sekitarmalangraya – Persoalan banyaknya anak muda yang memilih meninggalkan kampung halaman demi mencari pekerjaan di kota besar menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Malang.
Bupati Malang, HM Sanusi, mendorong agar setiap desa mampu menciptakan lapangan kerja sendiri berbasis potensi lokal, sehingga generasi muda tidak lagi harus merantau jauh demi mendapatkan penghidupan yang layak.
Sanusi menegaskan bahwa desa di Kabupaten Malang tidak boleh hanya menjadi tempat tinggal semata, melainkan harus berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja masyarakat setempat, khususnya generasi muda yang selama ini kerap kesulitan menemukan peluang kerja di kampung halamannya sendiri.
“Jangan sampai anak-anak muda desa kita harus meninggalkan desa karena tidak melihat adanya peluang ekonomi di tempat tinggalnya sendiri,” kata Sanusi.
Pemerintah Desa Diminta Petakan Potensi Ekonomi dan Tenaga Kerja
Untuk mewujudkan hal tersebut, Sanusi meminta seluruh pemerintah desa di Kabupaten Malang mulai melakukan pemetaan potensi ekonomi sekaligus kondisi tenaga kerja di wilayah masing-masing.
Baca Juga: Prabowo Ungkap Investasi Besar-besaran Segera Masuk Indonesia
Langkah tersebut dinilai penting sebagai dasar dalam membuka peluang pekerjaan baru bagi masyarakat, terutama kalangan muda usia produktif.
Menurut Sanusi, setiap desa sebenarnya memiliki beragam sumber daya yang berpotensi dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi produktif.
Potensi tersebut mencakup sektor pertanian, peternakan, perikanan, usaha mikro kecil dan menengah, pariwisata, hingga ekonomi kreatif.
Persoalannya, potensi-potensi tersebut selama ini belum sepenuhnya dipertemukan dengan keterampilan masyarakat maupun kebutuhan dunia usaha yang berkembang.
Oleh karena itu, Sanusi menegaskan bahwa pemerintah desa tidak boleh hanya sebatas mendata jumlah penduduk, melainkan juga perlu memahami secara mendalam keterampilan tenaga kerja yang dimiliki warganya serta peluang ekonomi yang tersedia di wilayah tersebut.
Dengan pemetaan yang akurat, program pemberdayaan ekonomi desa diharapkan dapat lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi penyerapan tenaga kerja lokal.
Selain penguatan sektor ekonomi, Sanusi turut menekankan pentingnya pengelolaan dana desa yang benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa setiap rupiah dana desa yang dikucurkan harus mampu menghasilkan manfaat konkret, termasuk dalam upaya penciptaan lapangan kerja dan penguatan sektor produktif di tingkat desa.
Sanusi turut mendorong agar setiap desa memiliki pemetaan potensi yang jelas, sekaligus mengembangkan minimal satu inovasi unggulan yang dapat menjadi ciri khas sekaligus daya saing ekonomi desa tersebut dibandingkan wilayah lain.
Pendekatan berbasis keunggulan lokal ini dinilai penting agar setiap desa tidak sekadar mengikuti pola pembangunan yang seragam, melainkan mampu mengoptimalkan potensi spesifik yang dimilikinya masing-masing.
Baca Juga: PT ECCO Indonesia dan Skill Tenaga Kerja Manufaktur
Persoalan pengangguran di kalangan generasi muda memang menjadi salah satu tantangan yang terus mendapat perhatian pemerintah daerah, mengingat tingginya angka urbanisasi dari desa ke kota kerap dipicu oleh minimnya lapangan pekerjaan yang tersedia di daerah asal.
Dengan mendorong desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, pemerintah berharap arus perpindahan penduduk muda ke kota besar dapat ditekan, sekaligus memperkuat perekonomian di tingkat akar rumput.
Langkah ini turut sejalan dengan berbagai program pemberdayaan ekonomi desa yang telah digulirkan Pemkab Malang selama ini, termasuk pengembangan Badan Usaha Milik Desa dan berbagai pelatihan kewirausahaan yang menyasar generasi muda di berbagai kecamatan.
Dengan dorongan yang disampaikan Bupati Sanusi ini, diharapkan setiap desa di Kabupaten Malang dapat lebih serius mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki, sehingga generasi muda memiliki lebih banyak pilihan untuk membangun masa depan tanpa harus meninggalkan kampung halamannya, sekaligus turut berkontribusi langsung terhadap kemajuan ekonomi desa tempat mereka tinggal.
Kabupaten Malang sendiri memiliki ratusan desa dengan karakteristik geografis dan potensi ekonomi yang beragam, mulai dari kawasan pegunungan yang cocok untuk pertanian dan perkebunan, wilayah pesisir selatan yang memiliki potensi perikanan dan pariwisata bahari, hingga desa-desa di dataran tinggi yang dikenal dengan hasil hortikultura maupun sektor peternakan. Keberagaman potensi tersebut sejatinya menjadi modal besar bagi setiap desa untuk mengembangkan sektor unggulannya masing-masing, asalkan dikelola dengan perencanaan yang matang dan berkelanjutan.









Leave a Comment