Pameran Foto PFI Malang, Melihat Cerita Pangan dari Sudut Pandang Pewarta Foto

Mazaya Farandy

September 29, 2026

5
Min Read
Pameran Foto PFI Malang menjadi ruang untuk melihat persoalan pangan melalui sudut pandang pewarta foto.

sekitarmalangraya – Pameran Foto PFI Malang menjadi ruang untuk melihat persoalan pangan melalui sudut pandang pewarta foto.

Lewat tema “Tanah, Pangan dan Harapan”, kegiatan ini tidak hanya menyajikan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung memahami proses panjang di balik pangan yang hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Pameran Foto PFI Malang Hadirkan 120 Karya tentang Pangan

Pameran Foto PFI Malang bertajuk “Tanah, Pangan dan Harapan” digelar di Galeri Kayutangan, Kota Malang, pada 24–27 September 2026. Kegiatan tersebut bertepatan dengan Hari Tani Nasional yang diperingati setiap 24 September.

Berdasarkan informasi Pewarta Foto Indonesia (PFI), pameran menghadirkan karya foto cerita yang membahas berbagai persoalan pangan. ANTARA mencatat terdapat 120 foto yang disusun dalam 24 cerita dan merupakan karya 21 pewarta foto.

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa isu pangan dapat dilihat dari banyak sisi. Foto tidak hanya diarahkan untuk memperlihatkan hasil pertanian atau bahan makanan, tetapi juga merekam manusia, lingkungan, proses produksi, serta kondisi sosial yang berkaitan dengan keberadaan pangan.

Pemerintah Kota Malang juga menyebut 120 karya tersebut mengangkat cerita mengenai pertanian, pangan, lingkungan, dan kehidupan masyarakat.

Dengan demikian, Pameran Foto ini memiliki konteks yang lebih luas daripada sekadar kegiatan apresiasi visual.

Cerita Pangan Tidak Hanya tentang Makanan di Meja

Pameran Foto PFI Malang membawa pengunjung untuk melihat perjalanan pangan sebelum sampai kepada konsumen.

PFI menjelaskan bahwa karya yang ditampilkan mencakup sumber pangan, proses produksi, kehidupan masyarakat yang bergantung pada sektor pangan, serta persoalan kesehatan dan lingkungan.

Cerita tersebut mencakup praktik pertanian, perikanan, dan peternakan. Sejumlah karya juga membahas keberagaman pangan di Jawa Timur, termasuk pangan dari hutan, padi, sayuran, perikanan, garam, hingga pengelolaan sisa makanan.

Sudut pandang seperti ini membuat pangan tidak berhenti pada pertanyaan mengenai apa yang dimakan.

Ada proses yang melibatkan lahan, tenaga manusia, distribusi, lingkungan, serta berbagai aktivitas ekonomi sebelum makanan sampai kepada masyarakat.

Pemkot Malang menilai tema tersebut relevan dengan persoalan ketahanan pangan di kawasan perkotaan.

Keterbatasan lahan membuat keberadaan lahan pertanian pangan berkelanjutan menjadi bagian yang diperhatikan dalam tata ruang Kota Malang.

Melalui Pameran Foto, persoalan yang sering hadir dalam bentuk data atau pembahasan kebijakan ditampilkan dalam bentuk visual yang lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari masyarakat.

Baca Juga : Batu Punya Konsep “Gastronomi Pegunungan”, Apa yang Membuatnya Berbeda?

PFI Malang Mengajak Pengunjung Memahami Cerita di Balik Foto

Salah satu bagian penting dalam Pameran Foto PFI Malang adalah kuratorial tour. Kegiatan ini memberi kesempatan kepada pengunjung untuk mendapatkan penjelasan mengenai karya, konteks visual, serta cerita yang melatarbelakangi foto.

Kuratorial tour dipandu oleh Idealita Ismanto dan Fullya Syafi. PFI menyebut kegiatan tersebut dirancang agar pengunjung tidak berhenti pada aktivitas melihat gambar, tetapi dapat memahami persoalan yang ingin disampaikan melalui karya.

Pendekatan ini penting dalam fotografi jurnalistik karena sebuah gambar dapat memiliki konteks yang tidak langsung terlihat.

Detail mengenai lokasi, orang, proses, atau persoalan yang menjadi latar sebuah foto dapat membantu pengunjung membaca karya secara lebih utuh.

