AI Mulai Masuk ke Bisnis UMKM, Bagaimana Teknologi Ini Membantu Pemasaran?

Mazaya Farandy

September 30, 2026

5
Min Read
AI mulai masuk ke bisnis UMKM dan membuka cara baru bagi pelaku usaha untuk mengelola pemasaran, mulai dari mengenali pasar hingga menyiapkan materi promosi.

sekitarmalangraya – AI mulai masuk ke bisnis UMKM dan membuka cara baru bagi pelaku usaha untuk mengelola pemasaran, mulai dari mengenali pasar hingga menyiapkan materi promosi.

Perkembangan ini menjadi bagian dari transformasi digital yang semakin relevan ketika konsumen mencari informasi produk melalui berbagai kanal digital.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada September 2026 mendorong pelaku UMKM memanfaatkan kecerdasan artifisial untuk pemasaran digital.

Dorongan tersebut disampaikan dalam pendampingan “Gapai Pasar Global dengan AI” yang melibatkan 200 UMKM di Bandung, Batam, dan Jakarta.

Program ini mencakup riset pasar global, katalog digital, pemasangan iklan, hingga persiapan menuju ekspor.

AI Mulai Dimanfaatkan untuk Membantu Pemasaran UMKM

Bagi UMKM, pemasaran bukan hanya soal menawarkan produk, tetapi juga memahami siapa calon pembeli, bagaimana menyampaikan nilai produk, dan kanal apa yang sesuai.

Dalam proses tersebut, AI dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mengolah informasi dan mempercepat pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih panjang.

Kemendag menyebut AI dapat membantu pelaku UMKM dalam riset pasar, pembuatan konten, penyusunan strategi iklan, serta komunikasi dengan calon buyer dari negara tujuan.

Pemanfaatan tersebut menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya berkaitan dengan pembuatan teks atau gambar, tetapi dapat ditempatkan dalam beberapa tahap pemasaran.

Namun, penggunaan AI tetap perlu ditempatkan sebagai pendukung keputusan. Pelaku usaha masih perlu menentukan identitas merek, kualitas produk, target konsumen, harga, serta tujuan pemasaran berdasarkan kondisi bisnisnya sendiri.

Baca Juga : BRImo Jadi Super Apps Perbankan, Penggunanya Tembus 49,7 Juta pada 2026

AI Bisa Membantu UMKM Melakukan Riset Pasar

Riset pasar menjadi salah satu tahap penting sebelum produk dipasarkan lebih luas. Pelaku UMKM perlu mengetahui kebutuhan konsumen, karakteristik calon pembeli, tren produk, hingga peluang di pasar tertentu.

AI dapat membantu mempercepat proses pencarian, pengelompokan, dan pengolahan informasi yang relevan.

Dalam program pendampingan Kemendag, riset pasar global menjadi salah satu materi yang diberikan kepada peserta.

Artinya, pemanfaatan teknologi dapat diarahkan bukan sekadar untuk membuat promosi terlihat menarik, tetapi juga untuk membantu pelaku usaha memahami pasar yang ingin dituju.

Meski demikian, hasil yang diberikan AI tidak seharusnya langsung dianggap sebagai kebenaran. Informasi mengenai tren, perilaku konsumen, atau pasar tertentu tetap perlu diperiksa menggunakan sumber yang dapat dipercaya.

Pelaku UMKM juga perlu mempertimbangkan pengalaman penjualan, masukan pelanggan, dan kondisi nyata di lapangan sebelum mengambil keputusan.

Pembuatan Konten dan Iklan Bisa Dibantu AI

Konten menjadi bagian penting dalam pemasaran digital karena produk perlu diperkenalkan melalui foto, video, deskripsi, maupun materi promosi.

Bagi pelaku usaha dengan sumber daya terbatas, pembuatan materi tersebut dapat menjadi pekerjaan tambahan di luar aktivitas produksi dan pelayanan pelanggan.

AI dapat membantu menghasilkan ide konten, menyusun draf materi promosi, serta mendukung penyusunan strategi iklan.

