sekitarmalangraya – Mahasiswa UNEJ kembali menunjukkan bahwa prestasi perguruan tinggi tidak hanya lahir dari ruang kelas atau perlombaan yang menguji kemampuan akademik.
Tiga penghargaan nasional berhasil diraih delegasi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Jember dalam The 5th Indonesian Public Health Olympiad (IPHO) 2026.
Capaian tersebut menarik perhatian karena menggabungkan edukasi kesehatan melalui karya kreatif dengan inovasi wirausaha yang berangkat dari kebutuhan masyarakat.
Ajang yang berlangsung pada 29–30 Oktober 2026 di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu mempertemukan peserta dari 120 institusi perguruan tinggi kesehatan masyarakat yang berasal dari 38 provinsi.
Di tengah persaingan tersebut, mahasiswa UNEJ membawa pulang satu juara pertama di kategori puisi edukasi dan orasi kesehatan, serta dua penghargaan pada kategori inovasi wirausaha.
Prestasi ini layak dilihat lebih jauh daripada sekadar daftar pemenang. Karya yang dihasilkan memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi ruang untuk mengolah pengetahuan menjadi pesan yang mudah dipahami, sekaligus mengembangkan gagasan menjadi produk yang memiliki nilai sosial dan peluang keberlanjutan.
Keberagaman kategori dalam IPHO juga penting bagi mahasiswa yang sedang membangun kompetensi profesional.
Tenaga kesehatan masyarakat tidak hanya berhadapan dengan data dan program, tetapi juga perlu memahami cara menjelaskan risiko, membangun kepercayaan, dan mengajak orang mengambil tindakan pencegahan.
Pengalaman mengikuti kompetisi dapat menjadi kesempatan untuk melatih kemampuan tersebut dalam situasi yang terukur, sekaligus menerima evaluasi dari pihak di luar kampus.
Mahasiswa UNEJ Raih Tiga Penghargaan di IPHO 2026
Tiga penghargaan yang diraih delegasi FKM UNEJ berasal dari dua kategori berbeda. Irsya Septia Achmadi Putri memperoleh Juara 1 Puisi Edukasi dan Orasi Kesehatan.
Sementara itu, Tim TOORUE Eyecare meraih Juara 1 Inovasi Wirausaha dan Tim CRAYONA mendapatkan Juara 2 pada kategori yang sama.
Kompetisi The 5th Indonesian Public Health Olympiad diselenggarakan oleh Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia (AIPTKMI).
Tema yang diangkat pada tahun ini adalah akselerasi peran tenaga kesehatan masyarakat sebagai garda terdepan promotif dan preventif untuk mewujudkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Jumlah peserta yang berasal dari 120 institusi dan 38 provinsi menunjukkan bahwa kompetisi ini menjadi ruang pertemuan gagasan dari berbagai perguruan tinggi.
Dalam konteks tersebut, pencapaian mahasiswa UNEJ memperlihatkan kemampuan mahasiswa kesehatan masyarakat untuk berkompetisi melalui pendekatan yang tidak terbatas pada penguasaan teori.
Kemenangan di dua bidang yang berbeda juga memberi gambaran tentang luasnya ruang kontribusi mahasiswa.
Edukasi kesehatan membutuhkan kemampuan menyampaikan pesan secara tepat, sedangkan inovasi wirausaha menuntut gagasan yang dapat diterapkan dan dikembangkan. Keduanya memiliki tujuan yang berdekatan, yakni menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Baca Juga : ImajiNation 2026, Kompetisi Koding Visual yang Asah Kreativitas dan Logika Siswa
Puisi Edukasi Angkat Isu Kekerasan Seksual dan Kesehatan Mental
Irsya Septia Achmadi Putri, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat angkatan 2023, meraih juara pertama melalui karya berjudul “Jangan Bungkam Suaraku”.
Karya tersebut mengangkat kekerasan seksual sebagai persoalan kesehatan masyarakat yang dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental, rasa aman, hubungan sosial, dan kualitas hidup korban.
Irsya turut menyoroti victim blaming atau kecenderungan menyalahkan korban serta budaya diam yang dapat menghambat seseorang untuk memperoleh dukungan dan perlindungan.
Pemilihan tema ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan tidak selalu harus disampaikan melalui paparan ilmiah atau penjelasan teknis.
Isu yang sensitif juga dapat dibicarakan melalui media kreatif, selama pesan yang disampaikan tetap bertanggung jawab dan tidak menyederhanakan pengalaman korban.
Dalam keterangan yang dimuat Universitas Jember, Irsya menjelaskan bahwa puisi dan orasi dapat menyampaikan pesan secara emosional dan komunikatif tanpa harus menggunakan bahasa ilmiah yang rumit. Karya kreatif, dengan demikian, dapat menjadi sarana advokasi untuk menumbuhkan kepedulian sosial.
