Mengenal Taman Edelweiss Desa Wonokitri dan Pesona Wisatanya

Mazaya Farandy

September 23, 2026

5
Min Read
Taman edelweiss Desa Wonokitri menjadi salah satu destinasi wisata pegunungan di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, yang menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan.

sekitarmalangraya – Taman edelweiss Desa Wonokitri menjadi salah satu destinasi wisata pegunungan di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, yang menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan.

Berada di kawasan sekitar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tempat ini tidak hanya menghadirkan hamparan bunga edelweis, tetapi juga mengenalkan proses budidaya, budaya masyarakat Tengger, serta upaya menjaga tanaman yang dilindungi tersebut.

Keberadaan Taman Edelweiss menarik karena wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan.

Pengunjung juga dapat mengenal bagaimana bunga edelweis dibudidayakan dan memahami kaitannya dengan kehidupan masyarakat Desa Wonokitri.

Konsep tersebut membuat destinasi ini memiliki perpaduan antara wisata alam, edukasi, budaya, dan konservasi.

Bagi wisatawan dari kawasan Malang Raya yang hendak menjelajahi destinasi di sekitar Bromo, Wonokitri juga dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengenal sisi lain kawasan pegunungan sebelum melanjutkan perjalanan.

Baca Juga : Kecamatan Kasembon, Sudut Kabupaten Malang dengan Potensi yang Beragam

Taman Edelweiss Desa Wonokitri Ada di Mana?

Taman Edelweiss berada di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Secara administratif, destinasi ini bukan berada di Kabupaten Malang, meskipun kawasan Wonokitri memiliki keterkaitan dengan jalur wisata menuju Bromo dari sisi Pasuruan.

Direktorat Jenderal KSDAE juga menyebut Wonokitri sebagai salah satu desa penyangga kawasan TNBTS.

Menurut informasi terbaru dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Desa Wisata Edelweis Wonokitri berada di sekitar ketinggian 1.900 meter di atas permukaan laut.

Lingkungan pegunungan tersebut membuat suasana di kawasan ini berbeda dengan destinasi wisata perkotaan. Panorama perbukitan dan udara pegunungan menjadi bagian dari pengalaman ketika berkunjung.

Lokasi Taman Edelweiss juga tercatat dalam platform Jadesta milik Kementerian Pariwisata. Alamat desa wisata tersebut berada di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Daya Tarik Taman Edelweiss Desa Wonokitri

Daya tarik utama Taman Edelweiss tentu berasal dari tanaman edelweis yang dibudidayakan di kawasan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyebut jenis yang banyak dibudidayakan adalah Anaphalis javanica atau edelweis Jawa.

Tanaman tersebut termasuk yang dilindungi sehingga pengunjung tidak diperbolehkan memetiknya sembarangan.

Keindahan kawasan juga menjadi bagian dari pengalaman wisata. Hamparan tanaman edelweis dapat menjadi latar untuk mengabadikan momen, sementara panorama perbukitan memberikan suasana khas dataran tinggi.

Pemkab Pasuruan pada 2026 menyebut adanya beberapa fasilitas seperti area tanaman, rooftop kaca, serta kafe dengan latar belakang perbukitan.

Platform Jadesta juga mencatat berbagai fasilitas pendukung di Desa Wisata Edelweiss Wonokitri, antara lain area parkir, kafetaria, kamar mandi umum, kios suvenir, mushola, area kuliner, Wi-Fi, selfie area, dan spot foto.

Dengan fasilitas tersebut, Taman Edelweiss tidak hanya mengandalkan keindahan bunga sebagai daya tarik. Pengunjung dapat menikmati suasana kawasan sekaligus memperoleh pengalaman wisata yang lebih beragam.

Taman Edelweiss Desa Wonokitri Jadi Tempat Edukasi Budidaya

Hal yang membuat Taman Edelweiss berbeda adalah adanya unsur edukasi dalam kegiatan wisatanya.

Wisatawan dapat mengenal proses pembibitan dan budidaya edelweis, bukan hanya melihat tanaman yang sudah tumbuh.

