Kampung Warna-Warni Jodipan Malang Makin Dikenal Turis Asing, Apa Daya Tariknya?

Mazaya Farandy

November 4, 2026

6
Min Read
Kampung Warna-Warni Jodipan semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Kota Malang yang menarik perhatian wisatawan mancanegara.

sekitarmalangraya – Kampung Warna-Warni Jodipan semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Kota Malang yang menarik perhatian wisatawan mancanegara.

Deretan rumah dengan warna mencolok, mural, serta gang-gang permukiman di tepi Sungai Brantas menjadi pemandangan yang berbeda dari kawasan perkotaan pada umumnya.

Bahkan, data pemerintah daerah menunjukkan jumlah wisatawan asing yang tercatat berkunjung ke kawasan ini lebih banyak dibandingkan wisatawan domestik pada 2024.

Ketertarikan tersebut bukan sekadar fenomena sesaat. Kampung Warna-Warni Jodipan memiliki perjalanan panjang dari permukiman padat hingga berkembang menjadi tujuan wisata berbasis masyarakat.

Perubahan itu melibatkan kreativitas mahasiswa, dukungan pihak swasta, dan partisipasi warga yang kemudian merawat kawasan tersebut.

Di tengah perkembangan pariwisata digital, Jodipan juga memperlihatkan bagaimana sebuah kampung dapat dikenal hingga ke luar negeri melalui foto, video, dan pengalaman wisatawan.

Lantas, apa yang membuat tempat ini menarik bagi pengunjung asing dan bagaimana masyarakat setempat merasakan dampaknya?

Kampung Warna-Warni Jodipan Menarik Perhatian Wisatawan Mancanegara

Daya tarik Kampung Warna-Warni Jodipan terlihat dari jumlah kunjungan wisatawan yang tercatat dalam laporan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang.

Pada 2023, destinasi ini menerima 32.063 kunjungan wisatawan mancanegara. Angka tersebut meningkat menjadi 45.187 pada 2024.

Dalam laporan kinerja Disporapar 2024, jumlah wisatawan domestik yang tercatat mengunjungi kawasan tersebut mencapai 23.097 orang.

Dengan demikian, kunjungan wisatawan asing pada tahun itu hampir dua kali jumlah wisatawan domestik. Data tersebut memperlihatkan kuatnya daya tarik Jodipan bagi pengunjung dari luar Indonesia.

Perkembangan terbaru juga disampaikan pengelola kepada Info Malang pada 3 November 2026. Koordinator Kampung Warna-Warni Jodipan, Agus Kodar, memperkirakan sekitar 90% pengunjung saat ini merupakan wisatawan asing. Pengelola juga menyebut terdapat sekitar 8.300 kunjungan sepanjang Oktober 2026.

Namun, kedua angka terbaru tersebut merupakan keterangan pengelola, bukan rekapitulasi resmi Disporapar. Karena itu, angka 90% dan 8.300 kunjungan tidak bisa disamakan dengan statistik tahunan pemerintah.

Meski sumbernya berbeda, informasi tersebut menunjukkan bahwa wisatawan mancanegara menjadi bagian penting dari aktivitas pariwisata Jodipan.

Baca Juga : Jadwal, Tarif, dan Rute Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya, Ini Panduan Lengkapnya

Berawal dari Permukiman, Kini Menjadi Destinasi Wisata Kota Malang

Sebelum dikenal sebagai kawasan wisata, Jodipan merupakan permukiman padat di bantaran Sungai Brantas.

Perubahan wajah kampung ini mulai berlangsung pada 2016 melalui gagasan delapan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Mereka melihat peluang untuk memperbaiki tampilan lingkungan sekaligus menghadirkan daya tarik baru bagi kawasan tersebut.

Program penataan dilakukan melalui pengecatan rumah dan pengembangan mural dengan dukungan perusahaan cat Indana Paint.

Warga turut terlibat dalam proses perubahan, sehingga hasilnya bukan hanya proyek memperindah bangunan, melainkan juga kegiatan bersama yang mengubah citra lingkungan tempat tinggal mereka.

Pemerintah Kota Malang meresmikan Kampung Warna-Warni pada 4 September 2016. Sejak itu, kawasan di Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, tersebut berkembang sebagai salah satu ikon wisata kota.

Perubahan ini menunjukkan bahwa kreativitas dan kolaborasi dapat membuka peluang baru bagi permukiman yang sebelumnya belum dikenal sebagai destinasi wisata.

Kampung Warna-Warni Jodipan juga memiliki keunikan karena aktivitas wisata berlangsung berdampingan dengan kehidupan warga.

Pengunjung tidak hanya melihat bangunan berwarna-warni, tetapi juga menyusuri gang permukiman dan mengenal suasana kampung kota di tepi sungai.