Bagi mahasiswa UNEJ, capaian Irsya menjadi contoh bahwa pengetahuan kesehatan masyarakat perlu diterjemahkan menjadi komunikasi yang bisa menjangkau masyarakat luas.
Informasi yang benar akan lebih bermakna ketika dapat dipahami, mendorong empati, dan membantu mengurangi stigma terhadap orang yang membutuhkan dukungan.
Inovasi Wirausaha Mahasiswa UNEJ Tawarkan Produk Kreatif
Selain prestasi di bidang edukasi, dua tim FKM UNEJ memperoleh penghargaan melalui kategori inovasi wirausaha.
Tim TOORUE Eyecare meraih juara pertama dengan produk eyepillow aromatherapy yang mengangkat batik khas Jember.
Inovasi ini menggabungkan produk untuk relaksasi diri dengan unsur budaya lokal sebagai bagian dari identitas dan nilai tambah produk.
Menurut penilaian dewan juri sebagaimana disampaikan dalam rilis resmi, TOORUE Eyecare dinilai memiliki kesiapan bisnis yang matang serta dampak sosial melalui pemberdayaan ekonomi lokal berbasis batik Jember.
Penilaian tersebut memperlihatkan bahwa inovasi tidak hanya dinilai dari bentuk barang yang ditawarkan, tetapi juga dari peluang pengembangan usaha dan keterkaitannya dengan lingkungan sekitar.
Sementara itu, Tim CRAYONA meraih juara kedua melalui inovasi media edukasi anak yang aman. Dewan juri menilai gagasan tersebut memiliki potensi untuk terus dikembangkan dan diperluas jangkauan pasarnya hingga ke luar Pulau Jawa.
Informasi resmi yang tersedia belum merinci seluruh spesifikasi produk, sehingga penilaian terhadap bentuk maupun efektivitas media tersebut perlu dibatasi pada keterangan penyelenggara dan kampus.
Dua penghargaan ini memperlihatkan bahwa mahasiswa UNEJ berupaya menghubungkan kreativitas dengan kebutuhan pengguna.
Meski begitu, kemenangan kompetisi belum otomatis membuktikan sebuah produk telah berhasil di pasar. Tahap berikutnya tetap membutuhkan pengujian, pengembangan mutu, perencanaan produksi, serta pemahaman terhadap kebutuhan konsumen.
Baca Juga : OASE III 2026 Hadirkan Ratusan Inovasi Mahasiswa, Bukti Kampus Islam Kembangkan Sains dan Teknologi
Prestasi Mahasiswa Menunjukkan Peran Kampus dalam Mengembangkan Potensi
Keberhasilan tiga penghargaan tersebut tidak berdiri sendiri. Universitas Jember menyebut dukungan dosen pembimbing, fasilitas fakultas, serta arahan tim kemahasiswaan sebagai bagian dari ekosistem yang membantu para peserta mempersiapkan karya hingga mengikuti kompetisi nasional.
Dukungan kampus penting karena mahasiswa membutuhkan ruang untuk mencoba, menerima masukan, memperbaiki gagasan, dan menguji kelayakan hasil karyanya.
Namun, prestasi mahasiswa UNEJ juga dapat menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak semestinya hanya diukur melalui jumlah piala.
Hal yang lebih penting adalah proses pembelajaran yang menghasilkan kemampuan berpikir kritis, kepekaan terhadap persoalan sosial, keterampilan berkomunikasi, dan keberanian mencari solusi.
Karya “Jangan Bungkam Suaraku” menunjukkan pentingnya menyampaikan isu kesehatan dengan empati. TOORUE Eyecare memperlihatkan peluang menghubungkan inovasi produk dengan kekayaan lokal, sedangkan CRAYONA membawa gagasan media edukasi anak.
Ketiganya memiliki pendekatan berbeda, tetapi sama-sama berangkat dari upaya menghadirkan manfaat di luar lingkungan kampus.
Bagi mahasiswa UNEJ lainnya, capaian ini dapat menjadi inspirasi untuk mengenali persoalan di sekitar sebelum menentukan bentuk karya.
Ide yang bermanfaat tidak selalu harus dimulai dari teknologi rumit atau modal besar. Kepekaan membaca kebutuhan, ketepatan informasi, pendampingan, dan kemauan memperbaiki gagasan merupakan bekal penting agar inovasi memiliki arah yang jelas.
Prestasi ini patut diapresiasi, sekaligus perlu diikuti pembinaan agar karya tidak berhenti setelah kompetisi selesai.
Kampus dapat terus mendampingi pengembangan produk, memperluas ruang kolaborasi, dan membantu mahasiswa mengukur dampak gagasannya.
Pada akhirnya, keberhasilan mahasiswa UNEJ di IPHO 2026 bukan hanya tentang tiga gelar juara, melainkan gambaran bahwa ilmu pengetahuan, kreativitas, dan kepedulian sosial dapat berjalan bersama.









Leave a Comment