Usaha di Kota Malang Melonjak 39 Ribu dalam 10 Tahun, Ekonomi Makin Bergeliat

Mazaya Farandy

October 31, 2026

6
Min Read
Usaha di Kota Malang menunjukkan penambahan jumlah yang cukup besar dalam satu dekade terakhir.

sekitarmalangraya – Usaha di Kota Malang menunjukkan penambahan jumlah yang cukup besar dalam satu dekade terakhir.

Berdasarkan hasil sementara Sensus Ekonomi 2026, jumlah pelaku kegiatan ekonomi yang terdata mencapai sekitar 150 ribu, meningkat dibandingkan catatan Sensus Ekonomi 2016 yang berada di angka 111 ribu.

Selisih sekitar 39 ribu tersebut menjadi gambaran perubahan aktivitas ekonomi di Kota Malang, meskipun angka terbaru masih harus melalui proses validasi Badan Pusat Statistik (BPS).

Data tersebut disampaikan Kepala BPS Kota Malang Umar Sjaifudin dan diberitakan Radar Malang pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Tahap pendataan serta kunjungan ulang telah diselesaikan pada 15 Oktober 2026. Setelah itu, petugas melanjutkan pemeriksaan untuk memastikan informasi yang dihimpun sesuai dengan kondisi lapangan.

Penambahan jumlah unit ekonomi ini menarik dicermati karena dapat berkaitan dengan perubahan kebutuhan masyarakat, perkembangan teknologi, serta dinamika kegiatan perdagangan dan jasa.

Namun, angka sementara tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh sektor mengalami pertumbuhan dengan laju yang sama.

Jumlah Usaha Kota Malang Bertambah 39 Ribu dalam Satu Dekade

Perbandingan hasil Sensus Ekonomi 2016 dan pendataan 2026 memperlihatkan adanya peningkatan jumlah pelaku kegiatan ekonomi di Kota Malang.

Pada 2016, BPS mencatat sekitar 111 ribu pelaku usaha. Sementara itu, hasil sementara pendataan terbaru menunjukkan angka hampir 150 ribu. Dengan demikian, terdapat selisih sekitar 39 ribu dibandingkan pencatatan satu dekade sebelumnya.

Angka tersebut menunjukkan perubahan skala aktivitas ekonomi yang berhasil terjangkau pendataan BPS. Meski demikian, masyarakat perlu memahami bahwa hasil 2026 yang diberitakan masih berstatus sementara.

Angka tersebut belum menjadi hasil akhir yang dipublikasikan secara resmi karena masih terdapat tahapan pemeriksaan dan pengolahan data.

Sensus Ekonomi memiliki peran penting untuk memetakan kondisi kegiatan ekonomi di suatu wilayah. Informasi yang dihimpun dapat membantu pemerintah memahami karakteristik kegiatan produksi, perdagangan, dan jasa.

Data tersebut juga dapat menjadi bahan pertimbangan ketika menyusun program pengembangan ekonomi daerah.

Baca Juga : Kredit UMKM Tumbuh 2,7%, Mengapa Pembiayaan Usaha Masih Menjadi Tantangan?

Sensus Ekonomi 2026 Masih Menjalani Tahap Validasi Data

Kepala BPS Kota Malang Umar Sjaifudin menjelaskan bahwa pendataan dan kunjungan ulang telah rampung pada 15 Oktober 2026.

Setelah tahap lapangan selesai, proses berikutnya berfokus pada pemeriksaan informasi yang dianggap tidak wajar atau menunjukkan anomali.

Pemeriksaan tersebut mencakup kesesuaian antara pendapatan dan pengeluaran hingga pencatatan omzet yang dinilai terlalu besar maupun terlalu kecil.

Salah satu contoh yang disampaikan dalam pemberitaan Radar Malang adalah catatan omzet pedagang kaki lima yang terlihat sangat tinggi.

Petugas perlu memastikan apakah angka tersebut benar-benar menggambarkan kondisi sebenarnya atau muncul akibat kesalahan teknis maupun proses input.

Umar menerangkan bahwa pengolahan data dilakukan secara terpusat oleh BPS pusat melalui sistem digital. Apabila ditemukan ketidaksesuaian, data dapat dikembalikan kepada BPS daerah untuk diperbaiki sebelum diserahkan kembali.

Mekanisme ini diperlukan agar hasil sensus tidak sekadar mengumpulkan angka, tetapi juga memiliki kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

Hingga pemberitaan tersebut diterbitkan, jadwal pengumuman hasil akhir belum dipastikan. Karena itu, angka sekitar 150 ribu sebaiknya dipahami sebagai gambaran sementara, bukan jumlah final yang tidak mungkin berubah.

Usaha Digital Ikut Mengubah Peta Ekonomi Kota Malang

Salah satu perkembangan yang membedakan pendataan 2026 dengan sensus sebelumnya adalah perhatian terhadap kegiatan ekonomi berbasis digital.

