UMKM Indonesia Didorong Tembus Pasar Global, Apa yang Harus Disiapkan?

Mazaya Farandy

September 26, 2026

4
Min Read
UMKM Indonesia kini memiliki semakin banyak jalur untuk memperluas pasar hingga ke luar negeri.

sekitarmalangraya – UMKM Indonesia kini memiliki semakin banyak jalur untuk memperluas pasar hingga ke luar negeri.

Dorongan menuju pasar global terlihat dari berbagai program Kementerian Perdagangan yang mempertemukan pelaku usaha dengan buyer mancanegara, menyediakan informasi ekspor, hingga membantu persiapan produk.

Namun, peluang tersebut tetap membutuhkan kesiapan dari sisi produk, standar, pemasaran, dan pemahaman terhadap negara tujuan.

UMKM Indonesia Punya Peluang Masuk Pasar Global

Peluang ekspor bagi UMKM tidak hanya berasal dari promosi mandiri. Kementerian Perdagangan mencatat program business matching pada Januari–Juli 2026 telah memfasilitasi 1.021 UMKM dan mencatat nilai USD 333,68 juta atau sekitar Rp5,95 triliun. Nilai tersebut terdiri atas purchase order USD 58,06 juta dan potensi transaksi USD 275,61 juta.

Kegiatan itu melibatkan perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara dan mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra yang sesuai. Pada Juli 2026 saja, terdapat 79 buyer dari 15 negara yang mengikuti kegiatan tersebut.

Negara yang menjadi pasar tujuan antara lain Malaysia, Inggris, Arab Saudi, India, Amerika Serikat, Nigeria, Meksiko, Tiongkok, dan Australia.

Data tersebut menunjukkan bahwa kesempatan UMKM untuk mengenalkan produk ke pasar internasional semakin terbuka. Produk yang dibawa ke forum bisnis juga beragam, sehingga peluang tidak terbatas pada satu jenis usaha.

Baca Juga : Menjawab Kebutuhan Fashion lewat Produk Berbahan Kulit

InaExport Membuka Akses ke Pembeli Mancanegara

Salah satu perkembangan terbaru adalah transformasi InaExport. Pada 22 September 2026, Kemendag melakukan soft launching layanan baru yang menandai implementasi InaExport sebagai national export gateway.

InaExport dikembangkan sebagai etalase digital sekaligus wahana promosi produk lokal. Platform ini menyediakan CEK Ekspor untuk asesmen mandiri kesiapan ekspor, Export Sandbox dan Chatbot untuk informasi tarif serta persyaratan, layanan inquiry yang menghubungkan permintaan buyer dengan eksportir, Dashboard Peluang Ekspor, serta informasi market intelligence dan fasilitasi business matching.

Kemendag mencatat InaExport memiliki sekitar 866 ribu pengunjung sejak Januari 2026 hingga peluncuran tersebut, meningkat 497% dibandingkan periode yang sama pada 2025. Anggota terverifikasi mencapai sekitar 15 ribu.

Pada periode Januari–Agustus 2026, program UMKM BISA Ekspor juga mencatat transaksi USD 346,99 juta, dibandingkan USD 134,87 juta sepanjang 2025.

Bagi UMKM, keberadaan platform tersebut dapat menjadi salah satu pintu untuk memahami peluang pasar tanpa hanya mengandalkan pencarian buyer secara mandiri.

Kualitas Produk Menjadi Modal Sebelum Ekspor

Masuk pasar global tidak cukup hanya dengan memiliki produk yang menarik. Produk juga harus mampu memenuhi kebutuhan dan persyaratan negara tujuan.

Contohnya terlihat dari pengalaman Pawon Koe, usaha makanan ringan asal Banyuwangi yang memperoleh trial order dari Singapura, bernegosiasi dengan calon pembeli dari Taiwan, serta menjajaki pasar Korea Selatan.

Untuk memasuki Korea Selatan, Pawon Koe perlu memenuhi sejumlah persyaratan sertifikasi, termasuk Hazard Analysis and Critical Control Points atau HACCP.

Kemendag menekankan sertifikasi sebagai salah satu unsur yang dapat meningkatkan daya saing produk di pasar global.

Persiapan juga dapat mencakup desain dan kemasan. Kemendag menyediakan Klinik Desain untuk membantu pelaku usaha memperbaiki tampilan produk dan kemasan.

Hal ini menunjukkan bahwa kesiapan ekspor tidak berhenti pada kualitas isi produk, tetapi juga mencakup cara produk disajikan kepada calon konsumen.

Memahami Standar Pasar Internasional

Setiap negara tujuan dapat memiliki regulasi dan persyaratan mutu yang berbeda. Karena itu, UMKM perlu melakukan riset sebelum menentukan pasar. Pelaku usaha perlu mengetahui aturan teknis, sertifikasi, ketentuan mutu, serta karakteristik produk yang berlaku di negara tujuan.

Kemendag menyediakan LAMANSITU sebagai portal informasi syarat mutu produk ekspor. Data yang diperbarui pada 15 September 2026 mencakup 59 negara tujuan, 51 kategori produk, dan 1.120 informasi terkait regulasi serta persyaratan mutu.

Informasi tersebut dapat membantu pelaku usaha menghindari persiapan yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasar.

Langkahnya dapat dimulai dengan menentukan negara tujuan, mencari persyaratan produknya, kemudian menyesuaikan proses produksi dan dokumen yang diperlukan.

Dengan memahami aturan sejak awal, pelaku UMKM dapat memiliki gambaran lebih jelas mengenai biaya, sertifikasi, standar produk, serta dokumen yang kemungkinan diperlukan sebelum melakukan ekspor.

Baca Juga : Dari Hobi Sepak Bola Jadi Bisnis, Bagaimana Toko Jersey Menghasilkan Cuan?

Digitalisasi Membantu UMKM Memperluas Pasar

Digitalisasi menjadi bagian penting dalam upaya mempertemukan produk lokal dengan pasar internasional. Namun, pemanfaatan teknologi bukan sekadar membuka toko daring atau mengunggah katalog.

Pelaku usaha juga perlu menggunakan kanal digital untuk mencari informasi, memahami tren pasar, membangun komunikasi bisnis, dan menindaklanjuti permintaan buyer.

Kemendag menyebut InaExport sebagai bagian dari ekosistem yang mengintegrasikan promosi, market intelligence, business matching, pameran, misi dagang, dan pitching.

Di sisi lain, program UMKM BISA Ekspor memanfaatkan 46 perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara untuk membantu mencari calon pembeli internasional.

Bagi UMKM yang ingin berkembang ke pasar global, kesiapan akhirnya perlu dilihat sebagai proses bertahap.

Produk harus konsisten, standar perlu dipenuhi, pasar tujuan harus dipahami, dan strategi pemasaran perlu disiapkan.

Dengan dukungan berbagai fasilitas tersebut, peluang ekspor memang semakin terbuka. Namun, keputusan untuk masuk ke negara tertentu tetap perlu didasarkan pada kemampuan produksi, kesesuaian produk, persyaratan pasar, serta kapasitas usaha masing-masing.

Leave a Comment

Related Post