Airlangga Dorong Pengembangan KEK untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Bima Yoga

October 22, 2026

2
Min Read
Airlangga Dorong Pengembangan KEK untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk membantu mengejar target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen.

sekitarmalangraya – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk membantu mengejar target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen.

Menurutnya, efisiensi investasi di kawasan tersebut menjadi salah satu potensi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan aktivitas ekonomi nasional.

Dalam keterangannya pada 21 Oktober 2026, Airlangga menyoroti nilai Incremental Capital Output Ratio (ICOR) KEK yang disebut berada di bawah empat.

Indikator tersebut digunakan untuk mengukur kebutuhan investasi dalam menghasilkan tambahan output ekonomi. Semakin rendah nilai ICOR, secara umum semakin efisien penggunaan modal untuk menghasilkan pertumbuhan.

Pemerintah melihat KEK sebagai salah satu instrumen untuk menarik penanaman modal, memperkuat kegiatan usaha, dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

Pengembangan kawasan ini diharapkan dapat mendukung aktivitas produksi sekaligus memperkuat kontribusi investasi terhadap perekonomian nasional.

Berdasarkan data yang dikutip dalam pemberitaan, investasi kumulatif KEK mencapai Rp382,1 triliun hingga September 2026. Sementara itu, realisasi investasi sepanjang Januari hingga September 2026 tercatat sebesar Rp46 triliun.

Baca Juga: Pasar Saham Indonesia Terancam Turun Kasta, Mengapa Investor Mulai Khawatir?

Investasi KEK Capai Rp382,1 Triliun

Airlangga menyoroti efisiensi investasi sebagai salah satu keunggulan yang dapat mendukung pengembangan KEK.

Dalam laporan mengenai pernyataannya, rata-rata ICOR KEK disebut berada di bawah empat, sedangkan ICOR nasional berada di kisaran 6,1.

“Inilah (KEK) salah satu yang harus terus didorong kalau kita melakukan investasi dengan ICOR 4, pertumbuhan 8 persen itu bisa kita capai,” ujar Airlangga

Perbandingan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam melihat potensi investasi di kawasan ekonomi khusus.

Meski demikian, efisiensi investasi bukan satu-satunya faktor penentu pertumbuhan karena hasil akhirnya juga dipengaruhi produktivitas, permintaan pasar, dan perkembangan kegiatan usaha.

Data yang disampaikan dalam pemberitaan juga mencatat KEK telah menyerap sekitar 302.262 tenaga kerja dan melibatkan 509 badan usaha.

Angka tersebut menggambarkan aktivitas ekonomi yang berkembang di kawasan, mulai dari kegiatan investasi hingga operasional perusahaan.

Pemerintah diharapkan terus memperkuat pengembangan KEK melalui peningkatan infrastruktur, kepastian regulasi, serta kemudahan bagi pelaku usaha.

“Ke depan KEK tentu diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Dan KEK sudah membuktikan bahwa secara nasional ICOR kita sekitar 6, tapi di KEK rata-rata di bawah 4,” kata Airlangga.

Langkah tersebut diperlukan agar investasi yang masuk dapat segera direalisasikan menjadi kegiatan produktif.

Baca Juga: Presiden Prabowo Bakal Resmikan Program Perlinsos Digital Pada 10 November 2026

Target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen masih menjadi sasaran pemerintah. Pengembangan KEK diharapkan dapat membantu mencapai target tersebut melalui peningkatan investasi dan aktivitas produksi, meskipun realisasinya tetap bergantung pada berbagai faktor ekonomi nasional.

Leave a Comment

Related Post