Apa Rahasia Ayam Penyet Ria Bisa Bertahan, dari Usaha Sederhana hingga Ekspansi?

Mazaya Farandy

September 23, 2026

5
Min Read
Ayam Penyet Ria merupakan contoh bisnis kuliner keluarga yang menunjukkan bagaimana usaha sederhana dapat berkembang menjadi merek dengan pasar internasional.

sekitarmalangraya – Ayam Penyet Ria merupakan contoh bisnis kuliner keluarga yang menunjukkan bagaimana usaha sederhana dapat berkembang menjadi merek dengan pasar internasional.

Perjalanannya menarik bukan hanya karena produk yang dijual, tetapi juga karena keputusan bisnis untuk menjaga identitas, menyesuaikan diri dengan pasar, dan membangun sistem ketika skala usaha semakin besar.

Dari sebuah warung kecil di Surabaya pada akhir 1990-an, RIA berkembang ke berbagai kota di Indonesia dan kemudian memasuki pasar luar negeri.

SBS Indonesian pada 2025 menyebut bisnis keluarga ini telah memiliki kehadiran di lebih dari empat negara.

Kisah tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan bisnis kuliner membutuhkan lebih dari sekadar produk yang dikenal pelanggan.

Ayam Penyet Ria Berawal dari Usaha yang Sederhana

Ayam Penyet Ria bermula dari sebuah warung atau dapur pinggir jalan di Surabaya. BrandWorks mencatat usaha tersebut dirintis pada akhir 1990-an oleh ibu dari Hana, yang kemudian menjadi bagian penting dalam pengembangan bisnis keluarga.

Dari usaha sederhana itu, produk khas RIA mulai dikenal melalui penyebaran dari pelanggan ke pelanggan.

Seiring meningkatnya permintaan, konsep bisnis kemudian berkembang dan masuk ke model waralaba untuk pasar Indonesia.

Perubahan tersebut penting dari sudut pandang bisnis karena pertumbuhan tidak lagi hanya bergantung pada satu lokasi.

Model yang lebih terstruktur membuka ruang bagi sebuah merek untuk memperluas jangkauan sekaligus membangun identitas yang lebih konsisten.

SBS juga menggambarkan perjalanan RIA sebagai transformasi dari usaha makanan pinggir jalan keluarga menjadi usaha internasional.

Dengan demikian, awal sederhana bukan berarti bisnis harus tetap berada dalam skala kecil selama mampu menemukan model pertumbuhan yang sesuai.

Baca Juga : Gaji ke-13 Bukan Sekadar Tambahan Penghasilan, Bagaimana Sebaiknya Dimanfaatkan?

Menjaga Identitas Menjadi Bagian dari Perjalanan Bisnis

Salah satu tantangan ketika bisnis lokal berkembang adalah menjaga identitas yang membuatnya dikenal.

Ayam Penyet Ria menghadapi persoalan tersebut ketika mulai masuk ke pasar Australia, terutama saat berusaha menjangkau konsumen yang belum akrab dengan makanan Indonesia.

BrandWorks mencatat bahwa RIA perlu menyeimbangkan warisan dan keaslian merek dengan pendekatan yang lebih sesuai bagi pasar baru.

Perubahan dilakukan melalui penyegaran nama, identitas visual, desain interior, dan pengalaman pelanggan.

Merek kemudian menggunakan nama RIA dalam pendekatan yang lebih modern, tetapi tetap membawa cerita mengenai asal-usul dan resep keluarga.

Strategi tersebut menunjukkan bahwa adaptasi tidak selalu berarti meninggalkan identitas awal. Dalam pengembangan bisnis, sebuah merek dapat mengubah cara berkomunikasi agar lebih mudah diterima pasar tanpa menghilangkan cerita yang menjadi bagian dari asal-usulnya.

Bagi Ayam Penyet Ria, keseimbangan itu menjadi penting karena pasar yang dituju tidak hanya masyarakat Indonesia di luar negeri, tetapi juga konsumen lokal yang sebelumnya belum mengenal kuliner Indonesia.

Ketika Bisnis Kuliner Mulai Berkembang

Pertumbuhan usaha membawa persoalan yang berbeda dari fase awal. Ketika jumlah pelanggan dan lokasi bertambah, pemilik bisnis perlu memikirkan operasional, sumber daya manusia, pemasaran, serta kemampuan menjaga pengalaman pelanggan.

