Sungai Brantas Malang Tercemar, Hasil Uji Lab Ungkap Temuan Penting

Mazaya Farandy

October 29, 2026

6
Min Read
Sungai Brantas Malang menjadi perhatian setelah air di sekitar Jembatan Mergosono Gang 5, Kota Malang, berubah menjadi ungu gelap pada 27 September 2026.

sekitarmalangraya – Sungai Brantas Malang menjadi perhatian setelah air di sekitar Jembatan Mergosono Gang 5, Kota Malang, berubah menjadi ungu gelap pada 27 September 2026.

Hasil uji laboratorium yang disampaikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang kemudian menemukan indikasi beban pencemar pada sejumlah parameter kualitas air.

Meski kadar zat pewarna sintetis yang diuji berada di bawah ambang batas yang diberitakan, temuan tersebut belum menjawab secara pasti penyebab perubahan warna air.

Peristiwa ini penting dicermati karena warna air yang mencolok tidak bisa menjadi satu-satunya dasar untuk menyimpulkan jenis maupun tingkat pencemaran. Pemeriksaan laboratorium, penelusuran sumber, dan pengawasan lanjutan diperlukan agar penanganan tidak berhenti pada dugaan.

Kronologi Sungai Brantas Malang Berubah Warna Menjadi Ungu

Perubahan warna air Sungai Brantas Malang dilaporkan warga pada Minggu, 27 September 2026, di sekitar Jembatan Mergosono Gang 5.

Air yang biasanya terlihat seperti kondisi normal tampak berubah menjadi ungu gelap. Rekaman kejadian tersebut kemudian beredar dan memunculkan kekhawatiran masyarakat mengenai kemungkinan masuknya limbah ke aliran sungai.

Menurut laporan ANTARA Jawa Timur, informasi kejadian diterima DLH Kota Malang pada Minggu sore. Petugas melakukan pengecekan ke lokasi pada Senin, 28 September 2026, sekitar pukul 09.00–11.00 WIB.

Saat petugas tiba, warna air telah kembali normal, tetapi sampel tetap diambil untuk diperiksa di laboratorium. Pada 1 Oktober, pemerintah kota masih menunggu hasil pengujian sebelum menyimpulkan penyebab perubahan warna.

Hasil uji kemudian disampaikan DLH pada 12–13 Oktober 2026 melalui pemberitaan media. Temuan itu memberi gambaran mengenai beberapa parameter kualitas air, tetapi belum menunjukkan secara pasti zat atau pihak yang menyebabkan air berubah warna pada akhir September.

Baca Juga : Prasasti Kanuruhan, Jejak Sejarah Kuno di Balik Nama Bunulrejo Malang

Hasil Uji Laboratorium Menunjukkan Indikasi Pencemaran Air

Dalam keterangan yang dikutip detikJatim dan Blok-A, DLH menyebut hasil pengujian mendeteksi parameter Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan fosfat.

Ketiganya menjadi indikator yang perlu diperhatikan dalam menilai kondisi air, meskipun penafsiran hasil tetap harus mengacu pada angka pengukuran, baku mutu yang berlaku, dan karakteristik sampel.

BOD menggambarkan kebutuhan oksigen oleh mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik di dalam air. COD mengukur kebutuhan oksigen secara kimiawi untuk mengoksidasi zat yang terdapat pada sampel.

Nilai yang tinggi pada parameter tersebut dapat berkaitan dengan masuknya bahan pencemar, tetapi angka hasil pengukuran dan pembanding baku mutu perlu diperiksa untuk menilai tingkat penyimpangannya.

Fosfat juga perlu dipantau karena masukan nutrien berlebih dapat memengaruhi keseimbangan ekosistem perairan.

Pada pengujian yang diberitakan, kadar zat pewarna sintetis tercatat 3,367 Pt-Co, sedangkan ambang batas yang disebut dalam laporan adalah 50 Pt-Co.

Kandungan kromium heksavalen (Cr-VI) tercatat 0,0096 miligram per liter, dibandingkan dengan ambang batas 0,05 miligram per liter.

Dengan demikian, dua parameter tersebut berada di bawah batas yang disebutkan dalam pemberitaan. Namun, hasil itu tidak berarti semua aspek kualitas air otomatis aman, sebab parameter BOD, COD, dan fosfat juga ditemukan dan perlu ditafsirkan berdasarkan standar yang sesuai.

Karena itu, hasil uji Sungai Brantas Malang sebaiknya dibaca secara utuh. Kadar pewarna sintetis yang berada di bawah ambang batas tidak membuktikan bahwa zat tersebut menjadi penyebab perubahan warna, tetapi juga tidak menghapus temuan pada parameter lain.

