terjadi di salah satu pasar tradisional terbesar di Kota Malang. Pasar Besar Kota Malang nyaris dilanda kebakaran serius pada Senin (28/9) malam.
Kepulan asap terlihat dari bagian dalam pasar sebelum akhirnya diketahui berasal dari area lantai 1, dekat toilet, membuat sejumlah pihak sempat dibuat panik.
Api diduga muncul akibat korsleting kabel listrik. Beruntung, petugas jaga pasar bergerak cepat menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), sehingga kobaran berhasil dipadamkan sebelum sempat membesar dan menjalar ke area lain.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Malang Pandu Rizki Darmawan mengatakan, laporan kejadian diterima pihaknya pada pukul 20.21 WIB. Hanya berselang dua menit, dua unit mobil Damkar langsung bergerak menuju lokasi kejadian di Pasar Besar.
“Ketika tim sampai di lokasi, sudah tidak ada nyala api. Nyala api awal ada di lantai 1 dan sudah berhasil dipadamkan petugas jaga pasar dengan APAR,” ujar Pandu, Senin (28/9) malam.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 20.25 WIB, atau hanya berselang empat menit sejak bergerak dari Markas Komando (Mako) Damkar. Dari hasil pemeriksaan awal, titik munculnya api berada tepat di sekitar toilet lantai 1.
“Betul, di dekat toilet,” katanya.
Baca Juga: Antrean Haji Dipangkas Jadi 14 Tahun, Ini Penjelasan Kementerian Haji dan Umrah
Pembasahan Menyeluruh Cegah Bara Api Tersembunyi
Meski api telah padam sebelum petugas Damkar tiba, proses penanganan tidak lantas dihentikan begitu saja. Sebanyak 10 personel diterjunkan untuk melakukan pembasahan di lantai 1, 2, dan 3, serta sejumlah titik lain yang terdampak asap maupun panas.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api atau sumber panas yang tersembunyi di balik material bangunan.
Petugas juga memastikan tidak terdapat hidden fire yang berpotensi memicu kebakaran susulan di kemudian waktu.
“Tim Damkar hanya melakukan pembasahan di lantai 1, 2, dan 3 serta area terdampak lainnya. Juga memastikan tidak ada hidden fire atau potensi nyala api susulan,” jelas Pandu.
Proses penanganan berlangsung hingga pukul 21.10 WIB, dengan total air yang digunakan mencapai sekitar 4.000 liter.
Setelah memastikan seluruh kondisi aman, petugas meninggalkan lokasi Pasar Besar pada pukul 21.12 WIB dan kembali ke Mako Damkar pada pukul 21.15 WIB.
Area yang terdampak dalam insiden tersebut diperkirakan mencapai 27 meter persegi. Kabar baiknya, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini.
Sementara itu, kerugian material akibat insiden tersebut untuk sementara ditaksir mencapai Rp25 juta. Pandu menegaskan, Pasar Besar sendiri merupakan salah satu aset milik Pemerintah Kota Malang yang menjadi pusat aktivitas perdagangan warga.
“Sementara kerugian material ditaksir mencapai Rp25 juta. Pasar Besar sendiri merupakan aset Pemerintah Kota Malang,” ucapnya.
Di sisi lain, Mina, salah satu pemilik toko di Pasar Besar, mengaku langsung mendatangi lokasi setelah mendengar kabar kebakaran tersebut.
Baca Juga: Sopir Angkot Malang Demo Tolak Trans Jatim, Jalur Arjosari Sempat Ditutup
Ia menyebut kepulan asap terlihat dari bagian dalam bangunan yang biasa digunakan sebagai tempat penyimpanan kardus milik petugas kebersihan pasar.
“Itu di dalam seperti gudang atau toilet ada bekas kardus milik kebersihan, terlihat keluar asap. Tidak tahu juga dari mana asalnya, saya datang untuk lihat dan untung tidak besar,” ujar Mina.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi pengelola pasar tradisional untuk lebih rutin memeriksa kondisi instalasi listrik, terutama di area yang jarang terpantau seperti gudang penyimpanan dekat toilet.
Penumpukan material mudah terbakar seperti kardus bekas di dekat sumber listrik berisiko memicu kebakaran apabila terjadi korsleting.
Pihak Damkar mengimbau pengelola dan pedagang di Pasar Besar untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, mengingat pasar merupakan kawasan padat dengan banyak barang dagangan yang mudah terbakar dan lalu lintas pengunjung yang tinggi setiap harinya.
Informasi lebih lanjut mengenai prosedur keselamatan kebakaran dapat dipelajari melalui laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana.









Leave a Comment