Jadesta mencatat adanya paket wisata budidaya tanaman edelweis. Dalam kegiatan tersebut, wisatawan dapat mempelajari beberapa tahapan, mulai dari memilah biji, menabur benih pada media tanam, mengenal jenis edelweis yang dikembangkan di Wonokitri, hingga belajar membuat suvenir dengan bunga edelweis sebagai bahan utamanya.

Konsep tersebut sudah menjadi bagian dari gagasan awal pengembangan Taman Edelweiss. KSDAE mencatat bahwa konsep wisata yang dikembangkan KTH Edelweis Hulun Hyang tidak hanya bertujuan menikmati keindahan alam, tetapi juga memberikan pengetahuan kepada pengunjung mengenai edelweis dan proses budidayanya.

Pada pemberitaan Pemkab Pasuruan Mei 2026, pengunjung juga disebut dapat melihat pembibitan melalui tempat penyimpanan bibit.

Selain itu, tersedia kerajinan seperti gantungan kunci, bonsai, dan buket edelweis yang dapat menjadi cenderamata.

Edelweis dan Budaya Masyarakat Tengger di Wonokitri

Di balik daya tarik wisatanya, edelweis memiliki hubungan erat dengan masyarakat Tengger di Desa Wonokitri.

Jadesta menyebut bunga tersebut memiliki nilai sakral dan digunakan dalam sejumlah upacara adat masyarakat setempat.

Karena itu, pengembangan budidaya tidak hanya berkaitan dengan pariwisata, tetapi juga dengan kebutuhan budaya masyarakat.

KSDAE mencatat bahwa sebelum budidaya dikembangkan, kebutuhan edelweis untuk kegiatan ritual masyarakat dapat mendorong pengambilan bunga dari kawasan pegunungan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu latar belakang dibentuknya kelompok tani hutan di Wonokitri. KTH Edelweis Hulun Hyang kemudian berkembang dengan tujuan menyediakan edelweis melalui budidaya sehingga kebutuhan masyarakat untuk upacara adat tidak harus dipenuhi dengan mengambil tanaman dari kawasan konservasi.

Dengan demikian, Taman Edelweiss juga memperlihatkan bagaimana sebuah destinasi wisata dapat berhubungan dengan tradisi masyarakat.

Bunga yang menjadi daya tarik wisata ternyata mempunyai makna lebih luas dalam kehidupan budaya warga Wonokitri.

Baca Juga : Malang Skyland, Tempat Menikmati Pemandangan Kota dari Ketinggian

Taman Edelweiss Desa Wonokitri, Wisata Sekaligus Upaya Pelestarian

Taman Edelweiss Desa Wonokitri pada akhirnya tidak hanya menawarkan pemandangan bunga di kawasan pegunungan.

Tempat ini mempertemukan beberapa unsur sekaligus, yaitu wisata alam, pembelajaran budidaya, budaya Tengger, dan upaya pelestarian edelweis.

Pengembangan tersebut juga mendapat perhatian dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia. Jadesta mencatat Desa Wisata Edelweiss Wonokitri masuk dalam 75 Besar ADWI 2023.

Sementara itu, keberadaan kelompok masyarakat seperti Hulun Hyang menunjukkan adanya peran warga dalam menjaga keberlanjutan budidaya.

KSDAE mencatat kelompok tersebut terbentuk secara resmi pada 2018 dan mengembangkan edelweis melalui kegiatan budidaya di Desa Wonokitri.

Bagi wisatawan, pengalaman berkunjung ke Taman Edelweiss dapat menjadi kesempatan untuk menikmati lanskap pegunungan sekaligus memahami alasan bunga edelweis perlu dijaga.

Karena merupakan tanaman yang dilindungi, pengunjung sebaiknya menikmati keindahannya tanpa memetik atau merusak tanaman.

Dengan konsep tersebut, Taman Edelweiss Desa Wonokitri dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin melihat destinasi di sekitar kawasan Bromo dengan pengalaman yang tidak berhenti pada panorama.

Ada cerita tentang masyarakat, budaya, proses budidaya, dan upaya menjaga bunga edelweis agar tetap dapat dinikmati secara berkelanjutan.

Leave a Comment

Related Post