Pantai Ngliyep, Pesona Pantai Malang Selatan yang Punya Cerita Budaya

Mazaya Farandy

September 19, 2026

5
Min Read
Pantai Ngliyep menjadi salah satu tujuan wisata di pesisir selatan Kabupaten Malang yang menawarkan lebih dari sekadar pemandangan laut.

sekitarmalangraya – Pantai Ngliyep menjadi salah satu tujuan wisata di pesisir selatan Kabupaten Malang yang menawarkan lebih dari sekadar pemandangan laut.

Berada di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, kawasan ini mempertemukan bentang alam pantai, tebing, batu karang, kawasan hijau, serta tradisi masyarakat yang masih dijalankan hingga sekarang.

Pantai Ngliyep Bukan Sekadar Pantai di Malang Selatan

Pantai Ngliyep berada di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Pemerintah Kabupaten Malang mencatat kawasan ini sebagai pantai di bagian selatan kabupaten dengan karakter berbatu, gelombang yang bertemu terumbu karang, serta sebuah pulau kecil yang ditumbuhi hutan tropis.

Karakter tersebut membuat kawasan pesisir ini mempunyai lanskap yang cukup beragam dalam satu lokasi.

Secara administratif dan dalam pengembangan pariwisata daerah, Pantai Ngliyep juga bukan destinasi yang berdiri sendiri.

Dokumen perencanaan Kabupaten Malang menempatkan Ngliyep dan sekitarnya sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Kabupaten atau KSPK di wilayah Pantai Malang Selatan.

Pengelompokan tersebut menunjukkan bahwa kawasan ini dipandang sebagai bagian dari pengembangan destinasi wisata daerah, bukan hanya tempat rekreasi pantai.

Lanskap Pantai Ngliyep Menawarkan Suasana yang Berbeda

Daya tarik Pantai Ngliyep salah satunya terletak pada perpaduan pasir, batu karang, tebing, dan vegetasi di sekitar pesisir.

Deburan ombak Samudra Hindia yang berhadapan langsung dengan garis pantai menjadi bagian penting dari karakter kawasan ini.

Pemandangan di sekitar Gunung Kombang juga menjadi salah satu bagian yang dapat dinikmati pengunjung. Pemerintah Kabupaten Malang menyebut Gunung Kombang sebagai salah satu titik untuk menikmati pemandangan senja.

Di sekitar kawasan tersebut terdapat pulau kecil yang menjorok ke laut, sehingga lanskapnya tidak hanya berupa garis pasir yang datar.

Namun, keindahan pantai selatan tetap perlu disertai perhatian terhadap keselamatan. Informasi pariwisata resmi Pemerintah Kabupaten Malang menyebut pengunjung tidak dapat berenang di pantai karena kondisi pantai selatan pada umumnya berbahaya.

Karena itu, menikmati Pantai Ngliyep sebaiknya lebih diarahkan pada aktivitas di area yang aman, seperti menikmati pemandangan, berjalan di sekitar pasir, mengamati lanskap, atau menikmati suasana senja.

Baca Juga : Coban Putri, Destinasi Adventure di Kota Batu dengan Pesona Alam Menarik

Pantai Ngliyep dan Tradisi Labuhan Mulud

Sisi yang membuat Pantai Ngliyep mempunyai cerita berbeda adalah keberadaan tradisi Labuhan. Pemerintah Kabupaten Malang mencatat bahwa masyarakat Desa Kedungsalam masih melaksanakan upacara tradisional Labuhan di kawasan pantai.

Tradisi tersebut menjadi bagian dari kehidupan budaya masyarakat setempat dan dilaksanakan sebagai bentuk pelestarian adat.

Catatan Kecamatan Donomulyo juga menunjukkan bahwa kegiatan Labuhan telah dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat Kedungsalam. Dalam pelaksanaannya terdapat rangkaian upacara dan pemberian sesaji. Pada 2025, Pemerintah Kabupaten Malang juga mendokumentasikan pelaksanaan Tradisi Adat Ritual Labuhan Gunung Kombang ke-116 di Desa Kedungsalam.

