Sejumlah SPBU di Malang Dipadati Antrean Pertalite, Ini Penjelasan Pertamina

Rifensa Renata

October 10, 2026

4
Min Read
Sejumlah SPBU di Malang Dipadati Antrean Pertalite, Ini Penjelasan Pertamina
Sejumlah SPBU di Malang Dipadati Antrean Pertalite, Ini Penjelasan Pertamina

sekitarmalangraya – Antrean kendaraan yang menunggu pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Malang Raya pada awal Oktober 2026.

Situasi ini menjadi perhatian warga yang mengandalkan BBM bersubsidi. Pertamina menyatakan sedang menyesuaikan pola distribusi untuk merespons dinamika pasokan dan kebutuhan di lapangan.

Antrean Terlihat di Sejumlah SPBU Malang

Laporan detikJatim pada 8 Oktober 2026 menyebut antrean sepeda motor terlihat di beberapa SPBU Kota Malang, antara lain SPBU Terusan Sulfat, Tlogomas, dan Brantas.

Baca Juga : Harga Pupuk Urea 50 Kg dan Biaya Produksi, Mengapa Keduanya Penting bagi Petani?

Keluhan serupa juga muncul dari masyarakat di wilayah Malang Raya, termasuk Kabupaten Malang.

Sehari kemudian, Pertamina mengaitkan penyesuaian pola distribusi dengan sejumlah faktor, termasuk fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar mata uang.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa penyesuaian tersebut mencakup rantai pasok secara menyeluruh, mulai dari sumber pasokan berupa impor atau kilang hingga penyaluran ke wilayah operasional.

Pertamina Jelaskan Penyesuaian Distribusi

Penyesuaian distribusi tidak hanya dilakukan untuk Malang.

Pengelolaan tersebut mencakup wilayah kerja Regional Jatimbalinus yang meliputi empat provinsi, yakni Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Pertamina juga menyebut ada penyesuaian sementara di sejumlah wilayah karena perubahan moda transportasi.

Pernyataan itu memberi konteks bahwa kelancaran pasokan BBM dipengaruhi rangkaian proses logistik, bukan hanya kondisi di pompa pengisian.

Kondisi di lapangan dapat berbeda menurut kebutuhan konsumen, jadwal kedatangan pasokan, dan kondisi operasional masing-masing lokasi.

Pengiriman BBM Dilakukan Bertahap

Dalam laporan yang sama, Pertamina menyebut pengiriman BBM dari Surabaya menuju Malang dilakukan secara bertahap.

Untuk 8 Oktober 2026, pengiriman dijadwalkan dalam tiga kali kedatangan, dengan perkiraan waktu pukul 01.00, 07.00, dan 13.00 WIB.

Dua pengiriman pertama mencakup Pertamax, Pertalite, dan Biosolar, sedangkan pengiriman ketiga mencakup Pertamax dan Pertalite.

Pertamina juga menyampaikan rencana empat ritase pengiriman pada akhir pekan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Fuel Terminal Malang disebut beroperasi selama 24 jam guna mendukung kesiapan operasional dan kelancaran penyaluran.

Konteks Konsumsi BBM di Malang Raya

Sebelum antrean pada Oktober menjadi sorotan, Pemerintah Kota Malang pada 8 September 2026 pernah memberitakan hasil pemantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di SPBU Ciliwung.

Dalam keterangan itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut Pertalite lebih banyak dipilih sebagian masyarakat setelah harga BBM nonsubsidi mengalami penyesuaian.

Pertamina juga menyampaikan adanya peningkatan konsumsi di Malang Raya pada periode tersebut.

Sales Branch Manager Pertamina Malang, Imam Rizky, menjelaskan bahwa aktivitas masyarakat, termasuk kedatangan mahasiswa pada Agustus, ikut meningkatkan mobilitas.

Ia juga menyebut sebagian pengguna beralih dari Pertamax ke Pertalite setelah penyesuaian harga produk nonsubsidi.

Pertamina saat itu menyatakan menambah suplai untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan.

Keterangan September tersebut merupakan konteks sebelumnya, bukan bukti bahwa faktor yang sama menjadi satu-satunya penyebab antrean pada Oktober.

Hal yang Perlu Diperhatikan Konsumen

Masyarakat dapat memantau informasi dari Pertamina atau pemerintah setempat dan mengikuti arahan petugas SPBU.

Sebaiknya pengendara tidak menyebarkan klaim mengenai kelangkaan menyeluruh tanpa informasi yang dapat diverifikasi, sebab kondisi tiap lokasi bisa berubah mengikuti kedatangan pasokan dan permintaan.

Apabila menemukan antrean, pengendara perlu tetap tertib, tidak menyerobot jalur, dan tidak berhenti hingga menghalangi arus lalu lintas.

Distribusi dan Informasi Terbaru Tetap Penting

Antrean Pertalite di sejumlah SPBU Malang menunjukkan pentingnya keselarasan antara kebutuhan masyarakat, pengiriman BBM, dan komunikasi publik.

Pertamina menyatakan melakukan penyesuaian distribusi serta memantau kebutuhan lapangan, termasuk pengiriman bertahap dari Surabaya dan kesiapan operasional Fuel Terminal Malang.

Informasi tersebut menjelaskan langkah yang disampaikan perusahaan, tetapi belum menjadi jaminan bahwa antrean langsung hilang di semua SPBU.

Karena kondisi distribusi dapat berubah, perkembangan selanjutnya perlu dinilai berdasarkan keterangan terbaru dan laporan lapangan yang terverifikasi.

Baca Juga : Polresta Malang Kota Ungkap 119 Kasus, Urgensi Perang Narkotika Makin Terlihat

Pembaca juga perlu membedakan antara antrean yang benar-benar terlihat di lokasi tertentu dan klaim bahwa seluruh wilayah mengalami kekurangan.

Pelaporan yang cermat membantu masyarakat memahami situasi tanpa memperbesar kekhawatiran melalui informasi yang belum terbukti.

Sumber Data dan Referensi :

1. detikJatim — Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Malang Raya Baca laporan antrean Pertalite di Malang Raya

2. detikJatim — Ini Penyebab Pertalite Langka di Malang Raya Baca penjelasan Pertamina mengenai penyesuaian distribusi

3. Pemerintah Kota Malang — TPID Pastikan Stok BBM Aman di Tengah Peningkatan Konsumsi Baca keterangan TPID dan Pertamina pada September 2026

Leave a Comment

Related Post