sekitarmalangraya – Depot Tanjung Api Surabaya menjadi salah satu tempat kuliner yang menarik perhatian karena membawa konsep kopitiam asal Malang ke pusat Kota Surabaya.
Kehadirannya tidak hanya menawarkan makanan dan minuman, tetapi juga menghadirkan perpaduan menu Nusantara, Melayu, serta suasana yang terinspirasi dari karakter Peranakan.
Perjalanan Depot Tanjung Api menarik karena tempat ini bermula dari ide sederhana sekelompok anak muda yang gemar berkumpul sambil minum kopi.
Dalam perkembangannya, konsep tersebut berubah menjadi tempat makan dan nongkrong yang menyasar berbagai kalangan.
Depot Tanjung Api, Kopitiam Asal Malang yang Hadir di Surabaya
Depot Tanjung Api mulai beroperasi di Kota Malang pada 22 Oktober 2023. Lokasi awalnya berada di Jalan Panggung Nomor 5, Malang.
Menurut keterangan CEO Aldis Ramadhan yang dikutip Memorandum, tempat tersebut membawa tema makanan Nusantara dengan konsep kopitiam dan memiliki lebih dari 70 pilihan menu.
Sebelumnya, RRI Malang melaporkan bahwa ide Depot Tanjung Api berawal dari obrolan sekelompok anak muda pada 2023 ketika mereka berkumpul sambil minum kopi.
A. Fatoni, Manager Operasional Depot Tanjung Api, menjelaskan bahwa nama Tanjung Api diambil dari kopi favorit mereka.
Dari gagasan tersebut kemudian berkembang konsep tempat makan yang dapat dinikmati mahasiswa hingga keluarga.
Setelah berkembang di Malang, Depot Tanjung Api membuka cabang di Surabaya pada 18 Oktober 2024. Gerai tersebut berada di Jalan Walikota Mustajab Nomor 41.
Kehadiran cabang ini membuat konsep yang sebelumnya dikenal di Malang hadir di kawasan pusat Kota Surabaya.
Baca Juga:Hemat Budget! 6 Kafe Mewah di Blitar Jadi Tempat Favorit Kerja dan Nugas
Mengusung Konsep Kopitiam dengan Sentuhan Peranakan
Konsep Depot Tanjung Api tidak berhenti pada kopi sebagai menu utama. Pengelola menyebut arahnya lebih luas, yakni makanan Nusantara dan Melayu yang dikemas dengan pendekatan kopitiam. Karena itu, pengunjung dapat menemukan menu dari beberapa latar kuliner dalam satu tempat.
Identitas tersebut juga terlihat dari desain gerai Surabaya. IDN Times mencatat bangunan tempat makan di Jalan Walikota Mustajab memiliki warna putih dan ornamen yang kental dengan nuansa Peranakan.
Unsur visual ini menjadi bagian dari pengalaman bersantap, terutama bagi pengunjung yang tidak hanya mencari makanan tetapi juga suasana.
Tagline “Selera Tuan & Nyonya” turut menjadi identitas Depot Tanjung Api. Menurut Aldis Ramadhan, istilah tersebut juga digunakan sebagai sapaan bagi pelanggan.
Konsep ini memperlihatkan upaya menghadirkan karakter yang konsisten antara menu, nama, dan suasana tempat.
Pilihan Menu Depot Tanjung Api Cukup Beragam
Keragaman menu menjadi salah satu ciri Depot Tanjung Api. Daftar menu yang dipublikasikan IDN Times pada Oktober 2024 memperlihatkan pilihan makanan berat, camilan, dan minuman.
Untuk makanan berat, terdapat Nasi Goreng Tanjung Api, Nasi Goreng Szechuan, Bakmie Goreng, Kwetiauw Kuah Sapi, Kwetiauw Goreng, Mie Garlic, Mie Szechuan, hingga berbagai nasi dengan sambal bawang atau sambal ijo. Ada pula Nasi Cakalang, Nasi Cumi, Nasi Udang, Nasi Ayam Ngohiong, dan Nasi Bebek Goreng Tentrem.
Pilihan camilannya juga mencakup makanan dari beberapa daerah, seperti Tekwan Palembang, Pempek, Otak-otak, Tahu Walik, Bakso Goreng, serta Cakwe Udang.
Sementara itu, menu roti seperti Peanut Butter Toast dan Kaya Toast Gandum memberi pilihan yang berbeda dari makanan berat.
Dengan pilihan tersebut, depot ini tidak membatasi pengalaman makan pada satu jenis hidangan. Pengunjung dapat datang untuk makan utama, berbagi camilan, atau sekadar menikmati minuman.
Dari Mie Szechuan hingga Es Pisang Ijo
Beberapa menu Depot Tanjung Api menunjukkan bagaimana pengelola memadukan hidangan dengan latar yang beragam.
Mie Szechuan dan Nasi Goreng Szechuan, misalnya, berada berdampingan dengan menu seperti Pempek Palembang dan Tekwan.
Pilihan minumannya juga cukup luas. Daftar yang dipublikasikan IDN Times mencakup Es Teh Tarik, Es Cendol, Es Kopi Susu Gula Aren, Kopi Tubruk, Kopi Saring, Kopi Butter, hingga Es Pisang Ijo.
Kehadiran minuman dan hidangan penutup khas Nusantara membuat konsep tempat makan ini terasa lebih luas daripada gambaran kopitiam yang hanya identik dengan kopi dan roti.
Untuk informasi harga, daftar menu yang dipublikasikan pada Oktober 2024 mencantumkan harga sebelum PPN 10 persen.
Karena harga dan ketersediaan menu dapat berubah, informasi tersebut sebaiknya dipandang sebagai gambaran pada periode publikasi, bukan patokan harga terbaru.
Baca Juga : Ketika Ngopi Bukan Lagi Sekadar Minum Kopi
Depot Tanjung Api Surabaya, Perpaduan Kuliner dan Suasana dalam Satu Tempat
Perpaduan menu dan ruang menjadi bagian penting dari pengalaman Depot Tanjung Api di Surabaya. Memorandum melaporkan gerai ini mulai beroperasi pada 18 Oktober 2024 dan membawa konsep rumah makan sekaligus tempat nongkrong.
Sementara itu, ulasan The Kitchen Note mengenai gerai Malang menunjukkan bahwa konsep ruang sejak awal memang memiliki beberapa area makan, termasuk ruang dalam dan luar.
Di Surabaya, keberadaan Depot Tanjung Api di Jalan Walikota Mustajab membuatnya berada di kawasan pusat kota.
IDN Times juga menggambarkan gerainya sebagai bangunan dengan ornamen Peranakan dan pilihan menu yang beragam.
Pada akhirnya, daya tarik Depot Tanjung Api terletak pada kombinasi yang dibawanya. Asal-usul dari Malang, konsep kopitiam, menu Nusantara dan Melayu, serta nuansa Peranakan membuatnya memiliki identitas yang cukup jelas di tengah banyaknya pilihan tempat makan di Surabaya.
Bagi pengunjung, Depot Tanjung Api dapat menjadi pilihan ketika ingin menikmati makanan berat, camilan, kopi, atau minuman sambil menghabiskan waktu bersama teman maupun keluarga.
Namun, pilihan menu, harga, dan jam operasional tetap dapat berubah sehingga pengecekan informasi terbaru sebelum berkunjung menjadi langkah yang lebih aman.









Leave a Comment