Skill Digital Makin Penting bagi Siswa

Mazaya Farandy

September 15, 2026

6
Min Read
Skill digital semakin penting bagi siswa karena teknologi kini menjadi bagian dari proses belajar, mencari informasi, berkomunikasi, hingga mengembangkan kemampuan di luar ruang kelas.

sekitarmalangraya – Skill digital semakin penting bagi siswa karena teknologi kini menjadi bagian dari proses belajar, mencari informasi, berkomunikasi, hingga mengembangkan kemampuan di luar ruang kelas.

Siswa mungkin sudah terbiasa menggunakan ponsel, laptop, media sosial, dan berbagai aplikasi, tetapi kemampuan menggunakan perangkat belum tentu menunjukkan bahwa mereka memiliki kecakapan digital yang cukup.

Pendidikan memiliki peran penting untuk membekali siswa agar teknologi tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga menjadi sarana belajar yang produktif, aman, dan bertanggung jawab.

Skill Digital Bukan Sekadar Bisa Menggunakan Gadget

Kemampuan menggunakan gadget merupakan salah satu bagian dari skill digital, tetapi cakupannya jauh lebih luas.

Siswa yang memiliki kemampuan digital tidak hanya tahu cara membuka aplikasi, mengirim pesan, atau menggunakan media sosial.

Mereka juga perlu memahami bagaimana teknologi digunakan untuk mencari, mengolah, membuat, dan mengevaluasi informasi.

Dalam kegiatan belajar, misalnya, siswa perlu mengetahui cara menemukan sumber yang relevan ketika mengerjakan tugas.

Setelah menemukan informasi, siswa juga harus mampu menilai apakah sumber tersebut dapat dipercaya, memahami konteksnya, kemudian menggunakannya secara tepat.

Kemampuan membuat presentasi, mengolah dokumen, menggunakan perangkat kolaborasi, membuat konten, hingga memanfaatkan aplikasi untuk menyelesaikan persoalan juga menjadi bagian dari keterampilan tersebut.

Aspek keamanan tidak kalah penting. Siswa perlu memahami pentingnya kata sandi, privasi, data pribadi, serta risiko membagikan informasi secara sembarangan.

Dengan begitu, skill digital tidak berhenti pada kemampuan teknis, tetapi juga mencakup kesadaran ketika seseorang beraktivitas di ruang digital.

Mengapa Skill Digital Penting bagi Siswa?

Perkembangan teknologi membuat proses pembelajaran semakin dekat dengan sumber dan perangkat digital.

Materi pelajaran dapat ditemukan melalui platform pembelajaran, perpustakaan digital, video edukasi, aplikasi, maupun berbagai sumber daring lainnya.

Kondisi tersebut membuat siswa membutuhkan kemampuan untuk belajar secara lebih mandiri.

Mereka tidak cukup hanya mengetahui cara mencari sesuatu melalui mesin pencari, tetapi juga harus mampu menentukan kata kunci yang tepat, membandingkan beberapa sumber, serta memahami perbedaan antara informasi yang didukung bukti dan informasi yang belum terverifikasi.

Kebutuhan tersebut juga berkaitan dengan masa depan pendidikan dan pekerjaan. World Economic Forum dalam Future of Jobs Report 2025 menyebut AI dan big data, jaringan dan keamanan siber, serta literasi teknologi termasuk kelompok skill yang diperkirakan tumbuh paling cepat hingga 2030.

Laporan tersebut juga menekankan pentingnya kemampuan berpikir kreatif, analitis, ketahanan, fleksibilitas, dan kemauan untuk terus belajar.

Artinya, siswa tidak harus semuanya menjadi programmer. Namun, mereka membutuhkan dasar kemampuan untuk memahami dan memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan bidang yang nantinya dipilih.

Baca Juga : Kuliah di Era Modern, Mengapa Pendidikan Jarak Jauh Makin Dibutuhkan?

Sekolah Punya Peran dalam Membentuk Skill Digital

Karena itu, pendidikan tidak cukup hanya mengenalkan perangkat teknologi kepada siswa. Sekolah juga perlu membantu membentuk cara siswa menggunakan teknologi.

Literasi informasi dapat diberikan melalui tugas yang mengharuskan siswa membandingkan beberapa sumber sebelum mengambil kesimpulan.

Guru juga dapat mengajarkan cara memeriksa penulis, lembaga penerbit, tanggal publikasi, data pendukung, dan konteks sebuah informasi.

Pembelajaran juga dapat diarahkan pada penggunaan teknologi untuk menghasilkan sesuatu. Siswa dapat dilatih membuat presentasi, mengolah data sederhana, melakukan kolaborasi digital, atau menyusun karya menggunakan perangkat yang tersedia.

