Skill Bahasa Inggris Jadi Bekal Penting Siswa SD, Apa yang Perlu Disiapkan?

Mazaya Farandy

October 1, 2026

5
Min Read
Kemampuan berbahasa Inggris semakin mendapat perhatian dalam pendidikan dasar Indonesia menjelang perubahan kebijakan pada tahun ajaran 2027/2028.

sekitarmalangraya – Kemampuan berbahasa Inggris semakin mendapat perhatian dalam pendidikan dasar Indonesia menjelang perubahan kebijakan pada tahun ajaran 2027/2028.

Mulai periode tersebut, mata pelajaran ini akan menjadi bagian wajib bagi siswa SD, MI, dan bentuk pendidikan sederajat.

Perubahan itu membuat persiapan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah dan guru, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana siswa mengenal bahasa tersebut secara bertahap dan menyenangkan.

Bagi siswa sekolah dasar, kemampuan berbahasa asing tidak harus langsung diarahkan pada materi yang berat.

Tahap awal justru dapat menjadi kesempatan untuk membangun keberanian menggunakan kosakata dan ungkapan sederhana.

Karena itu, pembicaraan tentang pelajaran ini di SD sebaiknya tidak hanya berfokus pada status mata pelajaran, tetapi juga pada kesiapan pembelajaran di ruang kelas.

Bahasa Inggris Akan Menjadi Mapel Wajib di SD pada 2027/2028

Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib di SD, MI, dan bentuk pendidikan sederajat mulai tahun ajaran 2027/2028.

Kemendikdasmen menyebut sampai tahun ajaran 2026/2027, mata pelajaran tersebut masih menjadi pilihan berdasarkan kesiapan sekolah.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari perubahan kurikulum yang ditetapkan melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025.

Artinya, pada 2026 status Bahasa Inggris belum dapat disebut sebagai mata pelajaran wajib secara nasional di jenjang SD.

Sekolah yang telah memiliki kesiapan dapat mengajarkannya sesuai ketentuan yang berlaku, sedangkan penerapan sebagai mata pelajaran wajib baru dimulai pada tahun ajaran 2027/2028.

Pemerintah menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diarahkan untuk menumbuhkan kemampuan komunikasi global sejak dini.

Penguasaan bahasa asing juga diharapkan dapat memperluas wawasan dan mendukung kepercayaan diri siswa dalam menghadapi lingkungan yang semakin terhubung.

Baca Juga : Belajar Bukan Sekadar Mengejar Nilai, Mengapa Proses Memahami Tetap Penting?

Mengapa Bahasa Inggris Mulai Diajarkan sebagai Mapel Wajib?

Bahasa Inggris memiliki posisi penting dalam komunikasi lintas negara. Bagi siswa SD, pengenalan sejak dini dapat menjadi bagian dari proses membangun kemampuan dasar yang kemudian dikembangkan pada jenjang pendidikan berikutnya.

Kemendikdasmen menyebut kebijakan ini berkaitan dengan kebutuhan menyiapkan profil lulusan yang produktif dan mampu beradaptasi dalam lingkungan global.

Namun, tujuan tersebut tidak berarti siswa SD harus langsung menguasai kemampuan Bahasa Inggris pada tingkat tinggi.

Justru, tahap pendidikan dasar dapat digunakan untuk membangun fondasi. Kosakata sederhana, ungkapan sehari-hari, kemampuan memperkenalkan diri, memahami instruksi, dan keberanian berbicara dapat menjadi bagian dari proses tersebut.

Pembelajaran yang sesuai usia juga dapat membantu siswa memandang Bahasa Inggris sebagai alat komunikasi, bukan sekadar kumpulan soal yang harus dijawab.

Pendekatan seperti ini penting karena pengalaman pertama siswa dapat memengaruhi cara mereka memandang pembelajaran bahasa pada tahap berikutnya.

Jika pembelajaran terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari, siswa memiliki ruang untuk mencoba tanpa harus selalu takut melakukan kesalahan.

Kesiapan Guru Menjadi Salah Satu Tantangan Utama

Perubahan status mata pelajaran tentu membutuhkan kesiapan tenaga pendidik. Kemendikdasmen telah menjalankan Program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris atau PKGSD-MBI sebagai bagian dari persiapan menuju penerapan wajib pada 2027/2028.

Pada tahap pertama 2026, sebanyak 5.777 guru dari 177 kabupaten/kota di 34 provinsi mengikuti pelatihan. Secara nasional, program tersebut menyasar 90.447 satuan pendidikan.

Sasaran tersebut diwakili guru kelas pada kelas 3, 4, 5, atau 6 dengan latar belakang non-Bahasa Inggris di sekolah yang belum menerapkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran pilihan maupun wajib.

