Suahasil Pastikan Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh Hadapi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Bima Yoga

September 19, 2026

3
Min Read
Suahasil Pastikan Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh Hadapi Kenaikan Suku Bunga The Fed
Di tengah gejolak ekonomi global yang dipicu konflik Timur Tengah dan kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat, Menteri Keuangan Suahasil Nazara memastikan fundamental perekonomian Indonesia tetap kuat dan tangguh.

sekitarmalangraya – Di tengah gejolak ekonomi global yang dipicu konflik Timur Tengah dan kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat, Menteri Keuangan Suahasil Nazara memastikan fundamental perekonomian Indonesia tetap kuat dan tangguh.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers APBN Kita di Jakarta, Jumat, 18 September 2026.

Suahasil menjelaskan bahwa Federal Reserve atau The Fed baru saja menaikkan suku bunga acuannya, sebuah langkah yang menjadi bagian dari respons otoritas moneter Amerika Serikat terhadap kondisi perekonomian domestiknya sendiri.

Kenaikan tersebut membuat pasar memperkirakan suku bunga global akan bertahan pada level tinggi dalam waktu yang lebih lama, atau yang dikenal dengan istilah higher for longer.

“Kita baca konflik Timur Tengah tambah seru, di tengah itu 2 hari lalu banyak melaporkan Fed naikkan suku bunga,” ungkap Suahasil.

Baca Juga: Money Changer Malang dan Urgensi Penukaran Valuta bagi Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Semester I Capai 5,45 Persen, Inflasi Terjaga

Meski dibayangi ketidakpastian global, Suahasil menegaskan bahwa data ekonomi nasional memberikan keyakinan bahwa fundamental Indonesia tetap solid.

Ia menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 yang tercatat mencapai 5,45 persen, didukung tingkat inflasi Agustus 2026 yang berada di level rendah, yakni 3,19 persen.

“Kita sudah lihat Indonesia semester-I tumbuh 5,45 persen, lalu kita dapat angka kemarin, inflasi 3,19 persen, itu adalah angka-angka yang cukup memberikan confidence kepada kita bahwa perekonomian Indonesia itu stay resilien,” ujar Suahasil.

Dari sisi kondisi fiskal, Suahasil memaparkan bahwa kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara hingga akhir Agustus 2026 masih terjaga dan sesuai jalurnya atau on track.

Pendapatan negara pada periode tersebut tercatat mencapai Rp2.055,6 triliun, sementara belanja negara mencapai Rp2.295 triliun, sehingga terjadi defisit sebesar Rp240,1 triliun atau sekitar 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto.

“Hingga akhir Agustus kinerja APBN itu tetap kuat dengan keseimbangan primer yang positif. Defisit tetap dalam batasan yang terkendali, dan ini artinya memang perjalanan APBN-nya relatively on track,” katanya.

Suahasil menegaskan bahwa pemerintah tetap menjaga target defisit APBN 2026 pada level 2,85 persen terhadap PDB, sebagai acuan pengelolaan fiskal sepanjang tahun berjalan meski tekanan eksternal terus berlangsung.

Ia menambahkan bahwa perubahan suku bunga The Fed pasti akan memberikan dampak terhadap kondisi keuangan Indonesia, terutama melalui pergerakan imbal hasil obligasi global yang dapat memengaruhi pasar Surat Berharga Negara maupun aliran modal asing.

“Dengan kemarin Fed Funds Rate naik, pasti akan ada dampak ke Indonesia,” kata Suahasil.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa Kementerian Keuangan akan terus memantau perkembangan suku bunga global, pergerakan pasar SBN, aliran modal, serta nilai tukar rupiah, guna meminimalkan dampak negatif yang mungkin timbul.

“Yang dilakukan dalam pengelolaan ekonomi makro kita adalah meminimalkan dampak negatifnya. Ini yang harus kita perhatikan terus,” ujarnya.

Sebagai konteks kebijakan moneter domestik, Bank Indonesia saat ini mempertahankan BI-Rate pada level 5,75 persen, sekaligus memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 berada pada kisaran 4,9 hingga 5,7 persen.

Proyeksi tersebut menjadi salah satu acuan penting bagi pemerintah dan otoritas moneter dalam merumuskan kebijakan menghadapi tekanan eksternal yang masih membayangi hingga akhir tahun.

Kenaikan suku bunga The Fed umumnya bertransmisi ke pasar negara berkembang melalui pergeseran arus modal global, di mana investor cenderung mengalihkan portofolionya ke aset dolar AS yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi, sehingga berpotensi menekan nilai tukar mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Baca Juga: Subsidi Tepat MyPertamina, Mengapa Pendataan Konsumen Jadi Urgensi

Dengan berbagai langkah antisipasi yang telah disiapkan, pemerintah berharap perekonomian Indonesia dapat terus menjaga momentum pertumbuhannya di tengah dinamika global yang masih penuh tantangan, sekaligus meminimalkan dampak rambatan dari kebijakan moneter negara-negara maju terhadap stabilitas ekonomi domestik.

One response to “Suahasil Pastikan Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh Hadapi Kenaikan Suku Bunga The Fed”

  1. […] Baca Juga: Suahasil Pastikan Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh Hadapi Kenaikan Suku Bunga The Fed […]

Leave a Comment

Related Post