sekitarmalangraya – Jatim Park masih menjadi salah satu nama yang lekat dengan pariwisata Kota Batu pada 2026, tetapi pertanyaannya adalah apakah destinasi legendaris ini masih ramai seperti sebelumnya?
Data kunjungan selama libur sekolah menunjukkan sejumlah unit Jatim Park Group tetap menjadi pilihan wisatawan.
Di sisi lain, penurunan kunjungan Kota Batu pada 2025 menunjukkan bahwa persaingan destinasi wisata semakin menantang.
Kondisi tersebut membuat Jatim Park tidak bisa hanya mengandalkan popularitas yang sudah dibangun selama bertahun-tahun.
Pembaruan wahana, konsep wisata edukasi, serta strategi untuk memberikan pengalaman berbeda menjadi bagian dari upaya mempertahankan daya tariknya.
Jatim Park Masih Jadi Pilihan Wisatawan di Kota Batu
Jatim Park masih memiliki daya tarik yang cukup kuat bagi wisatawan Kota Batu. Hal tersebut terlihat dari laporan RRI pada Juli 2026 yang menyebut Jatim Park 2 menjadi destinasi dengan kunjungan terbanyak di antara unit Jatim Park Group selama libur sekolah.
Selain Jatim Park 2, Jatim Park 1, Museum Angkut, dan Jatim Park 3 juga disebut tetap menjadi pilihan utama wisatawan.
Pihak Jatim Park Group menyebut antusiasme pengunjung terhadap sejumlah destinasi tersebut masih tinggi.
Data lain dari periode libur sekolah 22 Juni hingga 9 Juli 2026 menunjukkan sekitar 20 ribu kunjungan tercatat di seluruh destinasi Jatim Park Group.
Jatim Park 1 dan Jatim Park 2 menjadi dua destinasi dengan jumlah kunjungan tertinggi, masing-masing disebut menerima rata-rata sekitar 2.000 pengunjung per hari selama periode tersebut.
Angka tersebut menunjukkan bahwa nama besar Jatim Park masih memiliki daya tarik, terutama bagi wisatawan keluarga. Konsep rekreasi yang dipadukan dengan edukasi, satwa, permainan, dan pengalaman interaktif membuat sejumlah unitnya tetap relevan untuk berbagai kelompok pengunjung.
Baca Juga : Dusun Brau Batu Punya Potensi Wisata Edukasi, Ketika Peternakan Jadi Daya Tarik Baru
Jatim Park Tidak Lagi Bisa Hanya Mengandalkan Nama Besar
Meski kunjungan pada periode liburan masih menunjukkan antusiasme, kondisi pariwisata Kota Batu secara keseluruhan memberikan gambaran yang lebih kompleks.
Jatim Park Group sendiri menyebut terjadi penurunan kunjungan wisata Kota Batu sekitar 400 ribu orang pada 2025 dibandingkan 2024.
Dalam laporan detikJatim, data BPS Kota Batu 2024 mencatat sekitar 11 juta wisatawan berkunjung ke Kota Batu.
Sekitar separuhnya disebut melakukan kunjungan ke unit Jatim Park Group. Namun, pada 2025 terjadi penurunan kunjungan sekitar 400 ribu orang.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa popularitas sebuah destinasi tidak otomatis membuat jumlah pengunjung terus meningkat.
Wisatawan memiliki semakin banyak pilihan, baik berupa taman rekreasi, wisata alam, destinasi edukasi, maupun tempat wisata baru yang menawarkan pengalaman berbeda.
Perubahan perilaku wisatawan juga membuat pengelola perlu memikirkan alasan seseorang untuk kembali berkunjung.
Jika pengalaman yang ditawarkan dianggap tidak banyak berubah, wisatawan yang pernah datang mungkin tidak memiliki dorongan kuat untuk mengulangi kunjungan dalam waktu dekat.
Karena itu, tantangan Jatim Park bukan sekadar mempertahankan jumlah pengunjung ketika musim liburan, tetapi menjaga relevansinya di tengah persaingan destinasi yang semakin beragam.
Wahana Baru Jadi Cara Jatim Park Menarik Pengunjung
Salah satu perubahan penting pada 2026 adalah hadirnya Museum Mega Science Center dan Budaya di kawasan Jatim Park 1.
Destinasi tersebut memasuki tahap trial opening pada 16 September 2026 dan membawa konsep yang berbeda dari sekadar taman bermain.
Museum tersebut menggabungkan sains, teknologi, kebencanaan, dan budaya dalam pengalaman yang lebih interaktif.
