sekitarmalangraya – Handheld gaming PC mulai menjadi pilihan baru bagi penggemar permainan digital yang menginginkan pengalaman bermain lebih fleksibel.
Jika sebelumnya gaming PC identik dengan perangkat berukuran besar di atas meja, kini sejumlah produsen menghadirkan komputer gaming dalam bentuk konsol genggam.
Perangkat ini memungkinkan pemain menikmati berbagai judul game PC tanpa harus selalu duduk di depan monitor.
Perkembangan tersebut terlihat dari semakin beragamnya produk yang hadir di pasar, mulai dari Steam Deck, ASUS ROG Xbox Ally, hingga Lenovo Legion Go.
Masing-masing menawarkan pendekatan berbeda dari sisi sistem operasi, ukuran layar, kontrol, dan kemampuan perangkat keras. Kehadirannya juga memperlihatkan perubahan kebiasaan gamer yang mulai mempertimbangkan mobilitas sebagai bagian dari pengalaman bermain.
Laporan lembaga riset Omdia pada Agustus 2025 memperkirakan penjualan global PC gaming handheld mencapai 2,3 juta unit sepanjang 2025.
Angka tersebut diproyeksikan tumbuh 32% dibandingkan 1,7 juta unit pada 2024. Omdia juga memperkirakan penjualan tahunan kategori ini dapat mencapai 4,7 juta unit pada 2029. Angka tersebut merupakan proyeksi riset, bukan catatan penjualan final.
Mengenal Handheld Gaming PC dan Cara Kerjanya
Handheld gaming PC merupakan komputer pribadi yang dirancang dalam bentuk perangkat genggam untuk menjalankan permainan digital.
Secara fungsi, perangkat ini memiliki komponen utama seperti prosesor, grafis, memori, penyimpanan, layar, dan sistem operasi.
Perbedaannya terletak pada bentuk yang lebih ringkas serta kontrol permainan yang umumnya sudah menyatu dengan bodi.
Berbeda dari konsol genggam yang hanya mengandalkan ekosistem permainan tertentu, sejumlah gaming PC genggam menggunakan sistem operasi komputer seperti Windows.
Ada pula perangkat yang mengandalkan SteamOS, sistem operasi berbasis Linux yang dikembangkan Valve untuk pengalaman bermain melalui ekosistem Steam.
Melalui sistem tersebut, pengguna dapat mengakses koleksi permainan digital sesuai kompatibilitas perangkat dan platform.
Namun, tidak semua game PC otomatis berjalan sempurna. Persyaratan perangkat keras, dukungan sistem operasi, layanan anticheat, serta pengaturan kontrol dapat memengaruhi pengalaman bermain.
Karena itu, gamer perlu memeriksa kompatibilitas sebelum membeli. Perangkat genggam bukan sekadar komputer biasa yang diperkecil, melainkan sistem yang dirancang dengan kompromi antara ukuran, konsumsi daya, suhu, dan performa.
Baca Juga : Indonesia Comic Con 2026, Ketika Cosplay dan Fandom Menjadi Bagian Gaya Hidup
Perkembangan Handheld Gaming PC dari Steam Deck hingga ROG Ally
Salah satu produk yang memopulerkan kategori ini adalah Steam Deck dari Valve. Perangkat tersebut mulai tersedia pada 2022 dan membawa konsep bermain game PC melalui bentuk konsol genggam.
Kehadirannya kemudian diikuti produsen lain yang melihat peluang untuk menghadirkan alternatif dengan spesifikasi serta sistem operasi berbeda.
ASUS menjadi salah satu perusahaan yang mengembangkan segmen tersebut melalui lini ROG Ally. Pada 2025, perusahaan itu juga memperkenalkan ROG Xbox Ally dan ROG Xbox Ally X melalui kolaborasi pengalaman perangkat lunak dengan Xbox.
Sementara itu, Lenovo menawarkan Legion Go dengan layar lebih besar dan kontroler yang dapat dilepas pada model tertentu.
Perkembangan terbaru terlihat melalui peluncuran ROG Xbox Ally X20 Bundle di Indonesia pada 16 Oktober 2026.
Berdasarkan pengumuman resmi ASUS, perangkat edisi khusus 20 tahun ROG ini membawa layar OLED 7,4 inci, prosesor AMD Ryzen AI Z2 Extreme, memori 24 GB, dan penyimpanan SSD 1 TB. Paket bundelnya dibanderol Rp46.999.000 dengan aksesori tambahan, termasuk kacamata gaming AR.
Harga tersebut menunjukkan bahwa tidak semua perangkat genggam ditujukan untuk konsumen dengan anggaran terbatas.
Pasar gaming PC genggam kini memiliki pilihan dengan rentang spesifikasi dan harga yang beragam, sehingga calon pembeli perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan.