Perjalanan Ayam Penyet Ria menunjukkan adanya perubahan dari bisnis keluarga menjadi usaha dengan skala yang lebih besar.

BrandWorks menyebut RIA berkembang menjadi waralaba di pasar Indonesia, sementara ekspansi ke Australia mendorong perusahaan untuk memikirkan kembali posisi merek dan target konsumennya.

Pandemi juga menjadi titik yang mendorong perubahan model bisnis. Menurut BrandWorks, ketika operasional restoran terdampak, RIA mulai memperhatikan teknologi, pemasaran digital, dan pemesanan daring.

Sistem yang awalnya menggunakan grup WhatsApp untuk menerima pesanan kemudian berkembang menjadi toko daring berbasis Shopify.

Dari sudut ekonomi, perubahan tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan usaha tidak selalu berjalan dalam garis lurus.

Ketika kondisi pasar berubah, bisnis perlu mencari saluran pendapatan dan cara berinteraksi dengan pelanggan yang berbeda.

Ekspansi Membawa Tantangan Baru bagi Ayam Penyet Ria

Ekspansi ke pasar baru tidak sekadar membuka lokasi tambahan. Setiap wilayah memiliki karakter konsumen, kebiasaan makan, persaingan, serta kebutuhan komunikasi yang berbeda. Karena itu, pertumbuhan Ayam Penyet Ria ke Australia membutuhkan penyesuaian strategi.

BrandWorks menyebut RIA perlu menyeimbangkan pelanggan inti yang berasal dari komunitas Indonesia dengan konsumen Australia yang lebih luas.

Di Sydney, misalnya, tantangannya adalah memperkenalkan makanan Indonesia kepada masyarakat yang belum terlalu familiar dengan kuliner tersebut.

Pada 2021, BrandWorks mencatat RIA memiliki rencana membuka tujuh toko baru di Melbourne, Sydney, Perth, Brisbane, dan Amsterdam.

Sumber yang sama juga menyebut perusahaan telah memperoleh pendanaan dari dana modal ventura untuk mendukung pertumbuhan. Namun, ekspansi tetap membawa risiko.

Pertumbuhan yang terlalu cepat dapat membuat pengelolaan bisnis menjadi lebih sulit.

Karena itu, pemilihan mitra operasional, modal, dan kreativitas menjadi bagian dari strategi ekspansi. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa memperbesar bisnis bukan hanya tentang menambah jumlah cabang, tetapi juga memastikan organisasi memiliki kemampuan untuk mengelola skala yang lebih besar.

Baca Juga : Menilik Potensi Industri Kerajinan Kulit di Tengah Tren Fashion

Apa yang Bisa Dipelajari dari Perjalanan Ayam Penyet Ria?

Perjalanan Ayam Penyet Ria memberikan sejumlah pelajaran yang relevan bagi pelaku usaha, terutama bisnis keluarga dan kuliner.

Pertama, bisnis dapat tumbuh dari skala sederhana apabila memiliki produk yang mampu membangun permintaan dan kemudian didukung sistem usaha yang lebih terstruktur.

Kedua, identitas merek tetap penting ketika usaha memasuki pasar baru. RIA tidak sekadar membawa konsep lama ke Australia, tetapi melakukan penyesuaian terhadap identitas visual dan pengalaman pelanggan. Namun, perubahan tersebut tetap dikaitkan dengan asal-usul Indonesia dan resep keluarga.

Ketiga, kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting dari ketahanan bisnis. Perubahan menuju pemesanan daring selama pandemi menunjukkan bahwa saluran digital dapat menjadi bagian dari strategi ketika pola konsumsi berubah.

Terakhir, ekspansi perlu diikuti kesiapan pengelolaan. Ayam Penyet Ria menunjukkan bahwa pertumbuhan membutuhkan orang, mitra, modal, sistem operasional, dan strategi merek yang dapat berjalan bersama.

Dari warung kecil hingga pasar internasional, kisah Ayam Penyet Ria memperlihatkan bahwa mempertahankan bisnis dalam jangka panjang bukan hanya persoalan menjual produk.

Ada proses membangun identitas, membaca perubahan pasar, mengembangkan sistem, dan menentukan kapan serta bagaimana sebuah usaha perlu berkembang.

Leave a Comment

Related Post