Dari Malang untuk Indonesia, Citra Ayuna Agustin sebagai Owner Desouvenir Besarkan Bisnis Lewat Kualitas dan Kepercayaan

Bima Yoga

September 17, 2026

4
Min Read
Dari Malang untuk Indonesia, Citra Ayuna Agustin Besarkan Desouvenir Lewat Kualitas dan Kepercayaan
Citra Ayuna Agustin memilih satu prinsip dalam mengembangkan Desouvenir Malang: kualitas boleh terus berkembang, tetapi kepercayaan pelanggan tidak boleh dikorbankan.

sekitarmalangraya – Di tengah persaingan bisnis souvenir dan seserahan yang semakin ketat dan kemudahan konsumen membandingkan produk melalui media digital, Citra Ayuna Agustin (Pemilik Desouvenir) memilih satu prinsip dalam mengembangkan Desouvenir Malang: kualitas boleh terus berkembang, tetapi kepercayaan pelanggan tidak boleh dikorbankan.

Bagi Citra, bisnis souvenir dan seserahan bukan sekadar menjual produk. Di balik setiap pesanan, terdapat momen penting yang dipercayakan pelanggan kepada Desouvenir.

“Customer mempercayakan bagian dari momen penting mereka kepada kami. Ada yang untuk pernikahan, acara perusahaan, kenang-kenangan hingga haji dan umroh. Jadi setiap pesanan harus kami kerjakan dengan serius dan sepenuh hati,” ujar Citra Ayuna Agustin.

Souvenir Bukan Lagi Sekadar Buah Tangan

Perubahan tren membuat kebutuhan konsumen terhadap souvenir dan seserahan ikut berkembang.

Menurut Citra, pelanggan kini tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga melihat fungsi produk, kualitas, desain hingga tampilan packaging sebelum menentukan pilihan.

Melalui Desouvenir, pelanggan dapat memilih berbagai kebutuhan, mulai dari souvenir pernikahan, corporate gift, souvenir perusahaan dan kantor, kenang-kenangan, hingga souvenir haji dan umroh.

Konsep produk maupun kemasan juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter acara. Hal tersebut menjadi salah satu ruang bagi Desouvenir untuk menghadirkan produk yang lebih personal bagi setiap pelanggan.

“Setiap customer punya selera dan kebutuhan yang berbeda. Ada yang ingin minimalis, elegan, premium, ada juga perusahaan yang ingin souvenir disesuaikan dengan identitas mereka. Di situlah kami dituntut untuk terus kreatif,” katanya.

Dari Malang Menjangkau Seluruh Indonesia

Meski berbasis di Malang, Jawa Timur, perkembangan teknologi membuat pasar Desouvenir tidak lagi terbatas pada konsumen lokal.

Melalui media sosial, website, serta layanan komunikasi secara online, pelanggan dari berbagai daerah dapat melakukan konsultasi dan pemesanan tanpa harus datang langsung ke lokasi usaha.

Desouvenir pun melayani pengiriman ke seluruh Indonesia.

Namun, menurut Citra, semakin luas jangkauan sebuah bisnis online, semakin besar pula tanggung jawab untuk membangun kepercayaan. Terlebih bagi pelanggan dari luar kota yang melakukan pemesanan tanpa pernah datang langsung ke lokasi usaha.

Karena itu, Desouvenir aktif memperlihatkan hasil produk, aktivitas pengerjaan hingga proses pengemasan melalui kanal digitalnya.

Calon pelanggan juga dapat melihat ulasan Desouvenir Malang di Google Maps untuk mengetahui pengalaman konsumen yang sebelumnya telah menggunakan layanan Desouvenir.

“Kalau customer dari luar kota masih ragu, silakan melihat review dari customer-customer kami sebelumnya. Bagi saya, pengalaman mereka jauh lebih berarti daripada kami mengatakan sendiri bahwa kami bisa dipercaya,” tutur Citra.

Bertumbuh Tanpa Terjebak Perang Harga

Di tengah persaingan bisnis souvenir yang semakin ketat, Citra memilih untuk tidak menjadikan harga sebagai satu-satunya senjata untuk memenangkan pasar.

Ia lebih memilih membangun nilai melalui kualitas produk, kreativitas, packaging, serta pelayanan kepada pelanggan.

Menurutnya, bisnis yang ingin bertahan dalam jangka panjang perlu memiliki karakter dan nilai yang membuat pelanggan memiliki alasan untuk kembali.

“Kami tentu harus tetap kompetitif. Tetapi saya tidak ingin Desouvenir hanya dikenal karena murah. Saya ingin customer mengingat kualitas produknya, pelayanannya dan pengalaman ketika mempercayakan pesanannya kepada kami,” ujarnya.

Ada Tim di Balik Setiap Pesanan

Perjalanan Desouvenir juga tidak terlepas dari orang-orang yang bekerja di balik setiap produk.

Mulai dari persiapan, desain, produksi, pengecekan hingga pengemasan melibatkan tim dengan tanggung jawab masing-masing. Setiap bagian menjadi proses penting untuk memastikan pesanan dapat disiapkan sesuai kebutuhan pelanggan.

Bagi Citra, pertumbuhan bisnis seharusnya tidak hanya memberikan manfaat kepada pemilik, tetapi juga menciptakan ruang bagi orang lain untuk ikut belajar dan berkembang.

“Desouvenir tidak dibangun oleh saya seorang. Ada tim yang bekerja dan bertumbuh bersama. Saya ingin ketika Desouvenir semakin berkembang, orang-orang yang ada di dalamnya juga ikut berkembang,” ungkapnya.

Menjaga Kepercayaan di Tengah Pertumbuhan

Ke depan, Citra Ayuna Agustin ingin terus memperkuat Desouvenir sebagai brand souvenir dan seserahan asal Malang yang mampu melayani kebutuhan pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia.

Namun baginya, pertumbuhan tidak hanya diukur dari semakin banyaknya pesanan atau semakin luasnya pasar yang dijangkau.

Ada hal yang menurutnya jauh lebih penting untuk dipertahankan, yakni kepercayaan pelanggan.

“Bisa mendapatkan order itu menyenangkan, tetapi mendapatkan kepercayaan customer jauh lebih berharga. Karena sekali orang memberikan kepercayaan kepada kita, tugas kita adalah menjaganya,” pungkas Citra.

Dari Malang, Desouvenir terus bertumbuh membawa satu prinsip sederhana: setiap souvenir dan seserahan bukan sekadar produk, tetapi bagian dari sebuah momen yang dipercayakan pelanggan untuk dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.

Baca Juga: Anak Muda Diminta Tak Tinggalkan Desa, Bupati Malang Dorong Lapangan Kerja Lokal

Leave a Comment

Related Post