Promosi Digital Membawa Nama Jodipan hingga ke Luar Negeri

Internet dan media sosial berperan dalam memperluas jangkauan informasi mengenai Jodipan. Foto rumah berwarna cerah, mural, dan suasana kampung yang unik mudah dibagikan melalui berbagai platform digital.

Konten tersebut memungkinkan orang yang belum pernah datang ke Malang mengenal kawasan ini sebelum merencanakan perjalanan.

Pengalaman wisatawan asal Islandia yang diberitakan RRI pada 28 September 2026 menjadi salah satu contohnya.

Dua wisatawan bernama Pictan dan Carolina mengaku menemukan Kampung Warna-Warni Jodipan melalui pencarian di internet. Rasa penasaran terhadap tempat yang mereka lihat secara daring akhirnya membawa keduanya berkunjung langsung ke Malang.

Cerita tersebut memperlihatkan hubungan antara promosi digital dan keputusan perjalanan wisata. Sebuah destinasi tidak harus berada di pusat perhatian internasional untuk dikenal wisatawan asing.

Informasi yang mudah ditemukan, visual yang menarik, serta pengalaman pengunjung yang dibagikan kembali dapat memperluas jangkauan promosi.

Kehadiran wisatawan dari berbagai negara juga mendorong interaksi lintas budaya. Warga memiliki kesempatan berkomunikasi dengan pengunjung yang menggunakan bahasa berbeda.

Dalam jangka panjang, pengalaman tersebut dapat memperkaya kemampuan masyarakat dalam menyambut wisatawan dan memperkenalkan lingkungan tempat tinggalnya.

Kunjungan Turis Asing Membuka Peluang Ekonomi bagi Warga

Aktivitas wisata di Jodipan turut memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Wisatawan yang datang dapat membeli makanan, minuman, maupun suvenir dari pelaku usaha di sekitar kawasan.

Transaksi sederhana tersebut menjadi salah satu bentuk manfaat ekonomi yang dirasakan warga dari meningkatnya kunjungan.

Dalam laporan RRI, sejumlah warga menceritakan perubahan aktivitas ekonomi setelah Jodipan semakin dikenal. Pengunjung yang datang tidak hanya membayar tiket masuk, tetapi juga berbelanja di kios dan usaha kecil.

Salah satu warga bahkan menjual makanan dan minuman untuk memenuhi kebutuhan wisatawan.

Pengelola juga menjelaskan bahwa pendapatan tiket digunakan untuk mendukung pemeliharaan kawasan, termasuk menjaga kebersihan dan pengecatan ulang.

Kegiatan perawatan tersebut penting karena warna bangunan dan kondisi lingkungan menjadi bagian utama dari pengalaman wisata yang ditawarkan.

Meski demikian, manfaat ekonomi pariwisata tidak otomatis dirasakan secara merata oleh semua warga. Peluang usaha tetap bergantung pada jenis dagangan, lokasi, jumlah pengunjung, dan kemampuan pelaku usaha menyesuaikan kebutuhan pasar.

Karena itu, pengembangan destinasi perlu memberi ruang bagi keterlibatan masyarakat, bukan hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan.

Baca Juga : 170 Atlet Kabupaten Malang Siap Berlaga, Ini Harapan untuk Prestasi Daerah di POPDA 2026

Menjaga Daya Tarik Kampung Warna-Warni Jodipan

Popularitas sebuah destinasi perlu diikuti upaya perawatan agar daya tariknya tidak hanya bertahan dalam foto atau video.

Kebersihan gang, kondisi bangunan, fasilitas umum, dan kenyamanan pengunjung menjadi aspek yang perlu diperhatikan.

Apalagi, kawasan wisata ini tetap merupakan tempat tinggal masyarakat sehingga pengelolaannya perlu mempertimbangkan aktivitas sehari-hari warga.

Profil Kampung Warna-Warni Jodipan pada Jejaring Desa Wisata Kementerian Pariwisata mencantumkan sejumlah fasilitas, seperti kamar mandi umum, kios suvenir, kuliner, musala, serta area berfoto. Profil tersebut juga mencatat kawasan ini masuk dalam 500 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024.

Selain fasilitas, keramahan warga dan keterlibatan pengunjung dalam kegiatan masyarakat turut menjadi bagian dari atraksi wisata. Pengalaman seperti ini dapat membedakan Jodipan dari destinasi yang hanya menawarkan pemandangan untuk difoto.

Kampung Warna-Warni Jodipan menunjukkan bahwa perubahan lingkungan yang dimulai dari inisiatif sederhana dapat berkembang menjadi daya tarik wisata lintas negara.

Namun, keberhasilan jangka panjang tidak cukup diukur dari banyaknya wisatawan asing. Kebersihan, kenyamanan, keberlanjutan usaha warga, dan keterlibatan masyarakat tetap menjadi bagian penting agar Jodipan terus memberi manfaat bagi Kota Malang.

Leave a Comment

Related Post