Bagi masyarakat yang tidak mengikuti isu pangan secara dekat, penjelasan dalam kuratorial tour dapat menjadi pintu masuk untuk memahami cerita yang sebelumnya mungkin terlihat biasa.

Aktivitas seperti pasar, pertanian, peternakan, atau pengelolaan makanan dapat dilihat kembali melalui pengalaman pewarta foto ketika mendokumentasikan realitas tersebut.

Dengan begitu, Pameran Foto berfungsi sebagai ruang pertemuan antara karya jurnalistik dan publik. Foto menjadi titik awal untuk melihat, memahami, kemudian membicarakan persoalan yang ada di sekitar masyarakat.

Pasar Gadang hingga Persoalan Lingkungan Masuk dalam Cerita Pameran

Salah satu cerita yang mendapat perhatian dalam Pameran Foto PFI Malang berkaitan dengan Pasar Gadang.

Pasar tersebut menjadi bagian dari cerita mengenai pangan dalam konteks perkotaan karena memiliki hubungan dengan aktivitas perdagangan dan distribusi komoditas.

Karya tentang Pasar Gadang juga memperlihatkan bahwa sebuah ruang perdagangan dapat memiliki cerita lebih panjang daripada aktivitas jual beli.

Perubahan kawasan, aktivitas pedagang, distribusi pangan, dan kehidupan masyarakat dapat menjadi bagian dari cerita visual yang direkam pewarta foto.

Selain Pasar Gadang, karya dalam pameran mencakup beragam persoalan pangan di Jawa Timur. KETIK melaporkan adanya cerita mengenai pangan hutan, padi, sayuran, perikanan, serta pengelolaan sisa makanan dari hotel. PFI sendiri menekankan bahwa karya-karya tersebut juga berkaitan dengan kesehatan dan lingkungan.

Keragaman tema tersebut memperlihatkan bahwa persoalan pangan saling terhubung dengan berbagai bidang kehidupan.

Ketika lingkungan berubah, proses produksi pangan dapat ikut terdampak. Ketika distribusi mengalami perubahan, masyarakat dan pelaku ekonomi di dalam rantai pangan juga dapat merasakan dampaknya.

Karena itu, Pameran Foto tidak hanya berbicara mengenai objek yang berada di dalam bingkai, tetapi juga tentang hubungan antara manusia, ruang, sumber daya, dan kehidupan sehari-hari.

Baca Juga : Stadsklok Malang, Bangunan Bersejarah yang Dibidik Jadi Wisata Baru

Pameran Foto PFI Malang Menjadi Ruang Melihat Pangan dari Perspektif Berbeda

Pameran Foto “Tanah, Pangan dan Harapan” menunjukkan bagaimana fotografi jurnalistik dapat digunakan untuk membuka percakapan mengenai persoalan yang dekat dengan masyarakat.

PFI Malang menempatkan fotografi sebagai medium untuk menyampaikan realitas sekaligus membuka ruang diskusi.

Selain pameran dan kuratorial tour, rangkaian kegiatan juga mencakup diskusi publik bertema “Tanah, Pangan, dan Ekonomi Kota”.

Diskusi tersebut menghadirkan unsur pemerintah, legislatif, akademisi, serta pengelola kampung untuk membicarakan persoalan tanah, pangan, distribusi, aktivitas ekonomi, dan kehidupan masyarakat perkotaan.

Dukungan PFI Nasional dan Pemerintah Kota Malang melalui Diskominfo turut menjadi bagian dari penyelenggaraan kegiatan.

Pameran terbuka bagi masyarakat umum, mahasiswa, akademisi, fotografer, pewarta foto, jurnalis, serta kalangan yang memiliki perhatian terhadap isu pangan dan lingkungan.

Pada akhirnya, Pameran Foto PFI Malang tidak hanya meninggalkan deretan gambar di ruang pamer. Karya-karya tersebut merekam potongan kehidupan yang sering dilewati begitu saja, kemudian menghadirkannya kembali agar masyarakat dapat melihat proses, persoalan, dan manusia yang berada di balik pangan.

Melalui “Tanah, Pangan dan Harapan”, cerita tentang pangan di Malang dan Jawa Timur hadir bukan hanya sebagai sesuatu yang dikonsumsi, tetapi sebagai bagian dari hubungan antara tanah, pekerjaan, lingkungan, ekonomi, dan kehidupan masyarakat.

Leave a Comment

Related Post