Kemendag juga menyebut pembuatan konten dan strategi iklan sebagai bagian dari kemampuan yang dapat didukung teknologi ini dalam pemasaran UMKM.

Dalam kegiatan yang sama, Meta memperkenalkan Personalized AI dan Meta Business Agent yang ditujukan untuk membantu pembuatan konten serta otomatisasi balasan pesan.

Kehadiran fitur semacam ini dapat membantu pelaku usaha mengelola aktivitas komunikasi digital, tetapi hasil otomatis tetap perlu diperiksa agar sesuai dengan informasi produk dan karakter merek.

Di sisi lain, Bank Indonesia menempatkan digitalisasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan memperluas akses pasar UMKM.

Dalam Karya Kreatif Indonesia 2026, BI mendorong digitalisasi melalui e-commerce, pencatatan keuangan digital, dan inovasi digital.

Konteks tersebut menunjukkan bahwa pemasaran berbasis teknologi merupakan bagian dari perubahan ekosistem usaha yang lebih luas.

AI Membuka Peluang UMKM Menjangkau Pasar Lebih Luas

Salah satu manfaat yang ingin didorong melalui pemanfaatan AI adalah kemampuan UMKM menjangkau konsumen di luar pasar yang selama ini dilayani.

Kanal digital membuat produk dapat diperkenalkan kepada calon pembeli dari wilayah lain, termasuk pasar internasional.

Kemendag mengarahkan program “Gapai Pasar Global dengan AI” pada pengenalan pasar global dan persiapan ekspor.

Pendekatan ini memperlihatkan bahwa pemasaran digital dapat menjadi salah satu tahap awal sebelum pelaku usaha memasuki proses perdagangan lintas negara.

Bank Indonesia juga mencatat perluasan akses pasar sebagai salah satu tujuan transformasi digital UMKM. Pada KKI 2026, business matching ekspor melibatkan 192 UMKM dan pembeli dari 16 negara.

Data tersebut menunjukkan adanya ekosistem yang menghubungkan UMKM dengan peluang pasar dan jejaring bisnis yang lebih luas, meskipun akses pasar tetap membutuhkan kesiapan usaha.

Baca Juga : Bisnis Kotak Seserahan, Peluang Usaha Kreatif yang Menarik Perhatian

Penggunaan AI Tetap Perlu Diimbangi Kualitas Produk

Teknologi pemasaran tidak otomatis membuat sebuah produk diminati konsumen. Kemendag sendiri menekankan bahwa kualitas produk perlu diimbangi dengan pemasaran yang efektif.

Karena itu, pemanfaatan AI sebaiknya berjalan bersama penguatan produk, pelayanan, identitas merek, dan pemahaman terhadap konsumen.

Pelaku UMKM juga perlu memperhatikan akurasi informasi yang dihasilkan teknologi. Deskripsi produk, klaim manfaat, harga, spesifikasi, maupun komunikasi kepada pelanggan harus diperiksa sebelum dipublikasikan. Langkah tersebut penting agar efisiensi tidak mengorbankan kepercayaan konsumen.

Dari sisi tata kelola, pemerintah juga mulai menyesuaikan aturan perdagangan digital dengan perkembangan teknologi.

Permendag Nomor 19 Tahun 2026 menyempurnakan aturan perdagangan melalui sistem elektronik dan mengakomodasi pemanfaatan AI secara bertanggung jawab.

Regulasi tersebut juga mencakup aspek perlindungan konsumen, kepatuhan pelaku usaha, serta penguatan UMKM dalam ekosistem perdagangan digital.

Pada akhirnya, AI dapat menjadi alat bantu yang membuat aktivitas pemasaran UMKM lebih efisien, tetapi bukan pengganti pemahaman bisnis.

Pelaku usaha tetap perlu mengetahui produknya, mengenali konsumennya, memeriksa informasi yang dihasilkan teknologi, dan menilai apakah strategi pemasaran benar-benar sesuai dengan tujuan usaha.

Dengan pendekatan tersebut, teknologi dapat digunakan secara lebih terukur untuk mendukung UMKM beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital.

Leave a Comment

Related Post