Program ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan bahasa guru. Kemendikdasmen juga menekankan kompetensi pedagogik agar guru dapat mengajarkan materi sesuai karakteristik siswa SD.

Laman resmi program menyebut pengembangan kemampuan bahasa dan kemampuan pedagogik sebagai dua tujuan utama PKGSD-MBI.

Pada Agustus 2026, pemerintah juga membuka pelatihan mandiri PKGSD-MBI melalui RGTK di Rumah Pendidikan.

Skema tersebut ditujukan untuk memperluas kesempatan guru meningkatkan kompetensi secara bertahap. Pemerintah menargetkan sekitar 30 ribu guru mengikuti pelatihan setiap tahun melalui skema tersebut.

Langkah ini menunjukkan bahwa kesiapan guru menjadi bagian penting dari perubahan kebijakan. Status mata pelajaran dapat berubah melalui regulasi, tetapi kualitas pengalaman siswa di kelas tetap sangat bergantung pada kemampuan guru mengelola pembelajaran.

Bagaimana Siswa SD Perlu Mempersiapkan Diri?

Persiapan siswa tidak harus dimulai dengan mengejar materi yang sulit. Siswa dapat mengenal bahasa tersebut melalui aktivitas sederhana yang dekat dengan kehidupan mereka, seperti memperkenalkan nama, menyebut anggota keluarga, mengenali benda di sekitar, memahami rutinitas harian, atau mengikuti percakapan pendek.

Materi pelatihan mandiri PKGSD-MBI 2026 sendiri mencakup topik seperti perkenalan diri dan keluarga, komunitas di sekolah, serta rutinitas harian.

Topik tersebut menunjukkan bahwa konteks sehari-hari dapat digunakan sebagai pintu masuk pembelajaran bahasa di jenjang SD.

Di rumah, orang tua juga dapat membantu dengan memberikan ruang bagi anak untuk mengenal kosakata secara ringan.

Misalnya, anak dapat diajak memahami nama benda yang ditemui setiap hari atau mendengarkan percakapan sederhana.

Tujuannya bukan menggantikan pembelajaran sekolah, melainkan membuat siswa lebih terbiasa mendengar dan menggunakan bahasa tersebut.

Hal yang tidak kalah penting adalah membangun kepercayaan diri. Kesalahan pengucapan atau penggunaan kosakata merupakan bagian dari proses belajar. Jika siswa terlalu takut salah, kesempatan untuk berlatih berbicara justru dapat berkurang.

Baca Juga : TKA 2026 Semakin Dekat, Apa yang Perlu Dipersiapkan Siswa?

Penerapan Bahasa Inggris di SD Membutuhkan Persiapan Sekolah

Penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib tidak cukup hanya dengan menambahkan pelajaran ke jadwal sekolah. Ada sejumlah unsur yang perlu berjalan bersama, mulai dari guru, materi, metode, hingga dukungan sekolah.

Kesiapan guru perlu terus diperkuat melalui pelatihan dan pendampingan. Kemendikdasmen sendiri menyebut PKGSD-MBI sebagai program yang dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan. Guru yang telah mengikuti pelatihan juga diharapkan dapat berbagi praktik dengan rekan sejawat.

Sekolah juga perlu memastikan pembelajaran sesuai dengan karakteristik siswa SD. Artinya, aktivitas belajar dapat dibuat komunikatif dan kontekstual sehingga siswa tidak hanya berhadapan dengan teori.

Penggunaan percakapan sederhana, permainan bahasa, aktivitas kelompok, dan situasi yang dekat dengan keseharian dapat menjadi bagian dari pembelajaran selama sesuai dengan tujuan dan kemampuan siswa.

Pada akhirnya, persiapan menuju wajibnya Bahasa Inggris pada 2027/2028 merupakan pekerjaan bersama. Siswa perlu diberi ruang untuk tumbuh tanpa tekanan berlebihan, guru membutuhkan penguatan kompetensi, dan sekolah perlu menyiapkan lingkungan belajar yang mendukung.

Perubahan kebijakan ini dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat kemampuan komunikasi siswa sejak pendidikan dasar.

Namun, hasilnya tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat siswa menghafal kosakata. Yang lebih penting adalah apakah mereka perlahan memiliki keberanian untuk memahami, mencoba, dan menggunakan bahasa tersebut dalam konteks yang bermakna.

One response to “Skill Bahasa Inggris Jadi Bekal Penting Siswa SD, Apa yang Perlu Disiapkan?”

  1. […] Baca Juga : Skill Bahasa Inggris Jadi Bekal Penting Siswa SD, Apa yang Perlu Disiapkan? […]

Leave a Comment

Related Post