Selain menjadi tradisi masyarakat, Labuhan membuat kawasan ini mempunyai dimensi budaya yang tidak ditemukan jika pantai hanya dilihat dari sisi lanskap.

Tradisi tersebut memperlihatkan hubungan antara ruang pesisir dan kehidupan sosial masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Penelitian Universitas Negeri Malang mengenai tradisi Labuhan di Kedungsalam juga mencatat adanya nilai sosial, gotong royong, musyawarah, religi, dan pariwisata dalam tradisi tersebut.

Mengapa Pantai Ngliyep Masih Menarik untuk Dijelajahi?

Pantai Ngliyep dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pesisir tanpa menjadikan aktivitas berenang sebagai tujuan utama.

Bentang alamnya memungkinkan pengunjung menikmati pantai dari sisi visual, mulai dari hamparan pasir hingga tebing dan batu karang yang berhadapan dengan ombak.

Kawasan ini juga mempunyai fasilitas pendukung yang tercatat dalam data Pemerintah Kabupaten Malang. Data daya tarik wisata alam pantai mencantumkan Pantai Ngliyep di Desa Kedungsalam dengan fasilitas seperti musala, parkir, MCK, dan penginapan.

Data tersebut juga mencatat akses jalan dan jenis kendaraan yang dapat menuju kawasan wisata. Karena fasilitas dan kondisi lapangan dapat berubah, pengunjung tetap perlu mengecek informasi terbaru sebelum melakukan perjalanan.

Bagi wisatawan yang datang untuk menikmati alam, waktu kunjungan juga dapat disesuaikan dengan aktivitas yang ingin dilakukan.

Menikmati suasana pagi, melihat perubahan cahaya menjelang sore, atau sekadar mengamati bentang pantai dapat menjadi pilihan tanpa harus mendekati area laut yang berisiko.

Pantai Ngliyep dalam Potensi Wisata Kabupaten Malang

Posisi Pantai Ngliyep dalam perencanaan pariwisata Kabupaten Malang memperkuat keberadaannya sebagai bagian dari kawasan wisata strategis.

Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 7 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Malang Tahun 2025–2045 mencantumkan KSPK Ngliyep dan sekitarnya dalam DPK Wilayah Pantai Malang Selatan dan sekitarnya.

Dokumen tersebut juga menekankan pengembangan pariwisata berkelanjutan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan alam, sosial, dan budaya.

Konteks ini relevan bagi kawasan tersebut karena tidak hanya memiliki potensi wisata alam, tetapi juga tradisi masyarakat yang masih berlangsung.

Upaya menjaga lingkungan juga terlihat dari kegiatan penanaman 500 bibit mangrove di Pantai Ngliyep pada Mei 2026 yang melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Malang menyebut kegiatan tersebut bertujuan antara lain untuk rehabilitasi kawasan pesisir dan membantu mencegah abrasi atau erosi pantai.

Baca Juga : Jalan Besar Ijen, Ikon Kota Malang yang Punya Banyak Cerita

Pantai Ngliyep, Pertemuan Wisata Alam dan Budaya

Pada akhirnya, kawasan ini mempunyai daya tarik yang berasal dari dua sisi yang saling melengkapi. Lanskap pesisir dengan tebing, pasir, batu karang, Gunung Kombang, dan vegetasi menjadi bagian dari kekayaan alamnya.

Sementara itu, tradisi Labuhan menunjukkan bahwa kawasan tersebut juga memiliki hubungan yang kuat dengan kehidupan budaya masyarakat Kedungsalam.

Karena itu, Pantai Ngliyep tidak harus dipahami hanya sebagai tempat untuk menikmati laut. Pantai ini juga dapat menjadi ruang untuk mengenal karakter pesisir Malang Selatan, melihat bagaimana masyarakat mempertahankan tradisi, sekaligus memahami pentingnya menjaga lingkungan pantai.

Dengan memperhatikan keselamatan dan kelestarian kawasan, pengalaman berkunjung dapat menjadi lebih dari sekadar menikmati pemandangan.

Leave a Comment

Related Post