BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,45 Persen pada Semester I 2026

Bima Yoga

October 9, 2026

3
Min Read
BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,45 Persen pada Semester I 2026
Di tengah tekanan ekonomi global yang belum sepenuhnya reda, perekonomian nasional justru menunjukkan tren yang menggembirakan.

sekitarmalangraya – Di tengah tekanan ekonomi global yang belum sepenuhnya reda, perekonomian nasional justru menunjukkan tren yang menggembirakan.

Badan Pusat Statistik melaporkan bahwa ekonomi Indonesia sepanjang semester I 2026 tumbuh sebesar 5,45 persen secara kumulatif dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, capaian semester pertama tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Angka tersebut diumumkan BPS dalam rilis berita resmi statistik pada Rabu, 5 Agustus 2026, bersamaan dengan pengumuman pertumbuhan ekonomi triwulan II 2026.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa fundamental ekonomi nasional tetap solid di tengah berbagai ketidakpastian yang membayangi perekonomian dunia.

“Fundamental ekonomi Indonesia tetap solid, tecermin dari inflasi yang terkendali dan pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat, yakni 5,61 persen pada triwulan I-2026 dan 5,29 persen pada triwulan II-2026,” ujar Amalia dalam keterangan tertulis.

Baca Juga: Perdagangan Global di Era Modern, Mampukah Ekspor Indonesia Naik Kelas?

Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi Jadi Penopang Utama

Amalia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi pada triwulan I maupun triwulan II 2026 tercatat lebih cepat dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Secara kumulatif, capaian semester I 2026 yang menembus 5,45 persen jauh melampaui pertumbuhan semester I 2025 yang hanya berada di kisaran 5,0 persen.

“Ini menunjukkan pemerintah berhasil memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan baik, sehingga di tahun 2026 sampai Semester 1-2026 ini ekonomi Indonesia tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun lalu,” kata Amalia.

Ia memaparkan bahwa penopang utama pertumbuhan sepanjang semester I 2026 berasal dari konsumsi masyarakat yang tetap terjaga, investasi yang tumbuh tinggi, serta belanja pemerintah yang bergerak lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Penopang utama dari pertumbuhan ekonomi Semester I-2026 ini adalah masih terjaganya konsumsi masyarakat, investasi yang tumbuh tinggi, serta belanja pemerintah yang masih tumbuh cepat dibandingkan dengan tahun lalu,” ujarnya.

Dari sisi besaran, BPS mencatat Produk Domestik Bruto Indonesia pada triwulan II 2026 berdasarkan harga berlaku mencapai Rp6.552,1 triliun, sementara berdasarkan harga konstan 2010 mencapai Rp3.576,2 triliun.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa secara tahunan atau year on year, ekonomi triwulan II 2026 tumbuh 5,29 persen dibanding triwulan II 2025.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II tahun 2026 bila dibandingkan dengan triwulan II tahun 2025 atau secara year on year tumbuh sebesar 5,29 persen,” kata Edy Mahmud dalam konferensi pers di Jakarta.

Dari sisi lapangan usaha, Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mencatat pertumbuhan tertinggi pada triwulan II 2026, yakni sebesar 12,26 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 15,97 persen pada periode yang sama, dan melonjak hingga 18,62 persen jika dihitung secara kumulatif sepanjang semester I 2026.

BPS turut mencatat bahwa kelompok provinsi di Pulau Jawa masih mendominasi struktur ekonomi nasional pada triwulan II 2026, dengan kontribusi mencapai 56,47 persen terhadap total perekonomian Indonesia dan mencatat pertumbuhan sebesar 5,65 persen secara tahunan.

Meski demikian, BPS mengingatkan bahwa tantangan ke depan tetap datang dari dinamika ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil, sehingga konsumsi rumah tangga dan investasi diharapkan dapat terus menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang paruh kedua 2026.

Baca Juga: Prabowo Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi di Maluku Utara, Investasi Capai Rp180 Triliun

Dengan capaian semester pertama tertinggi dalam lima tahun terakhir ini, pemerintah berharap momentum pertumbuhan ekonomi dapat terus terjaga hingga akhir tahun, sekaligus memberikan dampak nyata bagi penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara menyeluruh.

One response to “BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,45 Persen pada Semester I 2026”

  1. […] Baca Juga: BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,45 Persen pada Semester I 2026 […]

Leave a Comment

Related Post