Informasi yang tersedia belum cukup untuk menetapkan penyebab spesifik air menjadi ungu gelap.

Sumber Pencemaran Sungai Brantas Malang Masih Ditelusuri

DLH belum memastikan sumber pencemaran maupun penyebab perubahan warna air. Pejabat DLH yang dikutip media menyebut beban pencemar dapat berkaitan dengan berbagai aktivitas, seperti kegiatan domestik di permukiman, industri, hotel, rumah sakit, peternakan, atau pertanian.

Daftar tersebut merupakan kemungkinan sumber pencemar secara umum, bukan bukti bahwa salah satu kegiatan atau pelaku tertentu menjadi penyebab kejadian di Mergosono.

Penelusuran memang tidak sederhana jika perubahan warna berlangsung singkat. Ketika petugas memeriksa lokasi pada 28 September, kondisi air sudah kembali seperti biasanya.

Situasi tersebut membuat petugas tidak dapat langsung mengikuti aliran warna yang terlihat pada rekaman warga untuk menemukan sumbernya.

Laporan TIMES Indonesia pada 13 Oktober 2026 menyebut DLH berencana menyurati 12 perusahaan yang dinilai berpotensi memiliki saluran pembuangan menuju sungai, agar mengendalikan pengolahan limbah dan pembuangannya.

Langkah pemeriksaan tersebut tidak sama dengan penetapan perusahaan sebagai pelaku pencemaran. Penentuan tanggung jawab tetap memerlukan hasil penelusuran dan bukti yang relevan.

Peran DLH dalam Mengawasi Kualitas Air dan Limbah

Pengawasan kualitas air tidak cukup dilakukan setelah muncul perubahan warna yang mencolok. Pemeriksaan berkala, penelusuran saluran drainase, pengawasan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), serta tindak lanjut atas laporan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah pencemaran berulang.

Dalam kasus Sungai Brantas Malang, DLH menyatakan akan terus memantau titik-titik yang dinilai rawan pencemaran dan mengingatkan perusahaan untuk mengendalikan proses pengolahan serta pembuangan limbah.

Pengawasan perlu memastikan bahwa air limbah yang dilepas ke badan air telah melalui pengolahan dan memenuhi ketentuan baku mutu yang berlaku. Pemeriksaan juga harus didasarkan pada bukti, bukan hanya dugaan yang muncul karena warna air.

Masyarakat dapat membantu dengan melaporkan perubahan warna, bau yang tidak biasa, kematian ikan, atau aliran cairan mencurigakan kepada instansi berwenang.

Informasi lokasi, waktu kejadian, dan dokumentasi dari tempat aman dapat membantu petugas menentukan waktu serta titik pemeriksaan.

Warga sebaiknya tidak menyentuh atau menggunakan air yang dicurigai tercemar sebelum ada arahan dari pihak berwenang.

Baca Juga : Berawal dari Jualan Alpukat, Es Teler Mendut Jadi Pilihan Kuliner Segar di Kota Malang

Pentingnya Pengawasan Sungai Brantas untuk Lingkungan dan Warga

Sungai merupakan bagian dari ekosistem yang menerima aliran air dari berbagai kawasan. Karena itu, menjaga kualitasnya membutuhkan kerja bersama pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Perubahan warna air merupakan tanda yang patut ditindaklanjuti, tetapi kesimpulan mengenai sumber dan bahayanya harus tetap berlandaskan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Temuan laboratorium terkait Sungai Brantas Malang memberi alasan bagi pengawasan lanjutan, khususnya pada parameter yang menunjukkan indikasi beban pencemar.

Pada saat yang sama, kadar pewarna sintetis dan kromium yang diberitakan berada di bawah ambang batas tidak boleh dipakai untuk menyimpulkan bahwa sumber perubahan warna sudah diketahui atau seluruh kondisi sungai bebas dari masalah.

Langkah berikutnya adalah memastikan hasil pemeriksaan diterjemahkan menjadi penelusuran sumber, pemeriksaan saluran pembuangan, dan pemantauan kualitas air secara konsisten.

Informasi perkembangan penanganan juga penting disampaikan secara terbuka agar masyarakat mengetahui tindakan yang dilakukan dan tidak terjebak pada tuduhan yang belum terbukti.

Kasus Sungai Brantas Malang menjadi pengingat bahwa sungai perlu dijaga melalui pengawasan yang berkelanjutan.

Hasil laboratorium merupakan dasar penting, tetapi penanganan yang tuntas juga membutuhkan bukti sumber pencemar dan tindak lanjut yang jelas.

Hingga penyebab perubahan warna dapat dipastikan, pihak yang bertanggung jawab tidak seharusnya ditentukan hanya berdasarkan dugaan.

Leave a Comment

Related Post