Dalam laporan Ketik.com pada 30 Juli 2026, BPS Kota Malang menyebut pendataan turut menyasar pengemudi ojek daring, kreator konten, YouTuber, dan kegiatan ekonomi online lainnya.

Perluasan cakupan tersebut relevan dengan perubahan cara masyarakat memperoleh penghasilan. Aktivitas ekonomi kini tidak selalu berlangsung melalui toko, kantor, atau tempat perdagangan yang mudah dikenali. Sebagian kegiatan dapat dijalankan dari rumah dengan memanfaatkan internet dan platform digital.

Pada Sensus Ekonomi 2016, sejumlah bentuk pekerjaan berbasis platform belum berkembang seperti sekarang. Oleh sebab itu, pendataan terbaru berupaya menangkap perubahan tersebut agar peta ekonomi lebih sesuai dengan kondisi masyarakat.

Kehadiran kegiatan digital juga memperlihatkan bahwa perkembangan teknologi dapat membuka bentuk pekerjaan dan sumber pendapatan baru.

Namun, bertambahnya kegiatan yang tercatat tidak otomatis berarti seluruh pelakunya memiliki skala pendapatan atau kondisi bisnis yang sama.

Ada kegiatan yang dijalankan sebagai sumber penghasilan utama, sementara lainnya mungkin menjadi pekerjaan tambahan.

Perbedaan karakteristik ini perlu diperhatikan ketika pemerintah membaca hasil sensus dan menyusun kebijakan.

Pertumbuhan Usaha Berdampak pada Pendapatan Daerah

Penambahan jumlah pelaku kegiatan ekonomi berpotensi berkaitan dengan penerimaan daerah, terutama apabila aktivitas tersebut berkembang pada sektor yang menjadi objek pajak daerah.

Dalam pemberitaan Radar Malang, Pelaksana Tugas Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Malang Sulthon menyampaikan bahwa meningkatnya aktivitas pelaku usaha turut dirasakan pemerintah kota, salah satunya melalui pendapatan pajak hotel dan restoran.

Keterangan tersebut menunjukkan adanya hubungan antara aktivitas ekonomi dan potensi penerimaan daerah. Ketika kegiatan perdagangan, jasa, akomodasi, maupun kuliner berkembang, transaksi ekonomi dapat menciptakan basis penerimaan yang perlu dikelola sesuai ketentuan perpajakan.

Meski begitu, peningkatan jumlah pelaku usaha tidak dapat langsung disamakan dengan kenaikan penerimaan pajak dalam persentase tertentu.

Besarnya kontribusi tetap dipengaruhi omzet, jenis kegiatan, kepatuhan wajib pajak, serta ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, diperlukan data penerimaan daerah untuk mengukur dampaknya secara lebih terperinci.

Hasil sensus juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi pemerintah dalam menentukan sektor yang membutuhkan dukungan.

Data yang terperinci memungkinkan kebijakan tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah unit ekonomi, tetapi juga memperhatikan kualitas kegiatan dan keberlanjutannya.

Baca Juga : Daya Beli Masyarakat, Mengapa Pertumbuhan Ekonomi Belum Tentu Terasa Merata?

Persaingan dan Keberlanjutan Menjadi Tantangan Pelaku Usaha

Di balik bertambahnya jumlah kegiatan ekonomi, pelaku usaha tetap menghadapi tantangan untuk mempertahankan bisnis.

Persaingan, perubahan kebiasaan konsumen, biaya operasional, dan pemanfaatan teknologi dapat memengaruhi kemampuan setiap unit untuk bertahan.

Penambahan jumlah yang tercatat belum menjelaskan berapa banyak kegiatan baru yang mampu berkembang dalam jangka panjang.

Pemerintah daerah dapat menggunakan hasil sensus sebagai dasar untuk mengenali kebutuhan pelaku ekonomi.

Dukungan dapat diarahkan pada peningkatan kapasitas, akses informasi, pemanfaatan teknologi, hingga pengembangan keterampilan pengelolaan keuangan. Namun, penentuan program perlu mempertimbangkan hasil akhir sensus dan karakteristik setiap sektor.

Bagi masyarakat yang menjalankan bisnis, perubahan peta ekonomi juga menjadi pengingat pentingnya memahami kebutuhan konsumen dan menjaga kualitas produk maupun layanan.

Pemanfaatan kanal digital dapat menjadi salah satu pilihan untuk memperluas jangkauan pasar, tetapi tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan operasional dan karakter pelanggan.

Dengan jumlah sementara yang mendekati 150 ribu unit, aktivitas ekonomi Kota Malang memperlihatkan perkembangan dibandingkan pencatatan 2016.

Meski demikian, angka pertambahan sekitar 39 ribu perlu dibaca secara hati-hati sampai BPS menyelesaikan validasi dan mengumumkan hasil resminya.

Data yang akurat akan menjadi dasar lebih kuat untuk melihat arah perkembangan ekonomi sekaligus merancang kebijakan yang mendukung keberlanjutan kegiatan ekonomi di Kota Malang.

Leave a Comment

Related Post