Pengunjung dapat menemukan zona fisika, antariksa, bencana alam, robotik dan kecerdasan buatan, hingga zona budaya.
Konsep tersebut memperlihatkan bahwa Jatim Park masih berusaha memperbarui pengalaman yang diberikan kepada pengunjung.
Sains tidak hanya disampaikan melalui informasi tertulis, tetapi juga melalui alat peraga dan aktivitas yang memungkinkan pengunjung mencoba secara langsung.
Respons awal terhadap wahana tersebut juga disebut positif oleh pihak pengelola. RRI melaporkan pengunjung menyambut antusias kehadiran Museum Mega Science Center dan Budaya karena menawarkan pengalaman edukasi yang berbeda.
Pembaruan semacam ini menjadi penting karena wisata edukasi harus mengikuti cara baru masyarakat menikmati rekreasi.
Pengunjung saat ini tidak hanya mencari tempat untuk melihat objek, tetapi juga pengalaman yang dapat dilakukan, dipelajari, dan dibagikan.
Jatim Park 2, Jatim Park 3, atau Jatim Park 1, Mana yang Masih Punya Daya Tarik?
Setiap unit Jatim Park Group memiliki karakter yang berbeda sehingga daya tariknya tidak sepenuhnya sama.
Jatim Park 1 lebih dikenal sebagai taman rekreasi yang memadukan wahana permainan dengan unsur edukasi. Kehadiran Museum Mega Science Center dan Budaya menambah pilihan pengalaman di kawasan tersebut.
Jatim Park 2 memiliki karakter kuat pada wisata satwa dan edukasi. Batu Secret Zoo serta kawasan yang berkaitan dengan satwa membuat destinasi ini memiliki daya tarik tersendiri bagi keluarga dan pelajar.
Tidak mengherankan jika Jatim Park 2 menjadi unit dengan kunjungan tertinggi selama libur sekolah 2026 menurut laporan RRI.
Sementara itu, Jatim Park 3 menawarkan pendekatan yang lebih beragam dengan tema hiburan dan pengalaman visual.
Kehadiran sejumlah destinasi dalam satu grup membuat wisatawan memiliki banyak pilihan tanpa harus terpaku pada satu jenis rekreasi.
Perbedaan karakter tersebut justru menjadi salah satu kekuatan Jatim Park Group. Wisatawan dapat memilih pengalaman sesuai kebutuhan, mulai dari edukasi, permainan, satwa, hingga hiburan.
Baca Juga : Kota Batu Genap 25 Tahun, Bagaimana Kota Wisata Ini Terus Berkembang?
Jatim Park Masih Ramai, tetapi Tantangannya Sudah Berbeda
Jatim Park masih menunjukkan kemampuan untuk menarik wisatawan pada periode liburan 2026. Namun, data penurunan kunjungan Kota Batu pada 2025 menunjukkan bahwa kondisi pariwisata tidak bisa dilihat hanya dari ramainya satu periode tertentu.
Ada perubahan dalam pola perjalanan dan semakin banyak pilihan yang harus dipertimbangkan wisatawan.
Upaya menghadirkan wahana baru menjadi salah satu cara untuk menjawab tantangan tersebut. Museum Mega Science Center dan Budaya menunjukkan bahwa pengelola tidak hanya mempertahankan konsep lama, tetapi juga mencoba memperluas pengalaman wisata melalui sains, teknologi, dan budaya.
Jatim Park juga mulai memperkuat kolaborasi dengan sektor pariwisata lain melalui Tourism Service Center yang diluncurkan pada 2026.
Layanan tersebut dirancang untuk mengintegrasikan berbagai kebutuhan wisatawan, termasuk destinasi, akomodasi, dan paket perjalanan.
Langkah ini menunjukkan bahwa persaingan pariwisata tidak lagi hanya terjadi di antara objek wisata, tetapi juga dalam keseluruhan pengalaman perjalanan.
Dengan demikian, pertanyaan apakah Jatim Park masih ramai pada 2026 dapat dijawab dengan lebih hati-hati: masih memiliki basis pengunjung yang kuat, terutama ketika musim liburan, tetapi tantangannya sudah berubah.
Kini bukan hanya soal seberapa banyak wisatawan datang untuk pertama kali. Tantangan berikutnya adalah bagaimana membuat pengalaman tetap menarik, relevan, dan cukup berbeda sehingga wisatawan memiliki alasan untuk kembali ke Kota Batu.









Leave a Comment