Keunggulan Bermain Game PC Melalui Perangkat Genggam
Keunggulan utama handheld adalah fleksibilitas. Pemain tidak harus selalu berada di ruang kerja atau kamar yang dilengkapi komputer desktop.
Perangkat dapat digunakan di ruang keluarga, ketika bepergian, atau saat memiliki waktu luang di luar rumah selama kondisi memungkinkan.
Kepraktisan tersebut membuat gaming PC genggam menarik bagi orang yang ingin melanjutkan permainan tanpa terikat satu tempat.
Sebagian perangkat juga mendukung koneksi ke monitor eksternal, sehingga pengguna dapat mengubah pengalaman bermain menjadi lebih dekat dengan komputer konvensional melalui aksesori yang sesuai.
Pilihan kontrol juga menjadi daya tarik. Tombol, stik analog, dan pemicu sudah tersedia pada bodi perangkat. Pengguna tidak harus membawa pengendali tambahan untuk memainkan game yang mendukung kontroler.
Lenovo Legion Go, misalnya, memiliki kontroler yang dapat dilepas sehingga menawarkan beberapa cara penggunaan.
Namun, fleksibilitas bukan berarti seluruh pengalaman sama dengan komputer desktop. Ukuran layar yang terbatas dapat membuat teks kecil lebih sulit dibaca, sedangkan beberapa permainan membutuhkan penyesuaian resolusi atau kualitas grafis. Pengguna juga perlu membiasakan diri dengan kontrol yang berbeda dari keyboard dan mouse.
Harga, Performa, dan Daya Tahan Baterai Jadi Pertimbangan
Sebelum membeli handheld, calon pengguna sebaiknya tidak hanya melihat angka prosesor atau resolusi layar.
Kemampuan menjalankan game dipengaruhi kombinasi prosesor, grafis terintegrasi, kapasitas memori, sistem pendingin, serta pengaturan konsumsi daya.
Performa juga perlu disesuaikan dengan jenis permainan. Game kompetitif atau judul ringan mungkin dapat berjalan lebih lancar dibandingkan permainan dengan grafis berat.
Pengguna dapat menurunkan resolusi, mengatur kualitas visual, atau membatasi frame rate untuk memperoleh keseimbangan antara kelancaran dan konsumsi energi.
Daya tahan baterai menjadi pertimbangan penting lainnya. Komponen bertenaga dan layar dengan refresh rate tinggi membutuhkan energi lebih besar, terutama ketika menjalankan game berat.
Karena itu, waktu bermain tanpa pengisi daya dapat berbeda-beda bergantung pada judul permainan, tingkat kecerahan, dan pengaturan performa.
Tom’s Hardware dalam panduan perangkat gaming genggam 2026 juga menekankan pentingnya pengujian baterai, layar, performa, serta kenyamanan penggunaan.
Bobot perangkat perlu diperhatikan karena komputer genggam yang terlalu berat dapat membuat tangan cepat lelah ketika digunakan dalam sesi panjang.
Aspek harga pun tidak boleh diabaikan. Selain biaya pembelian perangkat, gamer perlu mempertimbangkan kapasitas penyimpanan, aksesori, koneksi internet, dan kemungkinan kebutuhan pengisi daya tambahan.
Membandingkan spesifikasi berdasarkan kebutuhan lebih bermanfaat daripada sekadar memilih produk dengan angka tertinggi.
Baca Juga : Tren Blind Box dan Art Toy, Mengapa Koleksi Misterius Menarik Perhatian?
Apakah Handheld Gaming PC Cocok untuk Gaya Hidup Gamer Modern?
Kehadiran perangkat genggam memperluas pilihan bagi gamer yang mengutamakan mobilitas. Orang yang sering bepergian atau tidak memiliki ruang khusus untuk komputer desktop dapat mempertimbangkan perangkat ini sebagai alternatif.
Namun, pengguna yang mengejar performa grafis maksimal, kemampuan peningkatan komponen, dan pengalaman layar besar mungkin tetap lebih cocok menggunakan komputer desktop atau laptop gaming.
Perkembangan pasar juga tidak berarti perangkat genggam akan menggantikan seluruh kategori komputer gaming.
Omdia memang memperkirakan pertumbuhan penjualan global hingga 2029, tetapi proyeksi tersebut tetap bergantung pada perkembangan produk, harga, ketersediaan game, dan minat konsumen.
Pada akhirnya, handheld menawarkan cara berbeda untuk menikmati permainan PC. Nilai utamanya terletak pada kemudahan membawa perangkat dan memainkan koleksi game dalam format yang lebih praktis.
Sebelum menentukan pilihan, gamer perlu menimbang kebutuhan, anggaran, kompatibilitas permainan, serta kenyamanan penggunaan.
Dengan pertimbangan tersebut, gaming PC genggam dapat menjadi pelengkap maupun perangkat utama sesuai kebiasaan bermain masing-masing.









Leave a Comment