Aspek etika juga perlu mendapatkan perhatian. Siswa harus memahami bahwa mengambil karya orang lain tanpa atribusi, menyebarkan informasi pribadi, melakukan perundungan digital, atau menggunakan teknologi untuk menipu bukan sekadar persoalan teknis, tetapi berkaitan dengan tanggung jawab.

UNESCO juga menekankan pentingnya menyiapkan siswa agar mampu menggunakan dan menciptakan teknologi secara bertanggung jawab.

Dalam kerangka kompetensi AI untuk siswa, UNESCO memasukkan dimensi pola pikir berpusat pada manusia, etika AI, teknik dan aplikasi AI, serta desain sistem AI.

ITS Bisa Menjadi Contoh Pendidikan yang Mengikuti Perkembangan Teknologi

Institut Teknologi Sepuluh Nopember atau ITS dapat menjadi salah satu contoh bagaimana pengembangan kemampuan teknologi diperkenalkan kepada siswa melalui kegiatan pendidikan.

Pada Juli 2025, ITS melalui kegiatan KKN memberikan pelatihan pembuatan gim sederhana kepada siswa SMAN 17 Surabaya.

Peserta diperkenalkan pada platform Construct dan diajak mempraktikkan pembuatan gim Flappy Bird sekaligus mempelajari dasar logika pemrograman.

Kegiatan tersebut juga mengenalkan konsep Virtual Reality kepada siswa. ITS menyebut kegiatan tersebut bertujuan memperluas literasi digital dan kreativitas siswa di bidang teknologi.

Contoh lain terlihat melalui Program Terapan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi atau PRODISTIK ITS.

Dalam kegiatan yang diberitakan ITS pada Juli 2026, program tersebut disebut bermitra dengan sekolah SMA dan MA untuk memberikan pembekalan TIK selama lima semester.

ITS juga menyebut program tersebut diarahkan untuk menyiapkan lulusan yang lebih terampil dalam teknologi.

Dua contoh tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan teknologi dapat diberikan melalui pengalaman langsung.

Siswa bukan hanya menjadi pengguna perangkat, tetapi juga mencoba membuat sesuatu dan memahami bagaimana teknologi bekerja.

Skill Digital Perlu Diimbangi Kemampuan Berpikir Kritis

Memiliki skill digital tanpa kemampuan berpikir kritis justru dapat menimbulkan persoalan baru.

Siswa yang mampu mengakses banyak informasi belum tentu mampu menentukan informasi mana yang benar.

Hal ini semakin relevan ketika penggunaan kecerdasan buatan semakin mudah. AI dapat membantu siswa mencari ide, menjelaskan konsep, atau menyusun materi pembelajaran. Namun, hasil dari teknologi tersebut tetap perlu diperiksa.

Siswa perlu memahami bahwa jawaban yang muncul dari AI maupun internet tidak otomatis benar.

Mereka harus membandingkan informasi dengan sumber yang dapat dipercaya, memeriksa bukti, dan menggunakan penilaian sendiri sebelum mengambil kesimpulan.

UNESCO menempatkan kemampuan menilai solusi AI secara kritis dan memahami tanggung jawab sebagai warga di era AI sebagai bagian dari kompetensi yang perlu dikembangkan siswa.

Dengan demikian, skill digital seharusnya berjalan bersama kemampuan membaca, menulis, menganalisis, berkomunikasi, dan memecahkan masalah.

Teknologi menjadi alat untuk memperkuat kemampuan tersebut, bukan menggantikannya.

Baca Juga : Bukan Cuma Syarat Kelulusan, KKN Membentuk 3 Skill Penting Mahasiswa yang Tak Diajarkan di Ruang Kuliah

Pendidikan Perlu Menyiapkan Siswa Menghadapi Era Digital

Perubahan teknologi membuat pendidikan menghadapi kebutuhan baru. Siswa tidak hanya membutuhkan pengetahuan dari buku atau ruang kelas, tetapi juga kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan digital yang terus berkembang.

Skill digital seharusnya tidak dipandang sebagai kemampuan tambahan yang hanya diperlukan oleh siswa yang ingin bekerja di bidang teknologi.

Kemampuan tersebut semakin relevan untuk berbagai bidang karena teknologi telah masuk ke banyak aktivitas belajar dan pekerjaan.

Namun, membekali siswa dengan teknologi bukan berarti membuat mereka harus terus berada di depan layar.

Yang lebih penting adalah membangun kemampuan untuk menggunakan teknologi secara tepat, kritis, kreatif, aman, dan bertanggung jawab.

Pada akhirnya, pendidikan memiliki tugas untuk memastikan siswa tidak hanya menjadi konsumen teknologi.

Mereka perlu dipersiapkan menjadi pengguna yang mampu memahami informasi, menghasilkan karya, memecahkan persoalan, serta mengambil keputusan secara bijak di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Leave a Comment

Related Post